Bantu Keluarga Si Kancil, Mantan Menteri Rencana Lakukan Adopsi
Editor Bolanet | 15 Mei 2012 09:32
- Satu persatu pihak terus terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban ekonomi yang kini ditanggung keluarga mantan pemain Tim Nasional Indonesia era 60-an, Abdul “Si Kancil” Kadir.
Misalnya saja, mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita ketika jaman Orde Baru, Anindyati Sulasikin Murpratomo, yang berencana mengadopsi putra sulung Si Kancil, Muhammad Ali Rizki (23).
“Pekan lalu, Ibu Sulasikin menyempatkan diri berkunjung ke sini dengan diantarkan oleh sopirnya. Lalu, ibu Sulasikin mengatakan berencana untuk mengadopsi Rizki sebagai putranya,” terang Tito Oktavialdi, Ketua Karang Taruna Bumi Satria Kencana (BSK), Bekasi Selatan, tempat keluarga (alm) Si Kancil bermukim.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menceritakan jika keinginan perempuan yang gemar memakai kain kebaya dalam setiap penampilan di lingkup nasional dan internasional tersebut, tergugah usai melihat tayang di televisi. Perempuan kelahiran Jakarta, 18 April 1927 tersebut, diterangkan Tito, masih mengingat betul aksi Si Kancil di lapangan hijau.
“Di usia yang tidak muda, bahkan Beliau mampu bercerita dengan sangat baik dan lengkap. Saya pun menjadi terkagum-kagum dengan ingatan Beliau yang masih membaik dan gemar menyaksikan sepak bola,” cerita pria Kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 1 Oktober 1966 tersebut.
Tidak hanya itu, bapak dua anak tersebut mengisahkan jika terdapat kisah religius dalam proses perjalanan Sulasikin Murpratomo, yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR/MPR, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung dan aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan.
“Beliau sempat tersasar selama enam jam di sekitar daerah Pulau Gadung, Jakarta Timur. Lalu, Beliau segara berdoa di dalam mobil karena memilki rencana yang baik namun kesulitan dalam proses perjalanan dan minta dimudahkan. Singkat cerita, akhirnya datanglah petunjuk tersebut dan menjumpai keluarga almarhum Si Kancil di kawasan BSK,” akunya.
Rizki yang merupakan putra sulung dari empat bersaudara tersebut, hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) karena keluarga tak mampu membiayai. Tiga anak Si Kancil lainnya, juga belum punya pekerjaan yang layak. Bahkan, putra pertama Si Kancil, Aryo Jasa Pradila, meninggal pada 2005 lalu karena sakit tifus. Saat itu, keluarga tak mampu membayar biaya pengobatan.
Sejak Si Kancil wafat di Jakarta pada 4 April 2003 lalu, kesulitan ekonomi terus mendera keluarganya. Tidak hanya dikenal sebagai pemain terbaik dalam sejarah tim nasional Indonesia, namun Si Kancil pernah beradu kemampuan dengan legenda Brasil, Pele, di Jakarta.
Sayangnya, Si Kancil yang pernah membawa timnas menjuarai Piala Raja 1968, Merdeka Games 1969, Pesta Sukan Singapura 1972 dan memperkuat timnas saat menjadi runner up Piala Presiden Korsel (1970-1972), meninggalkan seorang istri beserta empat anak dan dua cucunya di rumah yang tidak layak huni akibat hampir roboh. (esa/dzi)
Misalnya saja, mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita ketika jaman Orde Baru, Anindyati Sulasikin Murpratomo, yang berencana mengadopsi putra sulung Si Kancil, Muhammad Ali Rizki (23).
“Pekan lalu, Ibu Sulasikin menyempatkan diri berkunjung ke sini dengan diantarkan oleh sopirnya. Lalu, ibu Sulasikin mengatakan berencana untuk mengadopsi Rizki sebagai putranya,” terang Tito Oktavialdi, Ketua Karang Taruna Bumi Satria Kencana (BSK), Bekasi Selatan, tempat keluarga (alm) Si Kancil bermukim.
Dalam kesempatan tersebut, Tito menceritakan jika keinginan perempuan yang gemar memakai kain kebaya dalam setiap penampilan di lingkup nasional dan internasional tersebut, tergugah usai melihat tayang di televisi. Perempuan kelahiran Jakarta, 18 April 1927 tersebut, diterangkan Tito, masih mengingat betul aksi Si Kancil di lapangan hijau.
“Di usia yang tidak muda, bahkan Beliau mampu bercerita dengan sangat baik dan lengkap. Saya pun menjadi terkagum-kagum dengan ingatan Beliau yang masih membaik dan gemar menyaksikan sepak bola,” cerita pria Kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 1 Oktober 1966 tersebut.
Tidak hanya itu, bapak dua anak tersebut mengisahkan jika terdapat kisah religius dalam proses perjalanan Sulasikin Murpratomo, yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR/MPR, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung dan aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan.
“Beliau sempat tersasar selama enam jam di sekitar daerah Pulau Gadung, Jakarta Timur. Lalu, Beliau segara berdoa di dalam mobil karena memilki rencana yang baik namun kesulitan dalam proses perjalanan dan minta dimudahkan. Singkat cerita, akhirnya datanglah petunjuk tersebut dan menjumpai keluarga almarhum Si Kancil di kawasan BSK,” akunya.
Rizki yang merupakan putra sulung dari empat bersaudara tersebut, hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) karena keluarga tak mampu membiayai. Tiga anak Si Kancil lainnya, juga belum punya pekerjaan yang layak. Bahkan, putra pertama Si Kancil, Aryo Jasa Pradila, meninggal pada 2005 lalu karena sakit tifus. Saat itu, keluarga tak mampu membayar biaya pengobatan.
Sejak Si Kancil wafat di Jakarta pada 4 April 2003 lalu, kesulitan ekonomi terus mendera keluarganya. Tidak hanya dikenal sebagai pemain terbaik dalam sejarah tim nasional Indonesia, namun Si Kancil pernah beradu kemampuan dengan legenda Brasil, Pele, di Jakarta.
Sayangnya, Si Kancil yang pernah membawa timnas menjuarai Piala Raja 1968, Merdeka Games 1969, Pesta Sukan Singapura 1972 dan memperkuat timnas saat menjadi runner up Piala Presiden Korsel (1970-1972), meninggalkan seorang istri beserta empat anak dan dua cucunya di rumah yang tidak layak huni akibat hampir roboh. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 27 Agustus 2026, 19:42
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





