Budaya Instan Penyebab Merosotnya Prestasi Bulutangkis
Editor Bolanet | 29 April 2011 21:43
"Jujur, harus diakui bahwa saat ini prestasi kita tertinggal dari negara lain. Terbukti, pada beberapa kejuaraan prestisius macam Piala Thomas, Piala Sudirman atau All England, kita tidak bisa meraih gelar juara," ujar Christian Hadinata.
"Harus diakui juga bahwa hal ini tak lepas dari terlambatnya regenerasi kita. Para pengurus organisasi lebih memilih untuk mengirim pemain senior ke ajang-ajang internasional. Alhasil para pemain muda kita tidak memiliki cukup pengalaman," imbuhnya.
Menurut pebulutangkis papan atas di era 70-an ini, hal tersebut disebabkan karena siapapun orang yang memimpin di PBSI, mereka selalu ingin dinilai berhasil. "Karena itulah mereka selalu mengirim pemain senior di seluruh ajang internasional. Sementara, negara lain mengirim pemain-pemain junior. Memang, pemain senior kita bisa meraih prestasi di ajang tersebut. Namun, efeknya pemain junior kita tidak bisa berkembang, tegasnya.
Namun, menurut Christian, pecinta bulutangkis Indonesia harus tetap optimis. Sebab dengan pelatihan dan pembinaan yang baik, termasuk memberi kesempatan pada pemain muda untuk tampil di ajang internasional, paceklik gelar bisa diatasi. (den/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19













