Di Canio 'Tangani' Konflik Fans Soton vs Staf Sunderland
Editor Bolanet | 26 Agustus 2013 15:50
- Manajer , Paolo Di Canio, kembali menunjukkan ketrampilannya dalam meredam konflik. Kali ini antara staf pelatih timnya dengan fans yang mabuk.
Kedua tim bertemu di St. Mary's Stadium akhir pekan lalu, di mana skor imbang 1-1 menjadi hasil akhir pertandingan. Namun malam sebelum laga dimulai, rupanya terjadi insiden 'perang' antara kedua kubu klub.
Kejadian tersebut diketahui publik, setelah Di Canio memberikan klarifikasi terkait kronologi peristiwa kepada pihak berwajib. Kejadian bermula, ketika malam menjelang pertandingan di hotel tempat para pemain The Black Cats menginap.
Kami harus mengklarifikasi situasi ini, karena saya tak ingin muncul spekulasi dan menjadi headline media. Paolo Di Canio selalu mengatakan kebenaran, jadi anda harus tulis apa yang saya katakan pada anda, tegas pelatih asal Italia tersebut.
Ia menceritakan, kala itu ia sedang keluar dari ruang pertemuan dengan sang asisten manajer, Fabrizio Piccareta. Mereka berencana menuju lift untuk bergegas beristirahat, usai memastikan para penggawanya terlelap.
Tak lama berselang terdengar keriuhan, yang langsung diidentifikasi datangnya dari sekumpulan suporter tuan rumah. Namun ditegaskan Di Canio, mereka tidak datang untuk melakukan duel secara fisik.
Mereka hanya tiga pemuda yang mabuk setelah menghadiri pesta pernikahan, yang diadakan di hotel yang sama. Mereka tak mencoba memukul kami secara langsung, namun mereka sudah menggerakkan tangan dan kami menahan mereka, kisahnya.
Sejurus kemudian, Di Canio meminta polisi mengamankan kejadian, karena ia merasa penyerangan dalam bentuk apapun kepada staf-nya di dalam hotel tidaklah adil. Tak lama, ia pun memberi keterangan kepada pihak keamanan.
Namun ada kejadian lucu yang menurut Di Canio cukup bodoh dilakukan, selepas ketegangan cukup mereda. Hal itu diakuinya sebagai efek samping alkohol.
Pada akhirnya ada sebuah momen lucu. Fans itu berkata, 'kami akan menang, Rickie Lambert akan mencetak gol'. Sedangkan Piccareta justru membalasnya, 'tidak, besok kami lah yang akan menang'. Begitulah akhirnya, pungkas Di Canio. [initial] (mtr/atg)
Kedua tim bertemu di St. Mary's Stadium akhir pekan lalu, di mana skor imbang 1-1 menjadi hasil akhir pertandingan. Namun malam sebelum laga dimulai, rupanya terjadi insiden 'perang' antara kedua kubu klub.
Kejadian tersebut diketahui publik, setelah Di Canio memberikan klarifikasi terkait kronologi peristiwa kepada pihak berwajib. Kejadian bermula, ketika malam menjelang pertandingan di hotel tempat para pemain The Black Cats menginap.
Kami harus mengklarifikasi situasi ini, karena saya tak ingin muncul spekulasi dan menjadi headline media. Paolo Di Canio selalu mengatakan kebenaran, jadi anda harus tulis apa yang saya katakan pada anda, tegas pelatih asal Italia tersebut.
Ia menceritakan, kala itu ia sedang keluar dari ruang pertemuan dengan sang asisten manajer, Fabrizio Piccareta. Mereka berencana menuju lift untuk bergegas beristirahat, usai memastikan para penggawanya terlelap.
Tak lama berselang terdengar keriuhan, yang langsung diidentifikasi datangnya dari sekumpulan suporter tuan rumah. Namun ditegaskan Di Canio, mereka tidak datang untuk melakukan duel secara fisik.
Mereka hanya tiga pemuda yang mabuk setelah menghadiri pesta pernikahan, yang diadakan di hotel yang sama. Mereka tak mencoba memukul kami secara langsung, namun mereka sudah menggerakkan tangan dan kami menahan mereka, kisahnya.
Sejurus kemudian, Di Canio meminta polisi mengamankan kejadian, karena ia merasa penyerangan dalam bentuk apapun kepada staf-nya di dalam hotel tidaklah adil. Tak lama, ia pun memberi keterangan kepada pihak keamanan.
Namun ada kejadian lucu yang menurut Di Canio cukup bodoh dilakukan, selepas ketegangan cukup mereda. Hal itu diakuinya sebagai efek samping alkohol.
Pada akhirnya ada sebuah momen lucu. Fans itu berkata, 'kami akan menang, Rickie Lambert akan mencetak gol'. Sedangkan Piccareta justru membalasnya, 'tidak, besok kami lah yang akan menang'. Begitulah akhirnya, pungkas Di Canio. [initial] (mtr/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16
-
Bradley Barcola Sepakat ke Liverpool, tapi Transfer Belum Mulus
Liga Inggris 29 Juli 2026, 11:10
-
Danny Welbeck Diminta Tolak Chelsea dan Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 29 Juli 2026, 09:10
-
Di Tengah Rumor Real Madrid, Rodri Jalani Operasi Punggung
Liga Inggris 29 Juli 2026, 07:04
-
Resmi! Josko Gvardiol Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2031
Liga Inggris 29 Juli 2026, 05:13
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Tampines Rovers 31 Juli 2026
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 09:10
-
Prediksi Piala Presiden 2026: Arema FC vs DPMM FC 31 Juli 2026
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 08:59
-
Jadwal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib dan Arema Tampil
Bola Indonesia 31 Juli 2026, 08:10
-
Prediksi Piala AFF 2026: Timor Leste vs Indonesia 31 Juli 2026
Tim Nasional 31 Juli 2026, 07:59
-
Resmi! John Stones Gabung Inter Milan, Siap Buka Babak Baru di Serie A
Liga Italia 31 Juli 2026, 04:25
-
Timnas Indonesia Punya Skuad dengan Perpaduan Sempurna di Piala AFF 2026
Tim Nasional 30 Juli 2026, 23:59
-
Marcus Rashford Tulis Surat Perpisahan untuk Barcelona
Liga Spanyol 30 Juli 2026, 21:25
-
AS Roma Resmi Lepas Artem Dovbyk ke Bologna
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16









