Djohar Tegaskan Venue Piala Asia U-22 Tetap di Pekanbaru
31-05-2012 10:50
| Djohar Arifin
Stadion Utama Riau yang akan digunakan untuk kualifikasi Piala Asia U-22 dan PON XVIII/2012 © Antara
Bola.net - Pertandingan kualifikasi Piala Asia U-22, 5-15 Juli, tetap digelar di Pekanbaru meski saat ini ada informasi bahwa lokasi pertandingan akan dipindahkan ke Surabaya.
Ketum PSSI Djohar Arifin, mengatakan, hingga saat ini PSSI belum ada rencana untuk memindahkan lokasi pertandingan kualifikasi kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini.
"Surabaya hanya lokasi cadangan. Semuanya juga tahu bahwa memindahkan lokasi pertandingan bukan perkara mudah. Waktunya juga sudah dekat," ujar Djohar.
Menurutnya, untuk menetapkan Pekanbaru sebagai tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E bukan perkara mudah. Indonesia harus bersaing dengan negara-negara besar yang menjadi satu grup yaitu Jepang dan Australia.
Bahkan, kata dia, untuk mendukung pelaksanaannya, perwakilan dari AFC telah melakukan pemantauan langsung terhadap dua stadion yang akan menjadi lokasi pertandingan kualifikasi. Dua stadion itu adalah Kaharudin Nasution dan Stadion Utama Riau.
"Selain perwakilan AFC, beberapa perwakilan negara peserta juga telah meninjau lokasi di Riau," katanya.
Djohar mengaku, saat ini banyak negara peserta kualifikasi telah memesan hotel serta kebutuhan lain yang akan digunakan selama tinggal di Pekanbaru.
Pernyataan Djohar ini bertolak belakang dengan yang diungkapkan oleh Sekjen PSSI Tri Goestoro di Surabaya, Selasa (29/5), setelah meninjau Stadion Bung Tomo, Stadion 10 November, dan Gelora Delta Sidoarjo.
Tri Goesoro di sela kunjungannya mengaku akan mengajukan Surabaya sebagai pengganti Pekanbaru sebagai tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-22. Salah satu alasannya adalah stadion di Pekanbaru masih bermasalah dalam hukum.
(ant/end)
Ketum PSSI Djohar Arifin, mengatakan, hingga saat ini PSSI belum ada rencana untuk memindahkan lokasi pertandingan kualifikasi kejuaraan yang baru pertama kali digelar ini.
"Surabaya hanya lokasi cadangan. Semuanya juga tahu bahwa memindahkan lokasi pertandingan bukan perkara mudah. Waktunya juga sudah dekat," ujar Djohar.
Menurutnya, untuk menetapkan Pekanbaru sebagai tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E bukan perkara mudah. Indonesia harus bersaing dengan negara-negara besar yang menjadi satu grup yaitu Jepang dan Australia.
Bahkan, kata dia, untuk mendukung pelaksanaannya, perwakilan dari AFC telah melakukan pemantauan langsung terhadap dua stadion yang akan menjadi lokasi pertandingan kualifikasi. Dua stadion itu adalah Kaharudin Nasution dan Stadion Utama Riau.
"Selain perwakilan AFC, beberapa perwakilan negara peserta juga telah meninjau lokasi di Riau," katanya.
Djohar mengaku, saat ini banyak negara peserta kualifikasi telah memesan hotel serta kebutuhan lain yang akan digunakan selama tinggal di Pekanbaru.
Pernyataan Djohar ini bertolak belakang dengan yang diungkapkan oleh Sekjen PSSI Tri Goestoro di Surabaya, Selasa (29/5), setelah meninjau Stadion Bung Tomo, Stadion 10 November, dan Gelora Delta Sidoarjo.
Tri Goesoro di sela kunjungannya mengaku akan mengajukan Surabaya sebagai pengganti Pekanbaru sebagai tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-22. Salah satu alasannya adalah stadion di Pekanbaru masih bermasalah dalam hukum.
(ant/end)
Akses Bola.net melalui
http://m.bola.net
pada browser ponsel Anda.

PERISTIWA | DUNIA
- Guru di Puncak Jaya tewas ditembak di pipi kiri
- Pasar Gembrong, pusat penjualan karpet murah
- Seorang wanita bakar diri di depan rumahnya
- Guru di Puncak Jaya tewas ditembak orang tak dikenal
- Naik vespa dari Yogya ke Italia, ini bekal Andy
- Kantor lama Bupati Maluku Tengah terbakar
- Skandal seks artis-pejabat: SMS mesum Carfagna dan Berlusconi
- Marinir jadi beking warung remang-remang di Padang?
- Binatang buas ancaman Andy saat ke Italia lewat India
- Persaingan antar suporter tak pernah berujung



