Peringati Hari Anti Narkoba, SAN Gelar Turnamen Golf

Peringati Hari Anti Narkoba, SAN Gelar Turnamen Golf
Noegroho Djayoesman © Bola.net/Eggi
Bola.net - Sebanyak 88 pegolf, 78 putra dan 10 putri, tampil pada Open Golf Tournament yang digelar Satuan Tugas Anti Narkoba (SAN), di Padang Golf II Halim, Jakarta, Sabtu (14/7).

Ketua Dewan Pembina SAN, Noegroho Djayoesman mengutarakan, tujuan utamanya yakni untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.

"Ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi berjenjang SAN dalam mengkampanyekan atau perang melawan narkoba kepada masyarakat lapisan menengah ke atas," ujarnya kepada para wartawan disela-sela kegiatan.

"Sehingga, cara sosialisasinya atau pendekatan yang kami lakukan berbeda-beda. Sedangkan untuk masyarakat menengah ke bawah, kami mengadakan kegiatan-kegiatan sosial atau mendekatkan diri cara yang berbeda. Dengan begitu, SAN berharap dapat menyampaikan pesan dengan baik," ujar mantan Kapolda Metro Jaya berpangkat terakhir Komisaris Jenderal tersebut.

Ditambahkannya, ajang tersebut sebenarnya sudah menggeliat sejak tiga tahun lalu. Lantaran melihat animo masyarakat yang cukup tinggi, maka SAN bersemangat untuk terus menjadikannya agenda tahunan.

"Kami mendapatkan respon yang begitu sangat bagus. Karena itu, dari tahun ke tahun, pelaksanaan turnamen selalu kami tingkatkan kualitasnya. Baik dari segi pelaksanaan, maupun hadiahnya," terangnya.

Selain piala bergilir dari SAN, juga diperebutkan piala tetap Best Gross Over All dan piala tetap Nett Over All. Lebih jauh dikatakannya, ke depannya diharapkan dapat muncul pegolf handal yang bisa diterjunkan ke kejuaraan yang lebih profesional.

Di antara pegolf yang ikut tampil, Widodo Budidarmo (mantan Kapolri periode 1974/1978), tokoh nasional Hariman Siregar, Adang Dorodjatun (mantan Wakapolri).

"Tournament tersebut juga telah menjadi kalender resmi Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI). Namun, kami hanya mengundang pegolf amatir dari beberapa klub. Kami mempertandingkan nomor individual dan tim untuk gross event dan net event. Sebab, tujuan utamanya adalah kebersamaan dan bukan peroleh gelar juara. Sehingga, tidak ada batasan handicapnya," paparnya.

Noegroho melanjutkan, narkoba atau narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif merupakan salah satu bentuk kejahatan internasional yang menjadi masalah bersama. Indonesia sebagai negara yang merdeka, tidak lelah menyatakan perang terhadap Narkoba.

Ditambahkan, peringatan HANI dalam setiap tahunnya, hakekatnya merupakan bentuk mawas diri tehadap resiko Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

"Melalui cara ini, SAN juga berupaya aktif dalam membentuk dan menumbuhkan Kader anti Napza yang berbasis wilayah atau masyarakat yang berperan aktif dalam P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba)," tutupnya. (esa/row)

Berita Terkait