
Bola.net - Cabang olahraga loncat indah akan berupaya memperbaiki prestasi dari hasil pencapaian SEA Games XXV/2009 yang meraih satu medali emas, tiga perak dan satu perunggu pada SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta pada 11-22 November mendatang.
"Kami berjuang untuk memberikan prestasi yang lebih baik. Tapi paling tidak kami bisa mengulang sukses tahun 2009 yang meraih satu emas, tiga perak dan satu perunggu," ujar pelatih loncat indah, Harly Ramayani di Jakarta, Rabu (5/10).
Harly ketika ditemui di kolam renang Senayan mengatakan, untuk ke SEA Games XXVI nanti PB PRSI menyiapkan sembilan atlet loncat indah, terdiri atas lima putra dan empat putri.
Mereka adalah Husaini Nur, Muhammad Nasrullah, Ahmad Sukron Zamzami, Andrian dan Luthfi Niko Abdila serta Sari Ambarwati, Bela Dinarsari, Dinda Maria Natali dan Dewi Setianingsih.
Cabang loncat indah akan melombakan delapan nomor yakni papan 3 meter perorangan putra-putri, papan 3 meter sinkronisasi putra-putri, papan menara perorangan putra-putri dan papan menara sinkronisasi putra-putri.
"Dari sembilan atlet tersebut terdapat empat atlet yang masih junior, dan jika mereka belum mampu berprestasi maka bisa diharapkan untuk ke event-event berikutnya. Jadi kami tetap melakukan upaya regenerasi atlet di sini," ujarnya.
Keempat atlet yang masih junior dan berusia antara 15-17 tahun tersebut adalah Andrian dan Luthfi serta Dinda Maria dan Dewi Setianingsih.
Mengenai kondisi pelatihan, Harly mengungkapkan, latihan berlangsung rutin dan menggunakan peralatan seadanya, yakni dua buah papan 'trampoline' dan sebuah papan 'dry line'.
Papan trampoline merupakan papan alat pelompat yang digunakan saat latihan di darat dalam latihan-latihan simulasi, di mana persentase latihan di darat mencapai 60-70 persen.
"Kami hanya memiliki dua buah papan trampoline yang sudah kuno, tetapi kita harus pintar-pintar memanfaatkan peralatan yang ada. Sewaktu berlatih di China belum lama ini, di sana mereka punya 14 papan trampoline dalam satu kolam renang," ungkapnya.
"Kami sudah meminta kepada pemerintah dan baru diberikan satu buah. Seharusnya peralatan itu rutin tiap tahun diganti. Harga sebuah papan itu mencapai Rp138 juta dan harus dibeli di Amerika," terang Harly. (ant/zul)
"Kami berjuang untuk memberikan prestasi yang lebih baik. Tapi paling tidak kami bisa mengulang sukses tahun 2009 yang meraih satu emas, tiga perak dan satu perunggu," ujar pelatih loncat indah, Harly Ramayani di Jakarta, Rabu (5/10).
Harly ketika ditemui di kolam renang Senayan mengatakan, untuk ke SEA Games XXVI nanti PB PRSI menyiapkan sembilan atlet loncat indah, terdiri atas lima putra dan empat putri.
Mereka adalah Husaini Nur, Muhammad Nasrullah, Ahmad Sukron Zamzami, Andrian dan Luthfi Niko Abdila serta Sari Ambarwati, Bela Dinarsari, Dinda Maria Natali dan Dewi Setianingsih.
Cabang loncat indah akan melombakan delapan nomor yakni papan 3 meter perorangan putra-putri, papan 3 meter sinkronisasi putra-putri, papan menara perorangan putra-putri dan papan menara sinkronisasi putra-putri.
"Dari sembilan atlet tersebut terdapat empat atlet yang masih junior, dan jika mereka belum mampu berprestasi maka bisa diharapkan untuk ke event-event berikutnya. Jadi kami tetap melakukan upaya regenerasi atlet di sini," ujarnya.
Keempat atlet yang masih junior dan berusia antara 15-17 tahun tersebut adalah Andrian dan Luthfi serta Dinda Maria dan Dewi Setianingsih.
Mengenai kondisi pelatihan, Harly mengungkapkan, latihan berlangsung rutin dan menggunakan peralatan seadanya, yakni dua buah papan 'trampoline' dan sebuah papan 'dry line'.
Papan trampoline merupakan papan alat pelompat yang digunakan saat latihan di darat dalam latihan-latihan simulasi, di mana persentase latihan di darat mencapai 60-70 persen.
"Kami hanya memiliki dua buah papan trampoline yang sudah kuno, tetapi kita harus pintar-pintar memanfaatkan peralatan yang ada. Sewaktu berlatih di China belum lama ini, di sana mereka punya 14 papan trampoline dalam satu kolam renang," ungkapnya.
"Kami sudah meminta kepada pemerintah dan baru diberikan satu buah. Seharusnya peralatan itu rutin tiap tahun diganti. Harga sebuah papan itu mencapai Rp138 juta dan harus dibeli di Amerika," terang Harly. (ant/zul)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 14:02Tino Livramento Bongkar Kehebatan Kobbie Mainoo di Timnas Inggris
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
Jason Donovan Bersinar, Indonesia Short Course Emerging Series Lahirkan 9 Rekor Nasional Baru
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Jadi Momentum Lahirnya Talenta Renang Masa Depan
Rekor Nasional Tercipta di Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th Asian OWS Championship dan A-STREAM OWS Series Bali 2026, 13-16 Juni 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
