BNI Taplus Catat Rekor Terburuk

BNI Taplus Catat Rekor Terburuk
- Juara tiga kali putra Jakarta BNI Taplus mengakhiri keikutsertaannya di kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga musim 2009 dengan catatan rekor terburuk, setelah gagal menembus babak empat besar.

Pada laga terakhir seri III putaran dua di GOR PKPSO Kaliwates Jember, Jatim, Minggu, BNI Taplus dibekuk tim tangguh Surabaya Samator dengan skor telak 0-3 (25-27, 21-25, 25-27).

Kekalahan ini merupakan yang kesembilan dari 10 laga yang telah diselesaikan pada babak reguler dan menempatkan BNI Taplus di posisi kelima klasemen sementara dengan poin 11.

Posisi BNI Taplus dipastikan akan tergeser oleh Jember Pemkab Indomaret yang kini di posisi juru kunci dengan poin 10, tapi masih menyisakan tiga laga.

Satu-satunya kemenangan BNI Taplus diraih saat menghadapi Jember Pemkab Indomaret beberapa waktu lalu.

"Teman-teman tetap bermain `all out`, meskipun pertandingan sudah tidak lagi menentukan. Tapi lawan yang kami hadapi memang sulit dan terlalu tangguh," kata Kapten Tim Jakarta BNI Taplus, Uus Susansyah.

Kegagalan BNI Taplus menembus empat besar Proliga merupakan yang pertama sejak keikutsertaan di kompetisi bola voli paling bergengsi di tanah air itu pada 2002.

Kekuatan BNI musim ini memang kalah bersaing karena banyak diperkuat pemain-pemain muda, kendati mantan "setter" tim nasional Loudry Maspaitella masih bermain.

Pada laga lawan BNI, pelatih Surabaya Samator Li Qijiang mengistirahatkan sejumlah pemain pilar. Penampilan pemain lapis kedua Samator yang belum menonjol, mampu diimbangi BNI.

Terbukti, perolehan skor kedua tim sangat ketat, namun Samator tetap tidak memberi satu set pun kepada lawannya.

"Karena Jakarta BNI Taplus menggunakan pemain junior, kami pun juga mencoba memainkan formasi yang sama. Kendati menang, tapi permainan anak-anak belum maksimal," kata Manajer Surabaya Samator, Hari Trisnardjo.

Samator yang akan menjadi tuan rumah pada seri terakhir di Gresik pekan depan, masih menyisakan dua laga melawan Jember Pemkab dan Jakarta Sananta.

Didi Irwadi dan kawan-kawan hampir dipastikan mengulang sukses sebelumnya dengan menjadi juara putaran kedua dan mencatat hasil sempurna dengan tidak terkalahkan.

"Kami tetap akan mengamankan poin maksimal pada dua laga sisa, kendati sudah lolos final four," kata Hari Trisnardjo. (kpl/boo)

Berita Terkait