Demba Ba Mengenang Kembali Awal Karirnya Yang Pahit
Editor Bolanet | 20 Februari 2014 15:41
- Striker , Demba Ba merupakan salah satu contoh pemain yang bekerja keras dari level terbawah sebelum akhirnya kini berkarir di salah satu klub top dunia. Baru memulai karir profesional di usia 20 tahun bersama klub amatir Prancis, , karir pemain asal Senegal ini melonjak cepat hingga akhirnya kini ia memperkuat The Blues di Premier League.
Dalam wawancara khusus di situs resmi klub, pemain berusia 28 tahun ini lantas menceritakan kembali pengalamannya di awal karir, yang ternyata jauh lebih sulit ketimbang rekan-rekannya saat ini.
Saya tak pernah ragu untuk menjadi pesepakbola, karena itu adalah satu-satunya jalan dalam hidup saya. Beberapa orang masih memiliki jalan lain, sementara untuk saya itulah satu-satunya harapan. Saya mengorbankan segalanya dalam hidup demi sepakbola, kenang pria kelahiran Sevres.
Saya meninggalkan rumah saat masih sangat muda dan berkeliling Eropa hanya untuk mendapatkan klub. Hanya itulah satu-satunya cara untuk bisa sampai ke posisi saya saat ini.
Ba lantas menceritakan bahwa ia sempat menjalani sejumlah trial yang berujung kegagalan di Inggris pada tahun 2005 silam.
Saya dan kawan-kawan datang bertiga ke Inggris untuk mengadu nasib. Sejumlah trial saya jalani bersama dan , namun adalah klub yang nyaris merekrut saya. Pada akhirnya saya kembali ke Prancis dengan membawa pengalaman berharga, kenang Ba lagi.
Saya belajar banyak hal di Inggris, yang terbukti banyak membantu saya di di awal karir. Saya tahu sejak awal bahwa saya harus bisa membela klub sebesar Chelsea. Jika saya gagal dan pulang dengan tangan kosong, mau jadi apa saya?
Sepanjang karirnya, Ba sudah pernah merasakan atmosfer Liga Belgia bersama Mouscron, Bundesliga Jerman bersama Hoffenheim, dan mengawali kiprah di Premier League bersama West Ham serta Newcastle sebelum kini akhirnya bermukim di Stamford Bridge. (cfc/mri)
Dalam wawancara khusus di situs resmi klub, pemain berusia 28 tahun ini lantas menceritakan kembali pengalamannya di awal karir, yang ternyata jauh lebih sulit ketimbang rekan-rekannya saat ini.
Saya tak pernah ragu untuk menjadi pesepakbola, karena itu adalah satu-satunya jalan dalam hidup saya. Beberapa orang masih memiliki jalan lain, sementara untuk saya itulah satu-satunya harapan. Saya mengorbankan segalanya dalam hidup demi sepakbola, kenang pria kelahiran Sevres.
Saya meninggalkan rumah saat masih sangat muda dan berkeliling Eropa hanya untuk mendapatkan klub. Hanya itulah satu-satunya cara untuk bisa sampai ke posisi saya saat ini.
Ba lantas menceritakan bahwa ia sempat menjalani sejumlah trial yang berujung kegagalan di Inggris pada tahun 2005 silam.
Saya dan kawan-kawan datang bertiga ke Inggris untuk mengadu nasib. Sejumlah trial saya jalani bersama dan , namun adalah klub yang nyaris merekrut saya. Pada akhirnya saya kembali ke Prancis dengan membawa pengalaman berharga, kenang Ba lagi.
Saya belajar banyak hal di Inggris, yang terbukti banyak membantu saya di di awal karir. Saya tahu sejak awal bahwa saya harus bisa membela klub sebesar Chelsea. Jika saya gagal dan pulang dengan tangan kosong, mau jadi apa saya?
Sepanjang karirnya, Ba sudah pernah merasakan atmosfer Liga Belgia bersama Mouscron, Bundesliga Jerman bersama Hoffenheim, dan mengawali kiprah di Premier League bersama West Ham serta Newcastle sebelum kini akhirnya bermukim di Stamford Bridge. (cfc/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Peran Ancelotti dalam Sinar Estevao Willian di Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
-
Tempat Menonton Juventus vs Pisa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 20:33


















