Ada Misi Sosial Dalam Pengumuman Transfer Pemain AS Roma
Dimas Ardi Prasetya | 3 Juli 2019 17:01
Bola.net - Klub asal Italia AS Roma membawa perkenalan pemain barunya via media sosial ke level yang berbeda. Hal itu terjadi setelah manajemen AS Roma baru saja menjalin kerja sama dengan NCMEC alias National Center for Missing and Exploited Children (Pusat Nasional untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi) di Amerika Serikat dan Telefono Azzurro di Italia.
Dengan kerja sama itu, tiap kali AS Roma memperkenalkan pemain baru via medsos, Twitter contohnya, maka mereka juga akan menyertakan video yang berisi sejumlah informasi terkait anak yang hilang.
Informasi itu berupa foto sang anak. Kemudian juga dengan usia dan lokasi di mana anak itu terlihat terakhir kali.
AS Roma sendiri sejauh ini telah merekrut dua pemain anyar. Yang pertama adalah Leonardo Spinazzola, yang direkrut dari Juventus.
Begitu perekrutannya diumumkan di Twitter, terpampang pula informasi terkait sejumlah anak yang hilang. Pengumuman dilakukan dalam dua bahasa, Inggris dan Italia.
Dalam pengumuman menggunakan bahasa Inggris, Roma menunjukkan informasi anak hilang di Amerika Serikat, sementara dalam pengumuman versi bahasa Italia, I Lupi memberikan informasi anak hilang di kawasan Negeri Spaghetti tersebut.
Kemudian yang kedua adalah perekrutan Amadou Diawara. Ia direkrut dari Napoli. Pengumumannya juga dilakukan dalam dua versi dan memberika informasi anak hilang lainnya di Amerika dan Italia.
Alasannya
Paul Rogers, head of strategy AS Roma, kemudian membeberkan apa alasan klub melakukan misi sosial ini. Ia ingin klub memberi banyak orang kesadaran bahwa di sekitar mereka banyak peristiwa anak hilang yang terjadi.
Sementar itu terkait alasan memasang video informasi anak hilang dalam pengumuman transfer pemain, Paul mengaku semua ini terinspirasi dari video musik lagu Runaway Train. Lagu itu merupakan tembang hit milik grup rock alternatif asal Amerika bernama Soul Asylum.
"Gagasan untuk inisiatif pengumuman transfer baru sebenarnya berasal dari membaca artikel tentang peringatan 25 tahun video 'Runaway Train' Soul Asylum, yang terkenal menyoroti kasus-kasus aktual - dengan foto dan nama - anak-anak yang hilang pada saat itu," buka Paul di situs resmi Roma.
“Mengambil inspirasi dari penggunaan karton susu untuk menampilkan foto seorang anak yang hilang di Amerika, sutradara video band Tony Kaye memutuskan untuk menggunakan media video pop yang diputar di MTV dan saluran musik secara global untuk mencoba dan membantu menemukan 36 anak yang hilang. Pada akhirnya, saya pikir mereka membantu menemukan 21 anak. Ada empat versi video yang dibuat, dua untuk Amerika Serikat dan masing-masing satu untuk Inggris dan Australia," tuturnya.
“Dengan Roma, kami pikir, kami dapat mencoba dan melakukan sesuatu yang serupa tetapi diperbarui untuk generasi media sosial, yang tidak ada ketika Soul Asylum merilis video mereka. Kami ingin menggunakan sifat viral dari pengumuman transfer media sosial untuk membantu meningkatkan kesadaran akan anak-anak yang hilang. Kami memiliki banyak pengikut media sosial dan pengumuman kami menghasilkan jangkauan dan kesadaran yang luar biasa, di seluruh dunia, jadi kami berpikir bahwa pada saat yang tepat ketika perhatian dunia ada pada pengumuman klub, kami dapat menggunakan saluran media sosial kami bukan untuk diri sendiri. promosi tetapi lebih untuk membantu Pusat Nasional Anak Hilang dan Tereksploitasi dan Telefono Azzurro menemukan anak-anak yang hilang," terangnya.
Pernyataan NCMEC
Kasus anak hilang sering terjadi. Bahkan menurut NCMEC, sekitar satu juta anak raib secara misterius per tahunnya di seluruh dunia. Mirisnya, hanya sedikit saja yang bisa ditemukan dan dikembalikan pada keluarganya.
"Kami senang dihubungi untuk bekerja dengan AS Roma dalam proyek ini," kata John Clark, kepala eksekutif dan presiden NCMEC. "Ini adalah inisiatif luar biasa dan cara yang sangat inovatif untuk membantu mengatasi masalah universal."
“Pusat Nasional untuk Anak Hilang & Tereksploitasi membantu dengan lebih dari 25.000 kasus anak hilang di Amerika Serikat setiap tahun. Jika inisiatif ini - menggunakan kekuatan media sosial - dapat meningkatkan kesadaran tentang tidak hanya anak-anak yang hilang yang ditampilkan, tetapi juga pekerjaan yang kami lakukan sepanjang tahun, dalam hal meningkatkan kesadaran dan langkah-langkah pencegahan, maka itu akan berhasil," serunya.
“NCMEC melihat secara langsung pentingnya tidak kehilangan harapan ketika harus menemukan anak yang hilang. Kita tahu bahwa anak-anak pulang setelah berhari-hari, bertahun-tahun, dan puluhan tahun hilang. Kami bergantung pada organisasi seperti AS Roma untuk menyebarkan kesadaran dan menggunakan suara mereka untuk perubahan. Kami tidak bisa lebih bangga lagi pada AS Roma karena menyebarkan kesadaran dalam skala global,” pujinya.
AS Roma tak berhenti sampai di situ. Mereka saat ini sedang dalam pembicaraan dengan badan amal Inggris tentang memberikan informasi dan foto tentang lebih banyak anak yang hilang di kawasan Eropa.
Bravo Roma!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
-
Alexis Saelemaekers: Bikin Assist Mahal untuk Fullkrug, Keluar Lapangan Pincang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:39
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





