J.League, Pelopor Liga Sepak Bola dengan Babak Championship
Serafin Unus Pasi | 12 Agustus 2024 07:57
Bola.net - Di era sepak bola modern ini, hampir semua negara mengadopsi sistem Liga dengan kompetisi penuh. Ini berarti setiap kontestan akan bertemu sebanyak dua kali dalam satu musim, yaitu dengan format kandang dan tandang.
Setiap pertandingan yang dimainkan akan memberikan poin bagi para pesertanya. Yang menang mendapatkan tiga poin, yang kalah nol poin dan jika imbang kedua tim mendapatkan satu poin. Nantinya tim dengan raihan poin terbanyak akan dinobatkan sebagai juara liga tersebut.
Namun di Indonesia, tepatnya di musim 2023/2024 kemarin, PT Liga Indonesia Baru memperkenalkan format Championship. Di mana empat tim teratas dalam klasemen Liga akan dipertarungkan di babak Championship untuk menentukan siapa yang juara dalam sistem babak gugur.
Meski format ini masih cukup asing di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, namun ternyata format kompetisi ini sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh Jepang. Ya, J League sempat mengadopsi sistem Championship ini dan bisa dikatakan sebagai pelopor sistem kompetisi ini di Asia.
Yuk intip penerapan sistem Championship di Jepang di bawah ini.
Babak Championship di Jepang

Ketika pertama kali digulirkan di tahun 1993, J.League tidak mengadopsi full kompetisi. Melainkan menggunakan babak Championship dengan nama Suntory Championship karena alasan sponsor.
Pada saat itu, Liga dibagi menjadi dua tahapan, yaitu paruh awal dan paruh akhir musim. Tim terbaing di masing-masing tahapan akan bertemu di babak final dengan sistem dua leg untuk menjadi jawara sepak bola Jepang.
Jika ada dua tim yang berhasil menjuarai tahap awal dan tahap akhir musim secara bersamaan, maka tim itu akan langsung dinobatkan sebagai juaranya. Hal ini sempat terjadi di tahun 2002 dan 2003 di mana pada saat itu Jubilo Iwata menjuarai tahap awal dan tahap akhir musim 2002, dan Yokohama F Marinos menjuarai tahap awal dan tahap akhir Liga musim 2003.
Pengecualian di Tahun 1996

Format ini digunakan di 12 awal musim J1 League bergulir kecuali pada 1996. Saat itu ada empat tim yang lolos ke fase Championship: Juara dan runner-up J1 League, serta juara dan runner-up J.League Cup.
Format sedikit berbeda juga diberlakukan pada musim 2015 dan 2016. Saat itu, juara kedua paruh musim lolos ke fase Championship, ditambah tim terbaik dari penggabungan poin dua paruh tersebut.
Tim dengan rekor terbaik langsung lolos ke final, sedangkan dua tim lain bertarung lebih dulu di fase semifinal untuk kemudian menentukan siapa yang jadi juara.
Kini, J1 League sudah mengadopsi sistem liga tradisional dengan peraih poin terbanyak di akhir musim akan dinobatkan sebagai sang juara.
Menurut kalian, apakah sistem ini membuat kompetisi liga menjadi lebih seru?
Final J.League (Suntory Championship)

1993 - Kashima Antlers 1-3 Verdy Kawasaki
1994 - Sanfrecce Hiroshima 0-2 Verdy Kawasaki
1995 - Yokohama Marinos 2-0 Verdy Kawasaki
1996 - Kashima Antlers 0-1 Nagoya Grampus
1997 - Kashima Antlers 2-4 Jubilo Iwata
1998 - Jubilo Iwata 2-4 Kashima Antlers
1999 - Jubilo Iwata 3-3 (4-2 pen) Shimizu S-Pulse
2000 - Yokohama F. Marinos 0-3 Kashima Antlers
2001 - Jubilo Iwata 2-3 Kashima Antlers
2002 - Jubilo Iwata Juara Kedua Stage
2003 - Yokohama F. Marinos Juara Kedua Stage
2004 - Yokohama F. Marinos 1-1 (4-2 pen) Urawa Red Diamonds
2015 - Sanfrecce Hiroshima 4-3 Gamba Osaka
2016 - Urawa Red Diamonds 2-2 Kashima Antles (Kashima juara, unggul gol tandang)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lolos Semifinal Bulu Tangkis Beregu Putri Asian Games 2026, Indonesia Bakal Bertemu China
Bulu Tangkis 22 September 2026, 16:31
-
Tidak Ada Alasan Lamine Yamal Tidak Juara Ballon d'Or 2026!
Liga Spanyol 22 September 2026, 16:24
-
Djed Spence Segera Debut di Inter, Siap Tampil Usai Jeda Internasional
Liga Italia 22 September 2026, 16:20
-
Luis De La Fuente Mengaku 'Kecele' Rodri Gabung Barcelona dan Bukannya Real Madrid!
Liga Spanyol 22 September 2026, 16:13
-
Pesan Michael Carrick ke Skuad MU: Gak Usah Overthinking, Kerja, Kerja dan Kerja!
Liga Inggris 22 September 2026, 16:03
-
Matheus Cunha Ingin Hilangkan Kebiasaan Buruk MU ini, Apa Itu?
Liga Inggris 22 September 2026, 15:50
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi, Tetap Tersedia untuk Juventus
Liga Italia 22 September 2026, 15:45
-
Target Tinggi Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup!: Juara itu Wajib!
Tim Nasional 22 September 2026, 15:30
-
Gary Neville Kritik Skuad Manchester United: Dasar Pemalas!
Liga Inggris 22 September 2026, 15:20
-
Menanti Debut Dion Markx Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 22 September 2026, 15:15
-
Terungkap! Benjamin Sesko Alami Cedera dan Batal Main di Jeda Internasional September 2026
Liga Inggris 22 September 2026, 15:04
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33







