
Di laga tersebut, Madrid sudah unggul sejak menit ke-5. Eksekusi tendangan bebas Esteban Granero sukses disambut Sergio Ramos dengan sebuah sundulan yang membobol gawang Espanyol.
Unggul satu gol, Madrid terus menekan. Apalagi, mental Espanyol mulai goyah sejak kebobolan. Ramos nyaris mencetak gol keduanya malam itu. Sayang, sundulannya masih melebar dari gawang yang dijaga Carlos Kameni.
Menit ke-30 giliran Kaka yang mencetak gol. Pemain yang diberitakan bakal di"depak" dari Real Madrid ini sukses menyundul bola liar hasil tepisan Kameni yang kurang cermat. Bagi Kaka, gol ini seakan menjadi jawaban atas semua keraguan yang ditujukan padanya, belakangan ini.
Di babak kedua, serangan Madrid tidak segencar seperti di babak pertama. Espanyol juga lebih disiplin menjaga daerah pertahanannya.
Namun di menit-menit akhir pertandingan, Madrid berhasil mencetak gol ketiga. Gonzalo Higuain yang turun di babak kedua, membuat gol di menit ke-90 setelah menerima umpan dari Rafael van der Vaart yang juga baru masuk menggantikan Raul Gonzales.
Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Madrid. Hasil ini membuat pasukan Manuel Pellegrini tetap menjaga jarak lima poin dengan Barcelona yang menjadi pemuncak klasemen. Selain itu, yang terpenting, kemenangan ini bisa mengangkat moral anak-anak Los Galacticos, bahwa mereka mampu menang walau tanpa diperkuat sang bintang, CR9. (goal/den)