Pengabdian Tak Terkira Pascal Wilmar untuk Bola Voli Indonesia
Iwan Tantomi | 8 Agustus 2018 15:17
- Pascal Wilmar, inilah salah satu legenda bola voli Indonesia. Dirinya dipercaya menangani salah satu klub bola voli yang ada di Jakarta. Tiga kali dalam seminggu Pascal melatih para pemain muda tanpa dibayar sepeser pun, baginya ini merupakan salah satu tanggung jawab atlet bola voli dan tanggung jawab bagi klub yang dulu pernah membesarkannya.
Cita-cita saya sih ingin mencetak pemain, setidaknya untuk PON, Proliga, Pemain Nasional. Ini kan pembibitan perlu waktu, ya, gak mungkin langsung instan, ya, mungkin 3-4 tahun baru mulai kelihatan, kata Pascal.
Berawal dari ketidaksengajaan, ketika itu Pascal berkunjung ke rumah kakeknya dalam sebuah acara Pascal mendapat tawaran untuk bergabung salah satu klub bola voli.
(Mulanya) ingin menjadi pemain piano gitu, terus sudah tujuh tahun saya les piano, begitu saya main voli, ikut klub di Maluku ini, hilang saja gitu (kemampuan main) piano saya. Gak tahu karena passion-nya pokoknya di voli enak saja gitu, olahraga beregu, kita (menjalin) kekompakan, kebersamaan, kayaknya seru saja anak-anaknya, sambung Pascal.
Sempat gagal ketika mengikuti pelatnas timnas bola voli pada 1991, tetapi tak menjadikannya patah arang. Pada 1993, Pascal kembali mengikuti tes pemain nasional bola voli dan terpilih menjadi pemain inti. Ia bahkan mempersembahkan medali emas pertama cabang bola voli untuk kontingen Indonesia di the 7th Asean University Games 1992 di Selangor, Malaysia. Dari situlah namanya mulai disegani dikancah bola voli Indonesia, bahkan Asia.
Iya, 1993 itu kan mereka lihat mungkin permainan saya bagus gitu, mereka ke PB minta,'Pascal, Candra Halim, sama Rudi Hartono'. Kebetulan di kejuaraan itu, liga Malaysia pertama, saya dapat pemain terbaik MVB Player.
Sosoknya menjadi inspirasi bagi rekan-rekan maupun para pemain muda. Salah satunya adalah Siti Sania, rekan Pascal Wilmar. Menurutnya Pascal selalu memberikan motivasi bagi anak-anak untuk menjadi pemain yang bagus. Hal senada juga diungkapkan oleh Indah Puspita Ariani, Atlet Bola Voli.
Coach Pascal itu disiplin, tegas, mampu memahami karakter setiap pemainnya, kata Indah.
Jelang perhelatan Asian Games di Jakarta, salah satu platform transportasi online, Grab, memilihnya sebagai salah satu legenda atlet Indonesia untuk membawa obor Asian Games 2018 di beberapa kota. Apalagi Grab merupakan official mobile platform partner Asian Games 2018. Lewat program #KemenanganItuDekat, Grab ingin seluruh lapisan masyarakat merasakan semangat kemenangan, yang juga ditujukan untuk para atlet Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2018 mendatang.
Selain itu, sebagai bentuk penghargaan bagi para atlet Indonesia, Grab memberikan apresiasi khusus kepada Pascal Wilmar berupa giant check sejumlah Rp25 juta. Apresiasi tersebut diberikan Grab untuk membantu meningkatkan prestasi bola voli di Indonesia. Dengan adanya dana tersebut, Grab berharap para atlet bola voli bisa terus berlatih dan belajar, serta meningkatkan disiplin. Hal itu pun sejalan dengan prinsip Pascal, yaitu terus berlatih, belajar dan meningkatkan disiplin merupakan kunci kesuksesan menjadi seorang atlet pemenang, karena #KemenanganItuDekat.
Saya sih ingin bola voli kita ini bicara di kancah Asia, mungkin bisa lagi ke Olimpiade, pungkas Pascal mengakhiri #CeritaKemenangan dalam hidupnya. Semoga harapan mulia Pascal Wilmar tersebut bisa menjadi kenyataan, ya, Bolaneters.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap dan Klasemen Sepak Bola Asian Games 2023 Hangzhou
Tim Nasional 9 Oktober 2023, 05:55
-
Indonesia Tambah Medali Emas Lewat Perahu Naga Putra di Asian Games 2023
Olahraga Lain-Lain 6 Oktober 2023, 15:21
-
Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2023 Hari Ini: Indonesia Dapat Berapa Medali?
Asia 6 Oktober 2023, 13:56
LATEST UPDATE
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



