Jepang Minta Afsel Larang Vuvuzela

Jepang Minta Afsel Larang Vuvuzela
Vuvuzela, dinilai membuat bising pertandingan. (c)AP
- Ketua Persatuan Sepak Bola Jepang ikut mendukung pihak-pihak yang menginginkan agar terompet vuvuzela yang bersuara nyaring dilarang saat pertandingan putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

FIFA sebelumnya menolak seruan untuk larangan terompet dari plastik itu, namun Jepang kini mencoba mendekati pejabat sepak bola Afrika Selatan setelah pertandingan persahabatan akhir pekan lalu.

"Kami telah meminta pejabat sepak bola Afsel untuk mengurangi suara bising," kata presiden JFA Motoaki Inukai seperti dikutip suara kabar Sankei Sports, Selasa (17/11).

"Anda bahkan tidak bisa mendengar suara anda sendiri. Saya membawa ini (ke Presiden FIFA Sepp Blater)," kata Inukai seusai tim Jepang bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Afrika Selatan di Port Elizbeth.

Pemain belakang Jepang Tulio mengatakan: "Anda tidak bisa mendengar suara rekan setim anda dari jarak dua meter. Anda harus mendekat untuk memberi instruksi."

Vuvuzela merupakan instrumen yang biasa digunakan para suporter sepak bola di Afsel. Namun suaranya yang terlalu nyaring tersebut memunculkan protes dari para pemain, pelatih dan penyiar saat turnamen Piala Konfederasi tahun ini.

Sejumlah stasiun televisi mengatakan bahwa suara vuvuzela itu mengganggu suara komentator, sementara para pemain top di antaranya Xabi Alonso meminta agar terompet itu dilarang.  (ant/zul)

Berita Terkait