Man City Boleh Juara, Tapi Man United Tetap Paling Kaya
Heri | 18 Mei 2018 11:35
Bola.net - - Manchester City mampu memukau sepakbola dengan permainan menyerang nan dominan mereka musim ini. Dengan bermodal permainan indah dan mematikan, Man City sukses meraih gelar juara Premier League sembari memecahkan berbagai rekor.
Meski demikian, Manchester City bukanlah klub yang mendapatkan uang paling banyak dari Premier League musim ini. Setelah liga berakhir, pihak operator memberikan hak setiap tim, sesuai dengan jatah yang harusnya mereka dapat.
Premier League mendapat banyak pujian karena memiliki kebijakan yang sangat adil dalam hal pembagian uang hadiah dan hak siar televisi setiap musimnya. Sebagai liga yang paling mahal, semua kontestan Premier League memang mendapatkan dua tipe uang dari operator.
Yang pertama adalah jatah pasti dari pos hak siar domestik, hak siar luar negeri, dan juga iklan terpusat. Untuk hak siar domestik, setiap klub mendapatkan £34.812.558. Untuk hak siar luar negeri, setiap klub mendapatkan £40.771.108. Untuk iklan terpusat, setiap klub mendapatkan dana sebesar £4.838.892. Artinya, setiap klub dijamin mendapatkan uang senilai £.
Lalu ada pembagian uang berdasarkan posisi di klasemen akhir (merit payment) dan juga dana fasilitas yang diberikan setiap kali pertandingan mereka ditayangkan secara langsung di televisi. Setiap peringkat bernilai £1.931.268. Artinya, peringkat 20 West Brom mendapatkan £1.931.268 sedangkan Man City yang menjadi juara mendapatkan £38.625.360.
Lalu ada dana fasilitas yang diberikan setiap kali pertandingan sebuah klub ditayangkan secara langsung di televisi. Setiap klub dijamin mendapatkan £12.312.666 dari pos ini. Setelah melebihi 10 pertandingan, setiap pertandingannya akan menghasilkan £1.129.879 per pertandingan.
Menariknya, Manchester City yang menjadi juara bukanlah klub yang mendapatkan penghasilan terbesar. Titel itu menjadi milik Manchester United.
Derby (Finansial) Manchester

Manchester City tentu saja unggul di pos merit payment. Sebagai juara, City mendapatkan uang paling banyak dari pos ini sebesar £38.625.360. United yang finis di posisi dua mendapatkan £36.694.092.
Namun United mampu mengungguli City di aspek facility fees. Pertandingan Manchester United, meski dalam hal permainan tidak semenarik laga-laga Man City, ternyata lebih diminati.
Pertandingan Manchester United ditayangkan secara langsung dalam 28 kesempatan. Artinya, mereka berhak mendapatkan £12.312.666 + (18 x £1.129.879) = £32.650.495. Sementara itu, pertandingan Man City disiarkan langsung 26 kali dan City mendapatkan dana fasilitas sebesar £30.390.736.
Secara keseluruhan, Manchester United mendapatkan £149.767.145 dari Premier League musim ini, paling tinggi di antara semua kontestan. Sedangkan Manchester City berada di peringkat dua dengan mengeruk uang sebesar £149,438,654.
Elitnya Klub-klub Kelas Atas Inggris

Seperti halnya persaingan dua tim di puncak, persaingan di empat posisi selanjutnya pun cukup unik. Tottenham yang finis di peringkat tiga ternyata masih kalah dalam hal pendapatan dibanding Liverpool yang berada di peringkat empat. Spurs mendapatkan £144.446.238 sementara Liverpool mengantongi £145.904.609.
Hal yang sama juga berlaku di posisi lima dan enam. Chelsea yang berada di posisi lima hanya mendapatkan £141.713.582 sedangkan Arsenal yang finis di posisi enam mengeruk £142.042.073.
Artinya, enam klub teratas di Inggris berhasil mendapatkan dana masing-masing di kisaran 140-an juta pound. Tapi kesenjangan mulai terlihat jika kita melihat klub-klub yang finis di bawahnya.
Burnley yang berada di peringkat tujuh hanya mendapatkan £119.772.976. Klub non enam besar yang mendapatkan uang paling banyak adalah Everton yang finis di peringkat tujuh dengan mengeruk dana sebesar £128.010.622.
Melimpah, Bahkan Bagi yang Terdegradasi

Namun satu hal yang tak dimiliki liga-liga lain adalah besarnya dana yang masuk ke Liga Inggris. Dari sisi hak siar saja, Premier League mendapatkan lebih dari dua miliar pound per musimnya. Serie A hanya mendapatkan tak sampai separuhnya, cuma satu miliar pound.
Alhasil, klub-klub papan bawah Inggris pun bisa menikmati gelontoran dana yang sangat besar dari liga mereka, jauh lebih besar dibanding klub-klub dari negara lain. West Brom yang berada di posisi buncit dan terdegradasi saja mendapatkan uang total sebesar £94.666.492.
Musim lalu, Juventus yang menjadi juara Serie A hanya mendapatkan sekitar 102 juta pound dari Serie A. Angka itu bahkan lebih kecil dibanding yang didapat Southampton yang musim ini nyaris terdegradasi dan akhirnya selamat dengan menempati posisi 17. Southampton mendapatkan total £107.239.572 musim ini.
Dalam hal ini, Real Madrid dan Barcelona bisa bersaing dengan para elit Premier League. Tapi hal itu dikarenakan Madrid dan Barca bisa melakukan negosiasi sendiri hak siar mereka. Alhasil, duo Clasico mendapatkan uang melimpah sementara klub-klub La Liga lainnya mendapat sangat sedikit.
Premier League Memang Kaya

Setiap klub mendapatkan £34.812.558 untuk hak siar televisi domestik. Artinya, Premier League mengeluarkan total 38 x £34.812.558 = £696.251.160. Sementara itu, untuk hak siar luar negeri, setiap klub menerima £40.771.108. Dengan kata lain, Premier League harus membayar £815.422.160 untuk pos ini.
Yang terakhir adalah pos iklan terpusat. Liga Inggris membayar total £96.777.840.
Jika dijumlah, maka Premier League sudah memberikan uang sebesar (£405.566.280 + £405.566.308 + £696.251.160 + £815.422.160 + £96.777.840) = £2.419.583.748. Uang sebesar 2,4 miliar pound itu tentu saja hanya sebagian dari pendapatan total Premier League.
Selain menghadiahkan uang untuk kontestan mereka, Premier League memberikan Parachute Money, semacam uang santunan kepada klub-klub yang terdegradasi. Uang itu tidak diberikan secara langsung tetapi secara bertahap selama empat tahun.
Musim lalu Premier League membayar £219 juta untuk delapan klub. Musim ini, angka parachute money itu naik menjadi £243 juta. Para penerima parachute money musim ini adalah Sunderland, Hull, Middlesbrough, Cardiff, Fulham, QPR, Aston Villa, dan Norwich City.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







