Kalou Resah Perang Mengancam Keluarganya
Editor Bolanet | 20 Mei 2012 00:30
- Salomon Kalou memiliki rasa simpati yang amat besar bagi negaranya. Ia ingin tampil maksimal di final Liga Champions agar bisa mempersembahkan sebuah kemenangan bagi keluarganya di Pantai Gading.
Peperangan di Pantai Gading memberikan pengalaman yang menyakitkan bagi Kalou. Ayahnya, dan beberapa temannya hilang dalam konflik tersebut. Kalou akhirnya membawa keluarganya yang tersisa ke tempat yang lebih aman.
Saya telah memindahkan ibu dan adik-adik saya ke sebuah rumah di Togo. Ayah saya dan teman-teman saya harusnya mengikuti mereka namun perang akhirnya meletus dan mereka terjebak, ujar Kalou.
Saya sungguh mengkhawatirkan mereka. Saya terus menggunakan telepon dan internet. Saya mengikuti berita setiap jam.
Kadang saya tak dapat melacak ayah saya ataupun berbicara kepadanya. Dia berada di zona berbahaya dan begitu juga dengan kebanyakan teman-teman saya.
Saya sempat membawa teman-teman saya ke tempat yang aman. Beberapa dari mereka kabur ke Ghana. Jujur saya sangat bersyukur mereka semua selamat.
Saya menganggap bahwa bantuan saya terhadap mereka adalah sebuah tugas yang harus dipenuhi.
Pada saat ini situasi di negara saya tengah damai namun saya tidak tahu untuk berapa lama.
Saya beruntung saya tinggal di London dan memiliki rumah di Cobham namun seperti Didier Drogba, keluarga saya berada di Pantai Gading.
Orang-orang di Jepang terbiasa dengan gempa bumi setiap tahun. Kami orang Afrika paham bahwa kami menghadapi perang sipil. (sun/Rev)
Peperangan di Pantai Gading memberikan pengalaman yang menyakitkan bagi Kalou. Ayahnya, dan beberapa temannya hilang dalam konflik tersebut. Kalou akhirnya membawa keluarganya yang tersisa ke tempat yang lebih aman.
Saya telah memindahkan ibu dan adik-adik saya ke sebuah rumah di Togo. Ayah saya dan teman-teman saya harusnya mengikuti mereka namun perang akhirnya meletus dan mereka terjebak, ujar Kalou.
Saya sungguh mengkhawatirkan mereka. Saya terus menggunakan telepon dan internet. Saya mengikuti berita setiap jam.
Kadang saya tak dapat melacak ayah saya ataupun berbicara kepadanya. Dia berada di zona berbahaya dan begitu juga dengan kebanyakan teman-teman saya.
Saya sempat membawa teman-teman saya ke tempat yang aman. Beberapa dari mereka kabur ke Ghana. Jujur saya sangat bersyukur mereka semua selamat.
Saya menganggap bahwa bantuan saya terhadap mereka adalah sebuah tugas yang harus dipenuhi.
Pada saat ini situasi di negara saya tengah damai namun saya tidak tahu untuk berapa lama.
Saya beruntung saya tinggal di London dan memiliki rumah di Cobham namun seperti Didier Drogba, keluarga saya berada di Pantai Gading.
Orang-orang di Jepang terbiasa dengan gempa bumi setiap tahun. Kami orang Afrika paham bahwa kami menghadapi perang sipil. (sun/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Babak Final Australia Open di Vidio, 14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:17
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 13 Juni 2026, 20:05
-
Klasemen Pembalap WorldSSP 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 19:45
-
Bisakah Neymar Main di Laga Brasil vs Maroko? Begini Kata Carlo Ancelotti
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:55
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 18:53
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28














