
Bola.net - Debutan Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya dinyatakan lolos dari hukuman atas manuver agresif terhadap Jorge Lorenzo di Jerez, Spanyol dua pekan lalu. Insiden itu membuat Lorenzo harus puas finis ketiga dan merelakan Marquez merebut posisi finis kedua.
Dalam pertemuannya dengan para pebalap dan Race Direction (pengawas balap) di MotoGP Perancis hari Kamis (16/5), Lorenzo kembali menegaskan pendapatnya bahwa Marquez seharusnya dijatuhi hukuman atas manuver tersebut.
Sistem hukuman pengurangan poin mulai diperkenalkan musim ini di kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3. Hukuman ini dijatuhkan apabila seorang pebalap dinilai membahayakan pebalap lain.
Meski begitu, Race Direction yang terdiri dari sang ketua, Mike Webb serta dua Penasehat Keselamatan MotoGP, Loris Capirossi dan Franco Uncini, berpendapat bahwa manuver Marquez tidak berbahaya.
"Semua pihak setuju bahwa itu hanya insiden balap biasa. Kami telah melakukan evaluasi dari segala sudut, termasuk dari kamera helikopter. Insiden itu terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir, yakni insiden yang sudah kita lihat berulang kali di masa lalu," tutur Webb. "Jika insiden ini terjadi dalam latihan bebas, maka penalti bisa dijatuhkan, namun ini terjadi di lap terakhir balapan."
Webb pun menyadari bahwa Lorenzo dan Yamaha Factory Racing merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh Race Direction.
"Sangat jelas bahwa Jorge kecewa dan tidak setuju atas keputusan kami. Saya menghormati pendapatnya dan saya tahu ia akan berseberangan dengan pendapat kami dan Marc. Saya tidak menerima protes dari Yamaha, namun saya sangat paham bahwa mereka kecewa," tutupnya.
Sejatinya, Marquez bukan orang asing lagi di 'kantor' Race Direction. Selama membalap di kelas yang lebih rendah, ia berulang kali dihukum menjalani start dari posisi paling buncit karena gaya balapnya yang dianggap berbahaya. (mcn/kny)
Dalam pertemuannya dengan para pebalap dan Race Direction (pengawas balap) di MotoGP Perancis hari Kamis (16/5), Lorenzo kembali menegaskan pendapatnya bahwa Marquez seharusnya dijatuhi hukuman atas manuver tersebut.
Sistem hukuman pengurangan poin mulai diperkenalkan musim ini di kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3. Hukuman ini dijatuhkan apabila seorang pebalap dinilai membahayakan pebalap lain.
Meski begitu, Race Direction yang terdiri dari sang ketua, Mike Webb serta dua Penasehat Keselamatan MotoGP, Loris Capirossi dan Franco Uncini, berpendapat bahwa manuver Marquez tidak berbahaya.
"Semua pihak setuju bahwa itu hanya insiden balap biasa. Kami telah melakukan evaluasi dari segala sudut, termasuk dari kamera helikopter. Insiden itu terjadi di lap terakhir dan tikungan terakhir, yakni insiden yang sudah kita lihat berulang kali di masa lalu," tutur Webb. "Jika insiden ini terjadi dalam latihan bebas, maka penalti bisa dijatuhkan, namun ini terjadi di lap terakhir balapan."
Webb pun menyadari bahwa Lorenzo dan Yamaha Factory Racing merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh Race Direction.
"Sangat jelas bahwa Jorge kecewa dan tidak setuju atas keputusan kami. Saya menghormati pendapatnya dan saya tahu ia akan berseberangan dengan pendapat kami dan Marc. Saya tidak menerima protes dari Yamaha, namun saya sangat paham bahwa mereka kecewa," tutupnya.
Sejatinya, Marquez bukan orang asing lagi di 'kantor' Race Direction. Selama membalap di kelas yang lebih rendah, ia berulang kali dihukum menjalani start dari posisi paling buncit karena gaya balapnya yang dianggap berbahaya. (mcn/kny)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 24 Januari 2026 12:56Marc Marquez Alami Kecelakaan di Sirkuit Aspar saat Latihan Jelang MotoGP 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 27 Januari 2026 12:39 -
Otomotif 27 Januari 2026 12:29 -
Liga Inggris 27 Januari 2026 12:28 -
Liga Inggris 27 Januari 2026 12:11 -
Liga Inggris 27 Januari 2026 12:01 -
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026 11:47
MOST VIEWED
- Ducati Beber Cara Marc Marquez 'Lindungi' Pecco Bagnaia Saat Hadapi Beratnya MotoGP 2025
- Kebanyakan Gara-Gara Kisah Memilukan, Ini Daftar 9 Nomor Balap yang Dipensunkan MotoGP
- Ducati Janji Bayar Kepercayaan Valentino Rossi, Komitmen Sediakan Motor Terbaik di MotoGP 2027
- Siap Akhiri Puasa Kemenangan, Ini 6 Potret Livery Mobil Scuderia Ferrari HP di Formula 1 2026
HIGHLIGHT
- Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsena...
- Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecat...
- 5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi d...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478419/original/014622400_1768901180-12c293d7-c465-4897-9fb7-fda50525daf2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5112587/original/078794900_1738160493-9e0f1ff6-f03a-4602-a108-e6e1a594be5e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485011/original/011169500_1769491673-Screenshot_2026-01-27_at_12.25.21.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485009/original/097480000_1769491568-IMG_20260127_115721.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482699/original/032773600_1769240464-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484952/original/070103700_1769489686-Gempa_guncang_Pacitan__2_.png)

