Hadapi Garuda, CLS Knights Tata Mental Pemain
Editor Bolanet | 18 April 2012 19:35
- Laga Garuda Bandung melawan CLS Knights Surabaya adalah rematch Championship Series tahun lalu. Kala itu, CLS Knights menang 57-45. Tapi tahun ini, CLS memasuki pertarungan dengan beban lebih berat, setelah kalah tiga kali di tangan Garuda saat musim reguler. Termasuk di hadapan publik sendiri di Surabaya.
Meskipun total poin CLS lebih tinggi, prosentase field goal juara Preseason Tournament ini masih di bawah Garuda. Pelatih CLS Risdianto Roeslan mengaku, Garuda tidak hanya memiliki defense luar biasa.
Tim besutan Wan Amran itu juga punya mental bertanding yang kokoh. Inilah yang membuat daya gempur anak asuhnya melemah. Di Championship Series, dirinya akan fokus membenahi mental. “Musim ini, penampilan kami naik-turun. Menghadapi Garuda jelas menimbulkan kekhawatiran bagi kami,” aku Risdi.
Menjelang Championship Series, timnya sudah membedah kekuatan dan kelemahan Garuda. Apalagi, CLS sudah gregetan ingin menggenggam trofi Champion setelah tahun lalu kalah oleh Satria Muda di Grand Final. “Sekarang tinggal bagaimana menata mental anak-anak supaya terbiasa dengan gaya permainan mereka,” ujar pelatih kelahiran Kediri ini.
Motivasi anak-anak Garuda untuk menghadapi laga tersebut pun tak kalah tinggi. Mereka teatp ingin melakukan pembalasan atas kekalahan di tangan CLS pada Championship Series musim lalu.
”Tahun ini kami memang selalu unggul atas CLS di musim reguler. Tapi, pencapaian itu tak akan ada artinya kalau kami sampai kalah melawan CLS di Championship Series. Karena itu, saya meminta anak-anak untuk benar-benar fokus menghadapi laga krusial tersebut,” ujar AF Rinaldo, asisten pelatih Garuda. (nbl/kny)
Meskipun total poin CLS lebih tinggi, prosentase field goal juara Preseason Tournament ini masih di bawah Garuda. Pelatih CLS Risdianto Roeslan mengaku, Garuda tidak hanya memiliki defense luar biasa.
Tim besutan Wan Amran itu juga punya mental bertanding yang kokoh. Inilah yang membuat daya gempur anak asuhnya melemah. Di Championship Series, dirinya akan fokus membenahi mental. “Musim ini, penampilan kami naik-turun. Menghadapi Garuda jelas menimbulkan kekhawatiran bagi kami,” aku Risdi.
Menjelang Championship Series, timnya sudah membedah kekuatan dan kelemahan Garuda. Apalagi, CLS sudah gregetan ingin menggenggam trofi Champion setelah tahun lalu kalah oleh Satria Muda di Grand Final. “Sekarang tinggal bagaimana menata mental anak-anak supaya terbiasa dengan gaya permainan mereka,” ujar pelatih kelahiran Kediri ini.
Motivasi anak-anak Garuda untuk menghadapi laga tersebut pun tak kalah tinggi. Mereka teatp ingin melakukan pembalasan atas kekalahan di tangan CLS pada Championship Series musim lalu.
”Tahun ini kami memang selalu unggul atas CLS di musim reguler. Tapi, pencapaian itu tak akan ada artinya kalau kami sampai kalah melawan CLS di Championship Series. Karena itu, saya meminta anak-anak untuk benar-benar fokus menghadapi laga krusial tersebut,” ujar AF Rinaldo, asisten pelatih Garuda. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Resmi Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 17 Juni 2026, 17:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Skotlandia vs Maroko 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 17:21
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Australia 20 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 16:59
-
Catatan Menarik Austria vs Yordania: Arnautovic Cetak Sejarah
Piala Dunia 17 Juni 2026, 15:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











