
Bola.net - Periode kepengurusan PP IMI era Juliari Batubara akan segera berakhir. Namun, kinerja para pengurus justru memburuk menjelang kepengurusan mereka berakhir. Salah satu contohnya, adalah gelaran Grand Final Motoprix pada akhir pekan lalu di Sirkuit Karting Internasional, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Promotor lomba, Trendy Promo Mandira (TPM), terpaksa harus mengubah nama lomba menjadi Road Race Champ Of The Champ. Padahal, satu Grand Final Motoprix sangat ditunggu-tunggu oleh para pembalap, utamanya dari luar pulau Jawa. PP IMI beralasan, masih belum selesainya lomba di wilayah atau region dua pulau Jawa. Padahal, putaran terakhir Kejurnas Motoprix Dua pada 26-27 November tersebut tidak pernah dibahas pada Rakernas awal tahun ini.
Jadwal tersebut masuk tiba-tiba saja sehingga membuat tim-tim Motoprix terkejut. Sayangnya, pemberitahuan tidak keluarnya izin baru didapatkan satu minggu sebelum grand final digelar. Tentunya, hal tersebut membuat TPM kalang kabut dan segera mengubah nama dan status lomba.
"Seharusnya, kalau memang tidak diizinkan, sudah diberitahukan sejak jauh hari. Jangan mendadak seperti itu. Sangat disayangkan koordinasi pengurus PP IMI dengan daerah memburuk jelang berakhirnya tugas mereka," kata Barnas Bursjah, Sekretaris Umum Pengprov IMI Sumatera Selatan, kepada Bola.net.
"Promotor harus dihargai. Pasalnya, tanpa mereka kalender PP IMI bisa tidak jalan," tukasnya.
Sementara itu, Pengprov IMI Jabar yang terkait langsung dengan polemik gagalnya grand final Motoprix membenarkan jika terjadi kurangnya koordinasi.
"Surat menyurat sudah dilakukan sejak April. Sedangkan pengajuan rekomendasi ke PP IMI, juga sudah dilakukan pada bulan Agustus. Tapi, tidak ada jawaban. Kemudian, seminggu sebelum lomba, saya mendapatkan kabar jika lomba diinstruksikan diundur," kata Ketua Pengprov IMI Jabar, Oke Junjunan.(esa)
Agenda Kejurnas Tersisa:
-19-22 November: Kejurnas Off-Road Serang
Promotor lomba, Trendy Promo Mandira (TPM), terpaksa harus mengubah nama lomba menjadi Road Race Champ Of The Champ. Padahal, satu Grand Final Motoprix sangat ditunggu-tunggu oleh para pembalap, utamanya dari luar pulau Jawa. PP IMI beralasan, masih belum selesainya lomba di wilayah atau region dua pulau Jawa. Padahal, putaran terakhir Kejurnas Motoprix Dua pada 26-27 November tersebut tidak pernah dibahas pada Rakernas awal tahun ini.
Jadwal tersebut masuk tiba-tiba saja sehingga membuat tim-tim Motoprix terkejut. Sayangnya, pemberitahuan tidak keluarnya izin baru didapatkan satu minggu sebelum grand final digelar. Tentunya, hal tersebut membuat TPM kalang kabut dan segera mengubah nama dan status lomba.
"Seharusnya, kalau memang tidak diizinkan, sudah diberitahukan sejak jauh hari. Jangan mendadak seperti itu. Sangat disayangkan koordinasi pengurus PP IMI dengan daerah memburuk jelang berakhirnya tugas mereka," kata Barnas Bursjah, Sekretaris Umum Pengprov IMI Sumatera Selatan, kepada Bola.net.
"Promotor harus dihargai. Pasalnya, tanpa mereka kalender PP IMI bisa tidak jalan," tukasnya.
Sementara itu, Pengprov IMI Jabar yang terkait langsung dengan polemik gagalnya grand final Motoprix membenarkan jika terjadi kurangnya koordinasi.
"Surat menyurat sudah dilakukan sejak April. Sedangkan pengajuan rekomendasi ke PP IMI, juga sudah dilakukan pada bulan Agustus. Tapi, tidak ada jawaban. Kemudian, seminggu sebelum lomba, saya mendapatkan kabar jika lomba diinstruksikan diundur," kata Ketua Pengprov IMI Jabar, Oke Junjunan.(esa)
Agenda Kejurnas Tersisa:
-19-22 November: Kejurnas Off-Road Serang
-26-27 November: Kejurnas Motoprix Kemayoran
-26-27 November: Kejurnas Speed Off-Road Subang
-26-27 November: Kejurnas Balap Turing Putaran Enam
-2 Desember: Kejurnas Slalom Surabaya
-4 Desember: Kejurnas Motokros Solo
-11 Desember: Kejurnas Motokros Garut (esa/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026 13:03 -
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026 13:02 -
Liga Eropa UEFA 25 Februari 2026 13:01 -
Bola Indonesia 25 Februari 2026 12:46 -
Bola Indonesia 25 Februari 2026 12:09 -
Bola Indonesia 25 Februari 2026 12:03
HIGHLIGHT
- 10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo...
- Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensi...
- 5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Totte...
- 3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Te...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509735/original/046029000_1771749073-290709.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512876/original/087699200_1771996908-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_12.09.13.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494257/original/070078600_1770282429-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_15.54.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512841/original/085994400_1771995522-Syahal__kiri__dan_Sontani__kanan__memegang_poster_protes_meski_aksi_guru_paruh_waktu_itu_batal_digelar_di_Lapang_Upakarti__kompleks_perkantoran_Pemerintah_Kabupaten_Bandung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5411735/original/031764800_1763020182-Naker_2__2_.jpeg)

