Pelatih Voli Pantai, Dinilai Tak Kreatif

Pelatih Voli Pantai, Dinilai Tak Kreatif
Voli Pantai (Ilustrasi)
- Tim Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) bola voli pantai DKI Jakarta terancam mengalami kejenuhan. Menurut pelatih bola voli pantai putri lapis I DKI Jakarta, Hadi Mulyono, hal tersebut lantaran minimnya even kejuaraan yang bisa diikuti atletnya.


"Setiap hari berlatih seperti ini, semua atlet pasti akan mengalami jenuh. Atlet butuh even kejuaraan, untuk mengubah suasana," kata Hadi kepada , di lapangan voli pantai, Senayan, Jakarta.


Selain bisa membuat atlet jenuh, tanpa even kejuaraan pelatih kesulitan meningkatkan kemampuan atletnya. Sebab, dengan mengikuti kejuaraan, akan menambah jam terbang para atlet. Namun, mantan Ketu Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov PBVSI DKI Jakarta, Heru HP menilai, minimnya even kejuaraan tak bisa dijadikan alasan pelatih untuk terus memacu semangat atletnya. Seorang pelatih harus kreatif agar atlet tetap semangat.


"Ya, itu tugas pelatih bagaimana agar atlet tidak jenuh. Saat jadi Binpres dulu, atlet saya bawa tim ke Cilangkap (Markas TNI), kita minta dimotivasi," kata Heru dengan nada kesal.


Selanjutnya, untuk urusan menambah jam terbang atlet, pelatih juga dituntut kreatif. Jika tidak even kejuaraan, pelatih harus berpikir bagaimana timnya bisa mendapat lawan tanding. Lagi-lagi, Heru membandingkan masa dia jadi Binpres tim bola voli.


"Kalau dulu, saat tidak ada even, kami bawa tim ke Bandung. Di sana, kami uji coba dengan tim pelatda Jawa Barat," akunya.


"Bahkan, kami pernah membuat even sendiri yang diikuti tim bola voli pantai Jabar, Jateng, dan DKI. Itu baru langkah kreatif. Kami telepon Pengprov PBVSI Jabar, untuk diajak uji coba, ternyata Jateng juga mau uji coba juga. Akhirnya, terjadilah even segitiga saja," pungkas Heru.  (bola/mac)

Berita Terkait