
Bola.net - Argentina, telah berangkat untuk menghadapi tuan rumah Kolombia pada pertandingan keempat kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol, Selasa (15/11).
Mereka telah mendapat pelajaran berharga saat melawat ke Venezuela dan kalah 0-1 dari tuan rumah. Ini adalah kekalahan perdana Argentina dari Uruguay, negara di mana baseball lebih populer daripada sepak bola.
Pelatih Alejandro Sabella kini sedang memikirkan nama-nama yang sebelumnya tidak dimasukkannya dalam tim inti, agar ia dapat mengubah taktik untuk menghadapi Kolombia.
Sabella sedang memikirkan pilihannya di lini belakang, setelah Martin Demichelis gagal mengontrol bola yang mudah, kemudian bola dapat dicuri oleh penyerang Marcelo Moreno dapat mencuri bola, mengecohnya, kemudian melepaskan tembakan melewati kiper Sergio Romero dan membuat Bolivia memimpin.
Ia tahu kalau mantan kapten Javier Mascherano secara taktik merupakan pemain yang disiplin dan mampu membaca permainan dengan baik. Mascherano pun mampu bermain sebagai bek tengah dengan baik di Barcelona, dan dapat dimainkan di tengah-tengah tiga bek.
"Mascherano adalah pemain yang cerdas dan pandai, yang mampu membaca gerakan dengan baik, dan meskipun ia tidak tinggi, ia kompetitif di udara," kata Sabella.
Sabella juga perlu meneruskan pekerjaan di lini tengah, untuk mengeluarkan potensi terbaik Lionel Messi, yang gagal bersinar karena ketatnya pertahanan Bolivia. Argentina juga tidak dapat memainkan Angel Di Maria yang masih cedera.
Suhu panas Argentina memerlukan waktu, bahkan jika hanya tersedia waktu tidak lebih dari sehari penuh, untuk beraklimatisasi dengan suhu 40 derajat di Stadion Metropolitano di Barranquilla. Pertandingan tersebut akan dimulai pukul 16.00 waktu setempat.
"Di sana sangat panas, lembab, dan kemungkinan hujan. Ini problematis," kata Sabella kepada reporter pada tengah pekan ketika ia mengonfirmasi kalau ia akan membawa timnya lebih awal.
"Kolombia memiliki keuntungan dan kerugian. Pertama, mereka tidak perlu bepergian...Kedua mereka akan bermain dalam suhu panas yang ekstrim melawan Venezuela." Dua pertandingan kandang dalam rangkaian jadwal kualifikasi Piala Dunia, yang melibatkan sembilan negara. Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi, dan Kolumbia dapat mengambil keuntungan dari jadwal tersebut.
Tetapi Venezuela mengejutkan banyak pihak, ketika berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 atas Kolumbia pada Jumat, setelah lini belakang Kolumbia kehilangan konsentrasi dan melakukan kesalahan serupa dengan yang dilakukan Argentina saat melawan Bolivia di Buenos Aires.
Pemain pengganti Venezuela, Frank Felstcher, mencuri posisi di antara dua bek tengah, ia menyambar bola dari Luis Perea, dan menaklukkan kiper David Ospina.
Pelatih Kolumbia, Leonel Alvarez, tidak dapat memainkan pemain sayap Fredy Guarin, pemain yang mencetak gol pembuka pada pertandingan Jumat, karena cedera. Alvarez juga tidak kehilangan penyerang Radamel Falcao dan gelandang Carlos Sanchez untuk dua pertandingan.
Uruguay, yang memuncaki klasemen Conmebol dengan tujuh poin dari tiga pertandingan setelah mereka menghancurkan Chile 4-0 di Montevideo, mendapat bye pada Selasa. Mereka hanya akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Itali di Roma.
Argentina dan Kolumbia berada di posisi kedua dan ketiga dengan empat poin. Tim di posisi keempat adalah Paraguay, juga dengan empat poin. Paraguay akan melawat ke Chile yang sedang berupaya mengembalikan kebanggaan nasionalnya. Sedangkan Venezuela, juga mengoleksi empat poin, akan menjamu Bolivia.
Peru dan Ekuador, yang sama-sama baru mengumpulkan tiga poin, akan bertemu di Quito yang berada di dataran tinggi. Ini adalah keuntungan bagi tim tuan rumah, Ekuador.
Prakiraan Formasi Kedua Tim:
Mereka telah mendapat pelajaran berharga saat melawat ke Venezuela dan kalah 0-1 dari tuan rumah. Ini adalah kekalahan perdana Argentina dari Uruguay, negara di mana baseball lebih populer daripada sepak bola.
Pelatih Alejandro Sabella kini sedang memikirkan nama-nama yang sebelumnya tidak dimasukkannya dalam tim inti, agar ia dapat mengubah taktik untuk menghadapi Kolombia.
