Persaingan Dua 'Saudara' Raksasa Apparel di Wembley
Editor Bolanet | 25 Mei 2013 14:45
- Laga final Liga Champion dini hari nanti bukan hanya memanggungkan dua klub senegara Borussia Dortmund vs Bayern Munich, namun juga pertarungan dua raksasa produsen alat olahraga.
dan merupakan dua penyokong perlengkapan tim untuk Dortmund dan Bayern. Dua perusahaan tersebut kebetulan sama-sama berasal dari Jerman, dan bahkan memiliki hubungan saudara.
Ya, awalnya dua produsen apparel tersebut merupakan satu perusahaan ketika duo kakak beradik Adolf dan Rudolf Dassler mendirikan pabrik sepatu Dassler Bersaudara (Dassler Brothers Shoe Factory) pada 1924.
Pada tahun 1948, Dassler Bersaudara resmi berpisah karena perselisihan antara keduanya. Perpecahan ini akhirnya memunculkan dua perusahaan baru yakni, Adidas yang dimiliki oleh Adolf 'Adi' Dassler dan Puma yang dimiliki oleh Rudolf Dassler.
Menjelang final Liga Champions tahun ini, kedua petinggi perusahaan tersebut berbicara tentang merek global mereka masing-masing.
Ini bukan saja peluang untuk menunjukkan merek kami ke dunia, namun juga untuk meraih keuntungan komersial. ujar CEO Adidas, Herbert Hainer.
Mereka melampaui harapan kami. Pencapaian yang kami dapat, terutama akhir pekan ini, akan menjadikan klub bukan hanya aset lokal melainkan menjadi pemain global yang sebenarnya. tukas petinggi Puma, Stefano Caroti mengomentari keberhasilan Dortmund mencapai final. (tds/pra)
dan merupakan dua penyokong perlengkapan tim untuk Dortmund dan Bayern. Dua perusahaan tersebut kebetulan sama-sama berasal dari Jerman, dan bahkan memiliki hubungan saudara.
Ya, awalnya dua produsen apparel tersebut merupakan satu perusahaan ketika duo kakak beradik Adolf dan Rudolf Dassler mendirikan pabrik sepatu Dassler Bersaudara (Dassler Brothers Shoe Factory) pada 1924.
Pada tahun 1948, Dassler Bersaudara resmi berpisah karena perselisihan antara keduanya. Perpecahan ini akhirnya memunculkan dua perusahaan baru yakni, Adidas yang dimiliki oleh Adolf 'Adi' Dassler dan Puma yang dimiliki oleh Rudolf Dassler.
Menjelang final Liga Champions tahun ini, kedua petinggi perusahaan tersebut berbicara tentang merek global mereka masing-masing.
Ini bukan saja peluang untuk menunjukkan merek kami ke dunia, namun juga untuk meraih keuntungan komersial. ujar CEO Adidas, Herbert Hainer.
Mereka melampaui harapan kami. Pencapaian yang kami dapat, terutama akhir pekan ini, akan menjadikan klub bukan hanya aset lokal melainkan menjadi pemain global yang sebenarnya. tukas petinggi Puma, Stefano Caroti mengomentari keberhasilan Dortmund mencapai final. (tds/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Kantongi Rp6,8 Triliun dari Kontrak Baru dengan Adidas
Liga Italia 18 Juni 2025, 09:37
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















