Tanpa Thoyib dan Xaverius, Aspac Kalahkan Pacific
Editor Bolanet | 2 April 2012 21:15
- Menghadapi Pacific Caesar Surabaya, dua pemain andalan Dell Aspac Jakarta tidak dimainkan oleh Coach Tjetjep Firmansyah. Namun demikian, meski tanpa M. Isman Thoyib dan Xaverius Prawiro, Aspac tetap terlalu tangguh bagi Pacific. Aspac menang 55-42. Ini merupakan kemenangan pertama Aspac di Seri Jakarta.
Pemain andalan Pacific, Gege Nagata yang turun sebagai starter tampil sangat percaya diri. Mendapat kawalan ketat dari para pemain Aspac, Gege kerap berhasil menemukan ruang tembak. Melepaskan tujuh kali tembakan, Gege menyarangkan dua tembakan tiga angka dan satu tembakan dua angka. Mengetahui performa hebat dari Gege, para pemain Aspac tidak terlalu ambil pusing. Mereka tetap agresif dalam menyerang dan unggul sementara 15-12 di akhir kuarter pertama.
Aspac mulai mengetatkan pertahanan di kuarter kedua. Saking ketatnya pertahanan Aspac, Gege Nagata dan kawan-kawan hanya berhasil memasukkan satu tembakan dua angka dari 14 potensi field goals. Sementara Aspac, semua pemain tampil merata dengan kontribusi rata-rata dua poin untuk memperlebar jarak menjadi 29-15 di akhir kuarter kedua.
Pacific kembali mengejar di kuarter ketiga. Gege Nagata kembali menjadi motor serangan. Tujuh angka dari Gege pada kuarter ini menggenapi total 15 poin bagi Pacific. Dalam kubu Aspac, Raymond Shariputra yang bermain cukup lama memberikan kinerja yang sangat efektif melalui sumbangan tujuh angka. Laga berjalan ketat. Pacific mencetak 15 poin, sementara Aspac 19.
Anak asuh Coach Arturo Cristobal berhasil membawa timnya unggul di kuarter terakhir, 12-7. Namun akumulasi keseluruhan tetap ada pada keunggulan Aspac. Pemain andalan Pacific, Gege Nagata menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 17 angka. Pringgo Regowo meraup 10 angka untuk menjadi pencetak angka terbanyak pada kubu Aspac. (nbl/kny)
Pemain andalan Pacific, Gege Nagata yang turun sebagai starter tampil sangat percaya diri. Mendapat kawalan ketat dari para pemain Aspac, Gege kerap berhasil menemukan ruang tembak. Melepaskan tujuh kali tembakan, Gege menyarangkan dua tembakan tiga angka dan satu tembakan dua angka. Mengetahui performa hebat dari Gege, para pemain Aspac tidak terlalu ambil pusing. Mereka tetap agresif dalam menyerang dan unggul sementara 15-12 di akhir kuarter pertama.
Aspac mulai mengetatkan pertahanan di kuarter kedua. Saking ketatnya pertahanan Aspac, Gege Nagata dan kawan-kawan hanya berhasil memasukkan satu tembakan dua angka dari 14 potensi field goals. Sementara Aspac, semua pemain tampil merata dengan kontribusi rata-rata dua poin untuk memperlebar jarak menjadi 29-15 di akhir kuarter kedua.
Pacific kembali mengejar di kuarter ketiga. Gege Nagata kembali menjadi motor serangan. Tujuh angka dari Gege pada kuarter ini menggenapi total 15 poin bagi Pacific. Dalam kubu Aspac, Raymond Shariputra yang bermain cukup lama memberikan kinerja yang sangat efektif melalui sumbangan tujuh angka. Laga berjalan ketat. Pacific mencetak 15 poin, sementara Aspac 19.
Anak asuh Coach Arturo Cristobal berhasil membawa timnya unggul di kuarter terakhir, 12-7. Namun akumulasi keseluruhan tetap ada pada keunggulan Aspac. Pemain andalan Pacific, Gege Nagata menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 17 angka. Pringgo Regowo meraup 10 angka untuk menjadi pencetak angka terbanyak pada kubu Aspac. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: RD Kongo vs Uzbekistan
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:11
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia vs Portugal
Piala Dunia 28 Juni 2026, 02:06
-
Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Panama vs Inggris
Piala Dunia 28 Juni 2026, 01:19
-
Link Nonton Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia vs Ghana
Piala Dunia 28 Juni 2026, 00:53
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







