4000 Nyawa Bisa Jadi Tumbal Piala Dunia Qatar 2022
Editor Bolanet | 26 September 2013 22:33
- Pembangunan stadion, hotel, tempat akomodasi lainnya dan seluruh infrastruktur pendukung di Qatar menjelang Piala Dunia 2022 mendatang menjadi perhatian dunia. Pasalnya, para pekerja dianggap tidak mendapatkan perlindungan yang layak dari para perusahaan konstruksi.
Qatar mendatangkan setengah juta pekerja dari Nepal, Sri Lanka, India dan beberapa negara lain untuk membangun seluruh infrastruktur pendukung Piala Dunia 2022 tersebut. International Trade Union Confederation (ITUC) mengungkapkan keprihatinannya atas keselamatan para pekerja migran tersebut.
Jika situasi saat ini tidak ditindaklanjuti, banyak ITUC memperkirakan akan ada korban jiwa rata-rata 12 orang per pekannya. Pernyataan ITUC berbunyi:
Para pekerja bekerja dalam suhu 50 derajat celcius, pihak perusahaan menahan paspor dan gaji mereka selama beberapa bulan; hal ini membuat para pekerja tak bisa meninggalkan tempat kerjanya. Selain itu mereka juga tak mendapat air minum gratis. Investigasi kami menemukan penyakit yang diidap para pekerja di tempat tinggal yang terlalu penuh dan tidak bersih; kelaparan juga sempat dilaporkan. Para pekerja konstruksi asal Nepal mengungsi di kedutaan mereka dan akhirnya meninggalkan Qatar; mereka mengklaim tak dibayar.
Sekjen ITUC Sharan Burrow telah bertemu Menteri Tenaga Kerja Qatar namun mengatakan bahwa pihak pemerintah Qatar tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi masalah itu. (SI/hsw)
Qatar mendatangkan setengah juta pekerja dari Nepal, Sri Lanka, India dan beberapa negara lain untuk membangun seluruh infrastruktur pendukung Piala Dunia 2022 tersebut. International Trade Union Confederation (ITUC) mengungkapkan keprihatinannya atas keselamatan para pekerja migran tersebut.
Jika situasi saat ini tidak ditindaklanjuti, banyak ITUC memperkirakan akan ada korban jiwa rata-rata 12 orang per pekannya. Pernyataan ITUC berbunyi:
Para pekerja bekerja dalam suhu 50 derajat celcius, pihak perusahaan menahan paspor dan gaji mereka selama beberapa bulan; hal ini membuat para pekerja tak bisa meninggalkan tempat kerjanya. Selain itu mereka juga tak mendapat air minum gratis. Investigasi kami menemukan penyakit yang diidap para pekerja di tempat tinggal yang terlalu penuh dan tidak bersih; kelaparan juga sempat dilaporkan. Para pekerja konstruksi asal Nepal mengungsi di kedutaan mereka dan akhirnya meninggalkan Qatar; mereka mengklaim tak dibayar.
Sekjen ITUC Sharan Burrow telah bertemu Menteri Tenaga Kerja Qatar namun mengatakan bahwa pihak pemerintah Qatar tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatasi masalah itu. (SI/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23













