Ubaya Gagal Kawinkan Gelar Libamanas 2012

Editor Bolanet | 21 Februari 2012 05:58
Ubaya Gagal Kawinkan Gelar Libamanas 2012
Libamanas 2012
- Keinginan tim basket Universitas Surabaya (Ubaya) mengawinkan gelar juara 2012, gagal terwujud. Keberhasilan tim putri menekuk Universitas Pelita Harapan (UPH) di partai final dengan skor 77-64, tidak berlanjut di sektor putra. Arif Hidayat dan kawan-kawan dipaksa mengakui ketangguhan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung dengan skor tipis 74-73 di Hall Basket Senayan, Jakarta, Senin(20/2) malam.

Meski gagal mengawinkan gelar, namun Ubaya tetap mendapatkan juara ganda. Itu setelah Gabriel Sophia dan Arif Hidayat dinobatkan sebagai most valuable player (MVP). Sementara pelatih ITHB, Recky Kurniawan, ditahbiskan sebagai pelatih terbaik. Namun, gelar MVP tersebut tak bisa menutupi kekecewaan Arif. Jebolan kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air Honda DBL Indonesia tersebut lebih senang jika timnya mampu mengangkat trofi juara.

“Sejujurnya, saya sangat kecewa. Saya tak masalah tidak bisa menjadi MVP asalkan Ubaya bisa menjadi juara. Rasanya gelar ini sangat percuma karena kami gagal menjadi juara. Kami kurang konsisten di pertandingan tadi (tadi malam),” terang Arif saat ditemui Bola.net setelah pertandingan.

Kemenangan ITHB tentu disambut suka cita para pemain dan ofisial. Pasalnya, mereka memang memetik kemenangan dengan susah payah. Asisten pelatih ITHB, Yosef Pratiknyo menyatakan, anak asuhnya menang di defense. Terutama di kuarter keempat ketika mereka harus bersusah payah membangun keunggulan.

“Sejak awal kami terus menekankan kepada anak-anak untuk lebih disiplin di defense. Kami sudah menduga bahwa Ubaya akan tampil dengan karakter aslinya yang pantang menyerah. Akhirnya, itu terbukti di pertandingan barusan,” tegas Yosef.

Di sisi lain, partai final tersebut mendapat apresiasi dari Menpora, Andi Alifian Mallarangeng. Hadirnya tiga tim dari luar Jakarta di partai final dianggapnya sebagai indikasi meratanya basket di Tanah Air. Jika persaingan antar kampus di Indonesia kian merata, tentu banyak manfaat yang bisa dipetik oleh basket Indonesia secara keseluruhan.

“Di level pelajar, DBL sudah merata Indonesia. Sekarang Libamanas yang menunjukkan persaingan sengit. Bahkan, NBL sekarang juga lebih ketat. Kalau hal itu terus bertahan, tak lama lagi kita bisa menyalip Filipina. Apalagi, sebentar lagi juga akan ada liga basket untuk putri. Ini hal yang sangat bagus untuk kemajuan basket Indonesia,” ucap Andi. (esa/Rev)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE