Hadapi SEABA, Timnas Muda Targetkan Tiga Besar
Editor Bolanet | 24 Juni 2012 18:15
- Setelah menjalani program pemusatan latihan di Surabaya dan serangkaian uji coba di Filipina, Tim Nasional (Timnas) Muda Indonesia Minggu hari ini (24/6) bertolak ke Singapura untuk menghadapi 8th SEABA U-18 Championship.
Turnamen yang digelar pada 26-30 Juni 2012 itu diikuti lima negara di Asia Tenggara. Selain Indonesia, pesertanya adalah Laos, Malaysia, juara bertahan Filipina, serta tuan rumah Singapura.
Turnamen ini menerapkan sistem round robin. Di sistem ini, setiap tim akan saling bertemu sebanyak satu kali. Tiga tim peringkat teratas di akhir turnamen secara otomatis akan melaju ke 22nd FIBA Asia U-18 Championship yang bakal berlangsung di Ulan Bator, Mongolia, 17-26 Agustus mendatang.
Menjelang SEABA, pihak PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebagai pengelola Timnas Muda bersama Pengurus Pusat (PP) Perbasi merasa optimistis target tiga besar akan tercapai. Grafik meningkat yang ditunjukkan Kevin Yonas dkk selama latihan dan uji coba menjadi bekal luar biasa.
“Salah satu hal penting yang harus terbentuk adalah chemistry. Percuma punya kumpulan anak berbakat kalau tidak bersatu. Kami rasa, rangkaian uji coba selama di Filipina telah berhasil meng-create kekompakan dan rasa percaya antara satu sama lain. Kami menuju Singapura dengan perasaan jauh lebih mantap dari sebelumnya,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Timnas Muda.
Nathaniel 'Nath' Canson, pelatih Timnas Muda, menilai timnya juga siap menghadapi semua lawan di Singapura. “Rangkaian uji coba di Filipina mampu membuka mata kita atas berbagai celah yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat defense dan offense. Sejauh ini anak-anak menunjukkan perkembangan sangat signifikan, termasuk chemistry dan mental bertanding melawan tim asing. Ini modal berharga untuk menggempur lawan di ajang SEABA nanti,” tuturnya.
Di hari pertama kompetisi di Singapura, Selasa 26 Juni, Timnas Muda bakal langsung menghadapi salah satu lawan berat, yaitu Malaysia. Setelah itu baru menghadapi Singapura, Laos, dan terakhir Filipina.
Seandainya lolos, maka Timnas Muda akan membuka jalan baru dalam sejarah basket Indonesia. Sebab, Indonesia sudah lama sekali absen di kejuaraan FIBA Asia. Kiprah terakhir Indonesia di ajang itu adalah pada 1995, saat turnamen itu digelar di Manila, Filipina. Berarti, sudah 17 tahun lamanya Indonesia tidak tampil.
Pada saat itu, Timnas Muda (masih disebut Timnas U-18) masih diperkuat antara lain Agung Sunarko, Hari Suharsono, dan Danny Harahap. Semuanya kini sudah sangat senior atau sudah tidak lagi berkiprah di ajang basket nasional.
“Selama lebih dari 30 tahun, saya rasa tim kali ini akan menjadi generasi terbaik basket Indonesia. Mereka punya skill dan postur yang sangat menunjang. Saya percaya, mereka bisa membawa Indonesia maju ke FIBA Asia setelah Indonesia absen sekian lama,” pungkas Danny Kosasih, manajer Timnas Muda. (dbl/kny)
Turnamen yang digelar pada 26-30 Juni 2012 itu diikuti lima negara di Asia Tenggara. Selain Indonesia, pesertanya adalah Laos, Malaysia, juara bertahan Filipina, serta tuan rumah Singapura.
Turnamen ini menerapkan sistem round robin. Di sistem ini, setiap tim akan saling bertemu sebanyak satu kali. Tiga tim peringkat teratas di akhir turnamen secara otomatis akan melaju ke 22nd FIBA Asia U-18 Championship yang bakal berlangsung di Ulan Bator, Mongolia, 17-26 Agustus mendatang.
Menjelang SEABA, pihak PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sebagai pengelola Timnas Muda bersama Pengurus Pusat (PP) Perbasi merasa optimistis target tiga besar akan tercapai. Grafik meningkat yang ditunjukkan Kevin Yonas dkk selama latihan dan uji coba menjadi bekal luar biasa.
“Salah satu hal penting yang harus terbentuk adalah chemistry. Percuma punya kumpulan anak berbakat kalau tidak bersatu. Kami rasa, rangkaian uji coba selama di Filipina telah berhasil meng-create kekompakan dan rasa percaya antara satu sama lain. Kami menuju Singapura dengan perasaan jauh lebih mantap dari sebelumnya,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Timnas Muda.
Nathaniel 'Nath' Canson, pelatih Timnas Muda, menilai timnya juga siap menghadapi semua lawan di Singapura. “Rangkaian uji coba di Filipina mampu membuka mata kita atas berbagai celah yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat defense dan offense. Sejauh ini anak-anak menunjukkan perkembangan sangat signifikan, termasuk chemistry dan mental bertanding melawan tim asing. Ini modal berharga untuk menggempur lawan di ajang SEABA nanti,” tuturnya.
Di hari pertama kompetisi di Singapura, Selasa 26 Juni, Timnas Muda bakal langsung menghadapi salah satu lawan berat, yaitu Malaysia. Setelah itu baru menghadapi Singapura, Laos, dan terakhir Filipina.
Seandainya lolos, maka Timnas Muda akan membuka jalan baru dalam sejarah basket Indonesia. Sebab, Indonesia sudah lama sekali absen di kejuaraan FIBA Asia. Kiprah terakhir Indonesia di ajang itu adalah pada 1995, saat turnamen itu digelar di Manila, Filipina. Berarti, sudah 17 tahun lamanya Indonesia tidak tampil.
Pada saat itu, Timnas Muda (masih disebut Timnas U-18) masih diperkuat antara lain Agung Sunarko, Hari Suharsono, dan Danny Harahap. Semuanya kini sudah sangat senior atau sudah tidak lagi berkiprah di ajang basket nasional.
“Selama lebih dari 30 tahun, saya rasa tim kali ini akan menjadi generasi terbaik basket Indonesia. Mereka punya skill dan postur yang sangat menunjang. Saya percaya, mereka bisa membawa Indonesia maju ke FIBA Asia setelah Indonesia absen sekian lama,” pungkas Danny Kosasih, manajer Timnas Muda. (dbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Wuwungan Antar Stadium Bekuk Satya Wacana
Basket 18 Mei 2014, 20:35
-
Rogun Antar Satria Muda Bekuk Satya Wacana
Basket 13 Mei 2014, 20:00
-
Komink Disimpan, Pelita Jaya Tundukkan NSH GMC
Basket 13 Mei 2014, 19:45
-
Kalah dari Tomang Sakti, Rajawali Kian Terpuruk
Basket 13 Mei 2014, 17:15
-
Sritex Dragons Kembali Kalah di Tangan Sahabat Semarang
Basket 13 Mei 2014, 17:00
LATEST UPDATE
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Kapan Brasil vs Maroko Main, Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:10
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:00
-
Hasil Race 1 WorldWCR Emilia Romagna 2026: Maria Herrera Bekuk Beatriz Neila
Otomotif 13 Juni 2026, 17:37
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











