Review: Setengah Lusin Gol Australia Cetak Sejarah
Editor Bolanet | 26 Januari 2011 01:20
Australia yang sangat ingin menjadi juara sebagai modal mereka saat menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2015 nanti, tampil menggebrak sejak peluit tanda pertandingan dibuka ditiup wasit Ali Albadwawi.
Hasilnya, laga baru berjalan 4 menit Australia mampu mencetak gol pembuka melalui kaki Harry Kewel. Umpan terobosan Matt McKay mampu dimaksimalkan Kewel dengan tendangannya dari sisi kiri. Kiper Uzbekistan, Temur Juraev, gagal menghalau tendangan mantan striker Liverpool yang kini memperkuat Galatasary itu.
Unggul satu gol tak membuat Socceroos mengendurkan serangan mereka. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan. Sementara Uzbekistan yang di dua pertemuan mereka dengan Australia sebelumnya selalu kalah hingga pertengahan babak pertama tak mampu berbuat apa-apa selain bertahan.
Pemain terbaik Piala Champions Asia 2010, Sasa Ognenovski mampu menggandakan kemenangan timnya dengan mencetak gol kedua Australia di menit ke-35. Berawal dari sebuah situasi set piece, bola hasil duel udara jatuh di dekat kaki Sasa. Tanpa babibu ia langsung menyambarnya ke gawang Uzbekistan. Skor pun berubah menjadi 2-0. Keunggulan dua gol Socceroos itu sendirti bertahan hingga turun minum.
Pelatih Australia, Holger Osieck menarik keluar Harry Kewel di babak kedua tepatnya di menit ke 52. Selain ingin menyimpan pemain Galatasaray itu agar tampil fit di final, Osieck terlihat seperti ingin mengendurkan serangan mereka dan mempertahankan keunggulan 2 gol tadi.
Namun ternyata, serangan Australia tetap tak berkurang. Bahkan di menit ke-65 David Carney mampu membuat Uzbekistan kian tertinggal jauh. Kredit harus diberikan kepada Matt McKay, ia kembali lagi mencetak assist dan berperan besar dalam lahirnya gol ketiga ini.
Semenit kemudian, Uzbekistan mencoba memperkecil ketertinggalan mereka melalui Odil Ahmedov. Setelah mampu melewati 4 pemain belakang Australia, ia kemudian melepaskan tendangan keras ke gawang. Namun, Mark Schwarzer mampu mementahkan satu-satunya peluang Uzbekistan tersebut.
Petaka bagi Uzbekistan beberapa detik usai peluang mereka tadi itu. Mereka kini harus bermain dengan 10 orang setelah Ulughbek Bakaev harus diusir oleh wasit Ali Albadwawi karena menerima kartu kuning keduanya, usai bersitegang dengan pemain belakang Australia.
Keunggulan jumlah pemain ini mampu dimanfaatkan Socceroos dengan baik. Mereka bahkan mampu memborong tiga gol lagi melalui pemain yang baru masuk, Brett Emerton ('74), Carl Valeri ('82), serta pemain pengganti lainnya Robbie Kruse ('83).
Kemenangan ini membuat Australia mencetak sejarah baru untuk tampil di final Piala Asia 2011. Mereka akan ditantang Jepang yang juga lolos setelah menang drama adu penalti atas Korea Selatan. (bola/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Parma vs Juventus: 4 Gol dan 3 Poin untuk Bianconeri
Liga Italia 2 Februari 2026, 04:48
-
Man of the Match Cremonese vs Inter Milan: Federico Dimarco
Liga Italia 2 Februari 2026, 02:39
-
Man of the Match Tottenham vs Man City: Dominic Solanke
Liga Inggris 2 Februari 2026, 02:28
-
Man of the Match Man United vs Fulham: Casemiro
Liga Inggris 2 Februari 2026, 00:45
-
Man of the Match Real Madrid vs Rayo Vallecano: Vinicius Junior
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 00:32
-
Hasil Lyon vs LOSC: Calvin Verdonk Masuk dari Bangku Cadangan, Sayang Timnya Kalah
Tim Nasional 2 Februari 2026, 00:01
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30