Sabella sedang memikirkan pilihannya di lini belakang, setelah Martin Demichelis gagal mengontrol bola yang mudah, kemudian bola dapat dicuri oleh penyerang Marcelo Moreno dapat mencuri bola, mengecohnya, kemudian melepaskan tembakan melewati kiper Sergio Romero dan membuat Bolivia memimpin.
Ia tahu kalau mantan kapten Javier Mascherano secara taktik merupakan pemain yang disiplin dan mampu membaca permainan dengan baik. Mascherano pun mampu bermain sebagai bek tengah dengan baik di Barcelona, dan dapat dimainkan di tengah-tengah tiga bek.
"Mascherano adalah pemain yang cerdas dan pandai, yang mampu membaca gerakan dengan baik, dan meskipun ia tidak tinggi, ia kompetitif di udara," kata Sabella.
Sabella juga perlu meneruskan pekerjaan di lini tengah, untuk mengeluarkan potensi terbaik Lionel Messi, yang gagal bersinar karena ketatnya pertahanan Bolivia. Argentina juga tidak dapat memainkan Angel Di Maria yang masih cedera.
Suhu panas Argentina memerlukan waktu, bahkan jika hanya tersedia waktu tidak lebih dari sehari penuh, untuk beraklimatisasi dengan suhu 40 derajat di Stadion Metropolitano di Barranquilla. Pertandingan tersebut akan dimulai pukul 16.00 waktu setempat.
"Di sana sangat panas, lembab, dan kemungkinan hujan. Ini problematis," kata Sabella kepada reporter pada tengah pekan ketika ia mengonfirmasi kalau ia akan membawa timnya lebih awal.
"Kolombia memiliki keuntungan dan kerugian. Pertama, mereka tidak perlu bepergian...Kedua mereka akan bermain dalam suhu panas yang ekstrim melawan Venezuela." Dua pertandingan kandang dalam rangkaian jadwal kualifikasi Piala Dunia, yang melibatkan sembilan negara. Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi, dan Kolumbia dapat mengambil keuntungan dari jadwal tersebut.
Tetapi Venezuela mengejutkan banyak pihak, ketika berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 atas Kolumbia pada Jumat, setelah lini belakang Kolumbia kehilangan konsentrasi dan melakukan kesalahan serupa dengan yang dilakukan Argentina saat melawan Bolivia di Buenos Aires.
Pemain pengganti Venezuela, Frank Felstcher, mencuri posisi di antara dua bek tengah, ia menyambar bola dari Luis Perea, dan menaklukkan kiper David Ospina.
Pelatih Kolumbia, Leonel Alvarez, tidak dapat memainkan pemain sayap Fredy Guarin, pemain yang mencetak gol pembuka pada pertandingan Jumat, karena cedera. Alvarez juga tidak kehilangan penyerang Radamel Falcao dan gelandang Carlos Sanchez untuk dua pertandingan.
Uruguay, yang memuncaki klasemen Conmebol dengan tujuh poin dari tiga pertandingan setelah mereka menghancurkan Chile 4-0 di Montevideo, mendapat bye pada Selasa. Mereka hanya akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Itali di Roma.
Argentina dan Kolumbia berada di posisi kedua dan ketiga dengan empat poin. Tim di posisi keempat adalah Paraguay, juga dengan empat poin. Paraguay akan melawat ke Chile yang sedang berupaya mengembalikan kebanggaan nasionalnya. Sedangkan Venezuela, juga mengoleksi empat poin, akan menjamu Bolivia.
Peru dan Ekuador, yang sama-sama baru mengumpulkan tiga poin, akan bertemu di Quito yang berada di dataran tinggi. Ini adalah keuntungan bagi tim tuan rumah, Ekuador.
Prakiraan Formasi Kedua Tim:
Kolombia (4-2-3-1): Ospina; Zuniga, Mosquera, Yepes, Armero; Bolivar, Aguilar; Pabon, Rodriguez, Ramos; Martinez.
Argentina (4-4-2): Romero; Zabaleta, Burdisso, Fernandez, Rodriguez; Sosa, Mascherano, Gago, Guinazu; Messi, Higuain.
(afp/lex)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 20:31Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 9 Juni 2026 20:31Guillermo Ochoa, Ikon Timnas Meksiko di Piala Dunia
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 21:22Listrik Padam di Depok hingga Bogor, Ini Penyebabnya
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:17Diisukan Gantikan Menkeu Purbaya, ini Jawaban Budi Gunadi
-
Liputan6 9 Juni 2026 20:02Usai Menghadap Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Kursi Menkeu
-
Liputan6 9 Juni 2026 19:15Bantuan Pangan Beras Diperpanjang Tiga Bulan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6623642/original/025605300_1779454461-IMG_6940.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8159681/original/005529400_1781014180-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_20.21.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8147456/original/007172100_1781000534-IMG-20260609-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556450/original/037805800_1776247114-1000290308.jpg)

