4 Ganda Campuran Indonesia yang Pernah Juarai All England, Termasuk Praveen/Melati
Anindhya Danartikanya | 16 Maret 2020 16:26
Bola.net - Turnamen bulu tangkis bergengsi, All England 2020, telah usai digelar di Birmingham Arena, Inggris, pada Minggu (15/3/2020). Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar, yakni dari nomor ganda campuran lewat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Pada partai final, Praveen/Melati mengalahkan unggulan ketiga, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, melalui rubber game, 21-15, 17-21, dan 21-8. Bisa menjadi juara All England 2020 tentu jadi sebuah kebanggaan bagi Praven/Melati. Apalagi All England termasuk turnamen bulutangkis tertua dan prestisius.
All England kali pertama bergulir pada 1899 dengan nama 'Badminton Association Tournament'. Kala itu, ajang ini hanya mempertandingkan tiga nomor, yakni ganda putri, ganda putra dan ganda campuran. Nomor tunggal baru dipertandingkan di All England satu tahun berikutnya.
Dalam perjalanannya, All England sempat terhenti dua kali karena Perang Dunia I (1915-1919) dan Perang Dunia II (1940-1946). Sejak kali pertama digelar, Indonesia sudah pernah meraih gelar dari semua nomor, termasuk ganda campuran. Namun, hingga saat ini baru empat pasang ganda campuran yang sukses menjuarai All England.
Siapa saja ganda campuran yang berhasil merengkuh titel All England? Berikut empat ganda campuran Indonesia yang pernah menjuarai All England.
Christian Hadinata/Imelda Wiguna
Christian Hadinata pernah mengukir tinta emas di ajang All England 1979 bersama Imelda Wiguna dari sektor ganda campuran. Di partai final, Christian/Imelda mengalahkan Mike Tredgett/Nora Perry dengan dua gim langsung, 15-1 dan 18-17.
Christian/Imelda jadi ganda campuran pertama Indonesia yang meraih gelar All England. Menariknya, pada kejuaraan All England 1979, Imelda bisa meraih dua gelar juara, yakni melalui ganda campuran dan putri. Pada nomor ganda putri, Imelda berpasangan dengan Verawaty Fajrin.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
Setelah 33 tahun puasa gelar sejak gelar pertama pada 1979, sektor ganda campuran akhirnya kembali menjuarai All England pada 2012 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Hingga kini, Owi/Butet menjadi satu-satunya ganda campuran yang mampu mencetak hat-trick gelar All England. Tantowi/Liliyana meraih trofi All England masing-masing pada edisi 2012, 2013, dan 2014.
Praveen Jordan/Debby Susanto
Setelah pasangan Tontowi/Liliyana jadi juara All England tiga kali secara beruntun (2012, 2013 dan 2014), pada tahun berikutnya Indonesia tak menempatkan wakilnya di podium juara.
Usai terjegal pada 2015, Indonesia meraih gelar All England 2016. Bukan dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, melainkan dari pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto, yang membekuk duet Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen, dengan skor 21-12 dan 21-17.
Praveen mendapat gelar keduanya di ajang All England pada edisi 2020. Namun, kali ini ia berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Faozan Tri Nugroho/Editor: Aning Jati/Dipublikasi: 16 Maret 2020
Baca Juga:
- Deretan Meme Kocak Selebrasi Praveen/Melati Usai Juarai All England 2020
- Reaksi Netizen Atas Gelar Juara Praveen Jordan/Melati Daeva di All England 2020
- 5 Catatan Unik di Balik Gelar All England 2020 Praveen/Melati
- Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Para 'Kryptonite' Kevin Sanjaya/Marcus Gideon
- Kevin/Marcus Bersyukur Capai Final All England 2020 Meski Kalah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Liga Champions, Ini Syaratnya
Liga Inggris 22 April 2026, 03:03
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59







