NBL Indonesia Terapkan Format Double Elimination
Editor Bolanet | 10 April 2012 21:45
- Penambahan dua kontestan telah membuat Flexi NBL Indonesia lebih berbobot jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Jadwal yang panjang membuat tiap tim harus lebih pintar meracik strategi dan rotasi. Hasilnya, semakin banyak pertandingan yang berakhir dengan dramatis. Mulai seri pertama akhir tahun lalu sampai seri keenam yang berakhir Minggu lalu (8/4).
Babak penentuan juara nasional yang dikemas pada championship series pada 21-29 April di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bakal lebih seru lagi. Perubahan format dari single elimination menjadi double elimination akan membuat kontestan babak delapan besar itu harus melalui lebih banyak pertandingan untuk sampai di tangga juara.
Selain itu, format tersebut memungkinkan satu tim memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Sebab, seandainya terpeleset sehingga kalah dalam satu pertandingan, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. Hal tersebut berlaku di semua ronde, kecuali grand final.
Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda menyatakan, format single elimination yang dipakai musim lalu sebenarnya sudah baik. Pertandingan-pertandingan yang seru dan menegangkan tercipta selama championship series. Dia yakin, format double elimination akan membuat championship series musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
Ada dua hal yang melatarbelakangi keputusan kami untuk menggunakan format double elimination. Pertama agar pertandingan-pertandingan seru dan menegangkan seperti musim lalu tetap tercipta. Kedua untuk memberikan show yang lebih banyak kepada para fans, jelas Azrul.
Secara terpisah, Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Erwin Bella Harapan menyatakan perubahan format championship series telah mendapatkan persetujuan dari klub-klub kontestan NBL. Kami memang mendapatkan masukan untuk mengubah format championship series. Setelah membahas setiap masukan dengan saksama, kami akhirnya memutuskan memakai sistem double elimination, katanya.
Menurut Ade Bella, panggilan akrab Erwin Bella Harapan, double elimination bakal membuat championship series ramah terhadap tim yang kalah di awal laga. Mereka masih memiliki kans untuk membalas pada pertandingan selanjutnya. Bahkan, kalau bisa terus menang pada laga berikutnya, tim yang pernah kalah itu bisa menjadi juara.
Mungkin saja tim itu tidak siap pada pertandingan awal, jadi kalah. Nah, mereka bisa melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga selanjutnya, ucap Ade Bella. Saya yakin akan muncul juara sejati musim ini. Saya sendiri tidak sabar karena pertandingannya akan berlangsung sangat menarik. Saya rasa akan lebih seru dan menarik dari yang terlihat sepanjang musim ini, imbuh komisaris Comfort Mobile BSC Jakarta tersebut.
Sejatinya, bagi Bella, format double elimination itu bukan barang baru. Beberapa cabang olahraga di Olimpiade sudah menggunakannya. Terbukti, pemenangnya sering di luar prediksi. Tim pecundang bisa saja menjadi pemenang di akhir kompetisi.
Kontestan championship series pun memberikan sambutan positif atas format baru itu. Pelatih Dell Aspac Jakarta, Tjetjep Firmansyah optimistis timnya bisa melaju ke babak final. Meski, di antara empat tim yang satu pool, Aspac kalah head-to-head 1-2 oleh PJ.
Menurut Tjetjep, pool timnya lebih mudah daripada pool yang berisi juara musim reguler Satria Muda Britama Jakarta, Garuda Speedy Bandung (peringkat keempat), CLS Knights Good Day Surabaya (peringkat kelima), dan Bimasakti Nikko Steel Malang (peringkat kedelapan).
Memang kalau dilihat, jalannya tidak seterjal jika kami bergabung dengan Garuda dan CLS. Namun, tetap saja, championship series kondisinya akan lain. Semua tim berbahaya. Kekuatannya merata, tegasnya. (nbl/kny)
Babak penentuan juara nasional yang dikemas pada championship series pada 21-29 April di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bakal lebih seru lagi. Perubahan format dari single elimination menjadi double elimination akan membuat kontestan babak delapan besar itu harus melalui lebih banyak pertandingan untuk sampai di tangga juara.
Selain itu, format tersebut memungkinkan satu tim memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Sebab, seandainya terpeleset sehingga kalah dalam satu pertandingan, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. Hal tersebut berlaku di semua ronde, kecuali grand final.
Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda menyatakan, format single elimination yang dipakai musim lalu sebenarnya sudah baik. Pertandingan-pertandingan yang seru dan menegangkan tercipta selama championship series. Dia yakin, format double elimination akan membuat championship series musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
Ada dua hal yang melatarbelakangi keputusan kami untuk menggunakan format double elimination. Pertama agar pertandingan-pertandingan seru dan menegangkan seperti musim lalu tetap tercipta. Kedua untuk memberikan show yang lebih banyak kepada para fans, jelas Azrul.
Secara terpisah, Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia, Erwin Bella Harapan menyatakan perubahan format championship series telah mendapatkan persetujuan dari klub-klub kontestan NBL. Kami memang mendapatkan masukan untuk mengubah format championship series. Setelah membahas setiap masukan dengan saksama, kami akhirnya memutuskan memakai sistem double elimination, katanya.
Menurut Ade Bella, panggilan akrab Erwin Bella Harapan, double elimination bakal membuat championship series ramah terhadap tim yang kalah di awal laga. Mereka masih memiliki kans untuk membalas pada pertandingan selanjutnya. Bahkan, kalau bisa terus menang pada laga berikutnya, tim yang pernah kalah itu bisa menjadi juara.
Mungkin saja tim itu tidak siap pada pertandingan awal, jadi kalah. Nah, mereka bisa melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga selanjutnya, ucap Ade Bella. Saya yakin akan muncul juara sejati musim ini. Saya sendiri tidak sabar karena pertandingannya akan berlangsung sangat menarik. Saya rasa akan lebih seru dan menarik dari yang terlihat sepanjang musim ini, imbuh komisaris Comfort Mobile BSC Jakarta tersebut.
Sejatinya, bagi Bella, format double elimination itu bukan barang baru. Beberapa cabang olahraga di Olimpiade sudah menggunakannya. Terbukti, pemenangnya sering di luar prediksi. Tim pecundang bisa saja menjadi pemenang di akhir kompetisi.
Kontestan championship series pun memberikan sambutan positif atas format baru itu. Pelatih Dell Aspac Jakarta, Tjetjep Firmansyah optimistis timnya bisa melaju ke babak final. Meski, di antara empat tim yang satu pool, Aspac kalah head-to-head 1-2 oleh PJ.
Menurut Tjetjep, pool timnya lebih mudah daripada pool yang berisi juara musim reguler Satria Muda Britama Jakarta, Garuda Speedy Bandung (peringkat keempat), CLS Knights Good Day Surabaya (peringkat kelima), dan Bimasakti Nikko Steel Malang (peringkat kedelapan).
Memang kalau dilihat, jalannya tidak seterjal jika kami bergabung dengan Garuda dan CLS. Namun, tetap saja, championship series kondisinya akan lain. Semua tim berbahaya. Kekuatannya merata, tegasnya. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday
Tim Nasional 9 Juni 2026, 18:31
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:22
-
Daftar Lengkap Skuad 48 Negara di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:10
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:05
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:02
-
Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 18:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19





