Jakarta Electric PLN Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Jakarta Electric PLN Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Jakarta Electric PLN
- Favorit juara putri Jakarta Electric PLN meneruskan rekor belum terkalahkan sepanjang Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011, ketika membekuk Gresik Petrokimia 3-0 (25-18, 30-28, 25-12) pada pertandingan babak empat besar, Jumat malam.

Sebelum berlaga di babak empat besar, Jakarta Electric tampil sempurna selama babak reguler yang berlangsung dua putaran dengan menyapu bersih 12 laga yang dimainkan.

Saat menghadapi Gresik Petrokimia di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Susanti Martalia dan kawan-kawan kembali menunjukkan keperkasaannya, kendati sempat mendapat perlawanan sengit di set kedua.

"Kemenangan awal ini menjadi poin penting bagi kami untuk mewujudkan target lolos final. Kami masih membutuhkan minimal tiga kemenangan lagi untuk ke final," kata asisten pelatih Jakarta Electric, Luciana Taroreh.

Ia mengaku bersyukur timnya mampu menjaga konsistensi permainan dan belum pernah kalah sejak babak penyisihan. Kapten Tim Jakarta Electric, Susanti Martalia, berharap hasil yang telah dicapai timnya selama ini, tidak membuat pemain besar kepala dan meremehkan lawan.

"Memang benar kami belum pernah merasakan kekalahan, tapi itu justru bisa jadi beban. Saya hanya mengingatkan pemain untuk tetap fokus dan jangan pernah menganggap enteng lawan," katanya.

Gresik Petrokimia sebenarnya punya tambahan pemain baru asal Brazil, Michely Silva, menghadapi babak empat besar ini, tetapi kualitas permainannya belum seperti yang diharapkan.

"Saat pertama kali dia gabung dengan tim, saya sudah langsung tahu seperti apa karakter mainnya. Dia cukup bagus di pertahanan, tapi memang belum terlalu maksimal," ujar Pelatih Gresik Petrokimia, M Hanafiah.

Ia mengakui kualitas permainan timnya masih kalah dibanding Jakarta Electric yang bermaterikan pemain-pemain berpengalaman.

"Pemain Jakarta Electric lebih matang dan sangat paham memainkan strategi menyerang dan bertahan. Tim kami banyak dihuni pemain muda yang masih butuh banyak jam terbang," tambah Hanafiah.   (ant/fjr)

Berita Terkait