
Bola.net - Baru-baru ini wartawan dari majalah Solo Moto, Enrico Borghi melakukan wawancara eksklusif bersama Valentino Rossi. Borghi mengajukan beberapa pertanyaan mengenai performanya bersama Ducati.
Setelah hampir 1,5 tahun membalap untuk perusahaan Italia itu, Rossi masih belum menemukan performa terbaiknya. Pebalap berjuluk The Doctor itu mengaku masih mencari penyebabnya. Ban merupakan masalah terbesar baginya, ia beralih bahwa Bridgestone tidak memiliki grip yang baik di tikungan.
Bagi Rossi, Ducati masih terlalu 'liar'. Masalah utama Rossi adalah kesulitan ketika masuk ke tikungan, yang kedua adalah mesin. Ducati terlalu agresif dan sulit untuk dikendalikan.
Meski begitu Rossi menyatakan yakin bahwa kemenangan bersama Ducati adalah hal yang sangat mungkin, karena Casey Stoner pernah meraihnya. Ketika mendapat gelar juara dunia di tahun 2007, Stoner masih sangat muda dan itulah faktor yang membuatnya bisa mudah beradaptasi dengan Ducati.
"Saya telah mengendarai begitu banyak motor di berbagai kelas balap, kebanyakan dari motor-motor itu selalu saya kendarai dengan gaya balap yang sama. Ketika saya membalap bersama Yamaha di tahun 2004, saya menemukan bahwa motor mereka tidak berbeda jauh dengan Honda. Beberapa bagian memang ada yang lebih baik, tapi juga ada yang lebih buruk, namun secara keseluruhan tak banyak berbeda. Namun kini saya tak bisa mengendarai motor ini (Desmosedici GP12), karena sangat berbeda," ujar Rossi.
"Ban Bridgestone tidak memiliki grip yang baik pada kondisi miring di tikungan. Dengan aturan penyuplai ban tunggal, ban-ban ini juga berubah: ketika anda terlalu miring, maka grip akan hilang. Menurut saya, ini adalah perubahan teknis paling besar dalam beberapa tahun terakhir," pungkasnya. (mu/kny)
Setelah hampir 1,5 tahun membalap untuk perusahaan Italia itu, Rossi masih belum menemukan performa terbaiknya. Pebalap berjuluk The Doctor itu mengaku masih mencari penyebabnya. Ban merupakan masalah terbesar baginya, ia beralih bahwa Bridgestone tidak memiliki grip yang baik di tikungan.
Bagi Rossi, Ducati masih terlalu 'liar'. Masalah utama Rossi adalah kesulitan ketika masuk ke tikungan, yang kedua adalah mesin. Ducati terlalu agresif dan sulit untuk dikendalikan.
Meski begitu Rossi menyatakan yakin bahwa kemenangan bersama Ducati adalah hal yang sangat mungkin, karena Casey Stoner pernah meraihnya. Ketika mendapat gelar juara dunia di tahun 2007, Stoner masih sangat muda dan itulah faktor yang membuatnya bisa mudah beradaptasi dengan Ducati.
"Saya telah mengendarai begitu banyak motor di berbagai kelas balap, kebanyakan dari motor-motor itu selalu saya kendarai dengan gaya balap yang sama. Ketika saya membalap bersama Yamaha di tahun 2004, saya menemukan bahwa motor mereka tidak berbeda jauh dengan Honda. Beberapa bagian memang ada yang lebih baik, tapi juga ada yang lebih buruk, namun secara keseluruhan tak banyak berbeda. Namun kini saya tak bisa mengendarai motor ini (Desmosedici GP12), karena sangat berbeda," ujar Rossi.
"Ban Bridgestone tidak memiliki grip yang baik pada kondisi miring di tikungan. Dengan aturan penyuplai ban tunggal, ban-ban ini juga berubah: ketika anda terlalu miring, maka grip akan hilang. Menurut saya, ini adalah perubahan teknis paling besar dalam beberapa tahun terakhir," pungkasnya. (mu/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 20:31Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
-
Tim Nasional 9 Juni 2026 19:45Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:17Diisukan Gantikan Menkeu Purbaya, ini Jawaban Budi Gunadi
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:02Usai Menghadap Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Kursi Menkeu
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:15Bantuan Pangan Beras Diperpanjang Tiga Bulan
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:14KPK Bongkar Skema Penyamaran Uang Korupsi Bupati Muara Enim
-
Liputan6 9 Juni 2026 18:28Nadiem Heran Disebut Penjahat Kerah Putih oleh Jaksa
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8147456/original/007172100_1781000534-IMG-20260609-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8153833/original/023177800_1781007731-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_19.01.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5772719/original/047625200_1778675573-9.jpg)

