Ultras Parma Tolak Kepulangan Buffon, Ada Apa Nih?
Dimas Ardi Prasetya | 18 Juni 2021 20:37
Bola.net - Kelompok suporter ultras Parma, Boys, menentang kepulangan Gianluigi Buffon ke Ennio Tardini.
Buffon merupakan pemain hasil didikan akademi Parma. Ia mengawali karir profesionalnya di klub tersebut pada tahun 1995 silam.
Namun pada tahun 2001, Buffon pindah ke Juventus. Ia sempat pindah ke PSG sebelum akhirnya balik lagi ke Turin.
Musim 2020-21 kemarin adalah musim terakhir Buffon bersama Juventus. Meski diminati sejumlah klub, ia akhirnya memilih balik ke pelukan Parma.
Penolakan Ultras Parma
Parma mengumumkan kembalinya Gianluigi Buffon pada hari Kamis (17/06/2021) kemarin. Mereka bahkan membuat sebuah video khusus untuk menyambut kembalinya sang 'Superman.'
Banyak yang menyambut kepulangan Buffon ke Parma. Akan tetapi ternyata ada juga yang menolaknya.
Yang menolak adalah grup suporter ultras bernama Boys. Mereka memasang banner di Ennio Tardini yang bertuliskan: 'Kamu pergi sebagai tentara bayaran, kamu tidak bisa kembali sebagai pahlawan. Hormati jerseynya.'
Foto banner itu mereka unggah di Facebook. Selain itu mereka juga menulis pesan pada kiper 43 tahun tersebut
"Dua puluh tahun yang lalu Anda berjanji kepada kami bahwa Anda tidak akan pernah memakai jersey itu. Tiga minggu setelah Australia Anda menandatangani kontrak dengan 'Gobbi'."
"Sekarang Anda kembali ke satu-satunya klub yang memungkinkan Anda menang di Eropa. Setelah semua ini, kami hanya dapat memberi tahu Anda bahwa Anda adalah pria kecil. Hormati jersey dan Forza Parma.'"
Alasan Buffon Balik ke Parma
Gianluigi Buffon sebelumnya membeberkan apa alasannya balik ke Parma. Ia menuliskannya di sebuah surat yang kemudian diunggah di Gazzetta dello Sport.
“Saya ingat jalan menuju Parma dan saya tahu cara kembali. Parma adalah rumah liburan sebagai anak laki-laki, di mana Anda tersesat di hutan selama berjam-jam untuk membayangkan hidup."
“Parma adalah teman yang mengambil ketidakpastian dan ketakutan Anda, ibu yang memegang tangan Anda dan membantu Anda menyeberang jalan. Parma adalah keinginan untuk berlebihan, kebebasan untuk membuat kesalahan, keberanian untuk tumbuh dewasa. Parma adalah kita semua karena kita semua memiliki Parma di hati kita."
“Selama bertahun-tahun saya berkeliling dunia dan saya mencapai puncak dunia, saya menang banyak dan terkadang saya kalah. Tapi waktu saya di gawang belum berakhir."
"Halaman-halaman yang tersisa untuk saya tulis akan merasakan kenangan, emosi dari pertama kali, teman untuk dipeluk, foto untuk dilihat lagi: untuk tersenyum dan tersentuh. Tetapi mereka juga akan merasakan tantangan, penaklukan, dan keinginan untuk menang.”
Namun musim depan penampilan Gianluigi Buffon hanya akan bisa disaksikan di Serie B. Pasalnya Parma terdegradasi dari Serie A musim kemarin.
(Football Italia/Facebook)
Baca Juga:
- Suara Fans Usai Buffon Resmi Balik ke Parma: Akhirnya Doi Bakal Bisa Juara Liga Champions
- Resmi, 'Superman' Gianluigi Buffon Kembali ke Parma
- Here We Go! Cabut dari Juventus, Gianluigi Buffon CLBK dengan Parma
- Tinggalkan Juventus, Gianluigi Buffon Main di Klub Serie B?
- Tak Mau Jadi Pelapis Ter Stegen, Buffon Tolak Barcelona
- 777 Gol, Mana yang Jadi Favorit Cristiano Ronaldo?
- Sederet Pemain Favorit Allegri di Juventus, Ronaldo Tidak Termasuk Loh!
- Parah! Cuma Enam Pemain Juventus yang Berikan Tribute Pada Pirlo Usai Dipecat Juventus
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






