
Bola.net - Hasil penelitian menyebutkan jika pergerakan gesit dan lincah yang dimiliki Lionel Messi terkait erat oleh kerja otak pemain asal Argentina tersebut. Menurut penelitian di Inggris itu, otak pemain berbakat seperti Messi bekerja lebih giat dibandingkan rata-rata pemain lainnya.
Para peneliti di Universitas Brunel Inggris menemukan fakta jika pesepakbola dengan skill tinggi mampu mengaktifkan area otak yang lebih luas sehingga membantu pergerakan mereka di lapangan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Sport and Exercise Psychology menemukan fakta jika pemain berbakat seperti Messi dapat menemukan cara untuk lolos dari jeratan lawan dengan cepat, seperti halnya insting ketika di lapangan.
Penelitian itu mengambil contoh 39 pemain dari level pemula hingga semi profesional untuk discan menggunakan MRI. Saat discan, 39 pemain tadi masing-masing disimulasikan dalam permainan sepakbola, kemudian aktivitas otak mereka dipantau melalui MRI.
Hasilnya terlihat jika para pemain yang mampu bereaksi lolos dari jeratan lawan menunjukkan kerja otak yang lebih kompleks dan lebih luas dibandingkan pemain lainnya. "Dari data kerja otak jelas terlihat jika pergerakan otot sangat erat kaitannya dengan kerja otak. Bisa dilihat dari perbandingan pesepakbola handal dengan yang pemula ketika mengambil keputusan untuk melakukan pergerakan di depan lawan," ucap peneliti Daniel Bishop dari Brunel University.
"Kami percaya jika koordinasi kerja otak dan otot ini bisa dikembangkan melalui latihan yang intens, jadi langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana otak bisa dilatih untuk bisa mengantisipasi pergerakan lawan," pungkas Daniel. (afp/mac)
Para peneliti di Universitas Brunel Inggris menemukan fakta jika pesepakbola dengan skill tinggi mampu mengaktifkan area otak yang lebih luas sehingga membantu pergerakan mereka di lapangan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Sport and Exercise Psychology menemukan fakta jika pemain berbakat seperti Messi dapat menemukan cara untuk lolos dari jeratan lawan dengan cepat, seperti halnya insting ketika di lapangan.
Penelitian itu mengambil contoh 39 pemain dari level pemula hingga semi profesional untuk discan menggunakan MRI. Saat discan, 39 pemain tadi masing-masing disimulasikan dalam permainan sepakbola, kemudian aktivitas otak mereka dipantau melalui MRI.
Hasilnya terlihat jika para pemain yang mampu bereaksi lolos dari jeratan lawan menunjukkan kerja otak yang lebih kompleks dan lebih luas dibandingkan pemain lainnya. "Dari data kerja otak jelas terlihat jika pergerakan otot sangat erat kaitannya dengan kerja otak. Bisa dilihat dari perbandingan pesepakbola handal dengan yang pemula ketika mengambil keputusan untuk melakukan pergerakan di depan lawan," ucap peneliti Daniel Bishop dari Brunel University.
"Kami percaya jika koordinasi kerja otak dan otot ini bisa dikembangkan melalui latihan yang intens, jadi langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana otak bisa dilatih untuk bisa mengantisipasi pergerakan lawan," pungkas Daniel. (afp/mac)
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 10:58Lionel Messi yang Terus Berevolusi
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 9 Juni 2026 14:41Update Ranking BWF 2026 Setelah Indonesia Open 2026
BERITA LAINNYA
-
spanyol 8 Juni 2026 01:41Diincar Real Madrid, Josko Gvardiol Mulai Tergoda Tinggalkan Man City
SOROT
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:50IHSG Sesi Kedua Melonjak 4,5%
-
Liputan6 9 Juni 2026 13:16Wamenkum Ungkap Alasan RUU Polri Dibahas Singkat
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:40Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:37BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T
-
Liputan6 9 Juni 2026 12:32IHSG Sesi Pertama Melambung ke 5.599
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133975/original/022875900_1780985815-IMG_2707.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728992/original/071767300_1706507168-IMG-20240129-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8071711/original/001848000_1780916712-IMG_4123.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
