
Bola.net - Patrick Vieira merupakan veteran yang menjalani masa-masa kejayaan Prancis. Dia menjadi anggota tim ketika Les Bleus yang menjadi salah satu kekuatan terbaik Eopa dan dunia mulai tahun 1998 sampai 2006.
Vieira juga sudah berkarir di Inggris selama sekitar 12 tahun. Dia membangun reputasi sebagai gelandang bertahan hebat bersama Arsenal. Tidak salah jika Vieira merasa bahwa dia cukup mengenal dunia sepakbola di Inggris.
Menurut mantan kapten Arsenal ini ada tiga alasan The Three Lions selalu gagal di kompetisi besar.
Yang pertama, Inggris tidak memiliki manajer yang bisa menyatukan perpecahan antar pemain dari klub berbeda. Lalu, Para pemain Inggris tidak mengeluarkan potensi maksimal ketika bersama timnas. Yang terakhir adalah pembinaan pemain muda yang buruk di Inggris.
"Inggris mirip Prancis sebelum 1996 dan 1998. Ada permusuhan besar antar klub di antara Marseille dan Paris Saint-Germain. Di Inggris, perbedaan klub membuat para pemain tak bisa menyatu karena pelatih tidak bisa menjembatani perbedaan mereka."
"Saya juga heran dengan banyaknya pemain Inggris yang mudah sekali melepas kesempatan bermain untuk negaranya. Dulu kami selalu ingin masuk timnas, bahkan jika cedera. Pemain Inggris tak punya keinginan untuk pergi ke turnamen besar."
"Saya, Thierry Henry, Robert Pires, Sylvain Wiltord sudah bermain bersama sejak di level junior timnas. Namun Inggris menganggap tim U-17, U-18, U-19, dan U-21 tidak begitu penting. Mereka hanya memikirkan tim utama saja. Di sinilah Inggris kehilangan semangat tim mereka." (idp/hsw)
Vieira juga sudah berkarir di Inggris selama sekitar 12 tahun. Dia membangun reputasi sebagai gelandang bertahan hebat bersama Arsenal. Tidak salah jika Vieira merasa bahwa dia cukup mengenal dunia sepakbola di Inggris.
Menurut mantan kapten Arsenal ini ada tiga alasan The Three Lions selalu gagal di kompetisi besar.
Yang pertama, Inggris tidak memiliki manajer yang bisa menyatukan perpecahan antar pemain dari klub berbeda. Lalu, Para pemain Inggris tidak mengeluarkan potensi maksimal ketika bersama timnas. Yang terakhir adalah pembinaan pemain muda yang buruk di Inggris.
"Inggris mirip Prancis sebelum 1996 dan 1998. Ada permusuhan besar antar klub di antara Marseille dan Paris Saint-Germain. Di Inggris, perbedaan klub membuat para pemain tak bisa menyatu karena pelatih tidak bisa menjembatani perbedaan mereka."
"Saya juga heran dengan banyaknya pemain Inggris yang mudah sekali melepas kesempatan bermain untuk negaranya. Dulu kami selalu ingin masuk timnas, bahkan jika cedera. Pemain Inggris tak punya keinginan untuk pergi ke turnamen besar."
"Saya, Thierry Henry, Robert Pires, Sylvain Wiltord sudah bermain bersama sejak di level junior timnas. Namun Inggris menganggap tim U-17, U-18, U-19, dan U-21 tidak begitu penting. Mereka hanya memikirkan tim utama saja. Di sinilah Inggris kehilangan semangat tim mereka." (idp/hsw)
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 11 Juni 2026 19:45Satu Faktor X yang Bisa Bikin Kacau Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 11 Juni 2026 08:54Arsene Wenger Sebut Kylian Mbappe Jadi Kambing Hitam di Real Madrid
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 04:58Man of the Match Meksiko vs Afrika Selatan: Julian Quinones
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 04:31Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
piala eropa 24 Maret 2026 10:20Zinedine Zidane Capai Kesepakatan Lisan untuk Latih Timnas Prancis
-
piala eropa 13 Februari 2026 10:31Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
SOROT
-
Liputan6 11 Juni 2026 23:57Kasus Nikel, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,8 M
-
Liputan6 11 Juni 2026 21:55Anggota Komcad TNI Diadili dalam Kasus Jual Beli Senpi Ilegal
-
Liputan6 11 Juni 2026 21:41Hasto Soroti Kenaikan Pertamax: Menggerus Kelas Menengah
-
Liputan6 11 Juni 2026 20:10Hasto Cerita Buku Warisan Bung Karno soal Fondasi Gizi Anak Indonesia
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257087/original/076336600_1781198103-140138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557147/original/077231400_1776320306-IMG_4707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257072/original/066857000_1781192564-36745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257053/original/055777100_1781190006-1001439827.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256906/original/046879200_1781175775-IMG_5827.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257009/original/077584100_1781183698-ab6efb61-b114-4b82-8c89-46a037450f98.jpg)
