Demi Hidup Tanpa Obesitas, Burger dan Pie Diminta Hilang dari Pertandingan Sepak Bola
Afdholud Dzikry | 15 Oktober 2019 09:46
Bola.net - Obesitas atau yang biasa dikenal dengan kegemukan memang menjadi masalah bagi banyak orang di seluruh dunia. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kegemukan.
Baru-baru ini, seorang dokter asal Inggris, Dame Sally Davies menginginkan acara olahraga besar seperti sepak bola hanya mengiklankan dan menjual produk-produk rendah kalori, rendah lemak, garam dan atau gula.
Davies menulis laporan tentang cara mengatasi obesitas pada kanak-kanak, ia juga melarang makan di angkutan umum dan pajak tambahan yang dikenakan pada makanan yang tidak sehat.
Dokter berusia 69 tahun juga memperingatkan kita terkait obesitas di usia dini. Dame Sally percaya anak-anak terus menerus terpapar iklan makanan dan minuman yang tidak sehat. Perusahaan makanan sering kali menggunakan karakter kartun anak-anak dan mensponsori acara olahraga besar seperti sepak bola.
Dia juga merekomendasikan semua fasilitas olahraga didanai publik acara olahraga besar hanya mengiklankan makanan sehat.
Itu berarti, pai, burger, dan camilan tidak sehat lainnya berada dalam ancaman. Selama ini para penonton sering membawa makanan tersebut saat menonton acara olahraga besar seperti sepak bola.
Laporan Dame Sally Davies yang Diajukan ke Pemerintah
- Hapus semua pemasaran, iklan, dan sponsor makanan dan minuman yang tidak sehat.
- Larangan makanan dan minuman di transportasi lokal dengan pengecualian air untuk menyusui, dan kondisi medis.
- Isi ulang air gratis tersedia di semua outlet makanan, stasiun dan bangunan sektor publik.
- Akhir pekan bebas mobil reguler di seluruh negeri untuk mendorong aktivitas fisik.
- Mengubah aturan perencanaan untuk mempersulit membuka makanan cepat saji.
- Memperpanjang pajak gula termasuk minuman berbasis susu.
- Menambahkan PPN ke produk makanan tidak sehat yang saat ini tidak memiliki peringkat, seperti kue.
- Membatasi kalori dalam makanan yang disajikan di luar rumah untuk memerangi peningkatan ukuran porsi.
- Pertimbangkan kemasan seperti tembakau, makanan cepat saji, jika perusahaan gagal mengurangi gula, lemak dan garam dalam produk mereka dengan cukup cepat
- Semua pembibitan, pengasuh anak terdaftar dan sekolah untuk mengadopsi kebijakan air dan susu saja.
Bagaimana Bolaneters? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar yang sudah disediakan ya.
Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hanif Sri/Editor: Ario Yosia)
Published: 12/10/2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Tangan Kanan Shin Tae-yong Gabung Persijap Jepara di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 08:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20











