Bukan Pilihan Utama, Li Xuerui Raih Emas Tunggal Putri
Editor Bolanet | 5 Agustus 2012 05:40
- Unggulan ketiga asal China, Li Xuerui, mengalahkan rekan senegaranya - unggulan teratas Wang Yihan, 21-15, 21-23, 21-17. Hasil itu membuatnya meraih medali emas Olimpiade cabang bulu tangkis tunggal putri.
Wang meneteskan air mata di podium yang sama di Wembley Arena, tempat ia memastikan gelar dunia pada tahun lalu. Tentu saja memenangi medali emas adalah momentum menyenangkan, namun kejayaan mestinya bukan hanya dimiliki diriku sendiri namun tim, kata Li.
Bersama dengan rekan setimku, kami tampil brilian dan memberi pertandingan menarik kepada para penonton. Kesuksesan Li hanyalah salah satu dari serangkaian kejutan dari dirinya.
Perempuan dari Chongqiing ini adalah pilihan di 'menit-menit terakhir' di tim Olimpiade yang awalnya lebih memfavoritkan Wang Shixian, mantan pebulu tangkis peringkat satu dunia, yang sebelumnya telah ditaklukkannya pada All-England Terbuka Maret silam.
Dari awal final Olimpiade, terdapat tanda-tanda bahwa Li kemungkinan akan mengalahkan sang favorit juara. Ia unggul 12-17 dan 15-8, bergerak lebih baik daripada lawannya, dan bereaksi lebih cepat pada pertukaran pukulan di lapangan tengah. Saat ia unggul 17-9, dengan serangkaian pukulan bersih menyusul pertarungan ketat di dekat net, kelihatannya Li akan mengalahkan sang juara dunia.
Namun Wang memberi perlawanan keras, mengejar sampai skor menjadi 19-15, sebelum kalah di game pertama - meski ia mendapat keuntungan karena baru mengeluarkan banyak energi di akhir game.
Wang juga mengeluarkan banyak energi potensial ketika mengamankan satu match point saat skor menunjukkan 19-20 di game kedua, setelah reli-reli panjang dan melelahkan, dan kemudian match point lain pada 20-21, dengan pukulan mematikan setelah memaksa Li mengangkat kok dari tengah lapangan.
Keberhasilan 'lolos dari maut' memberi momentum pada Wang, dan ia melaju dengan skor 9-5 pada penentuan, namun ia terlalu lambat, dan ia lebih mengandalkan determinasinya, daripada kekuatan serangannya yang membuat ia mampu bertahan sejauh ini.
Li mendapatkan tujuh poin berturut-turut, dan membangun keunggulan empat poin sebelum Wang kembali melawan untuk mencapai skor 17-17. Ia hanya memiliki sedikit tenaga yang tersisa untuk menahan serangan yang diberikan lawannya yang lebih muda, dan pada kali ini ia gagal bangkit dari ketinggalan. (afp/row)
Wang meneteskan air mata di podium yang sama di Wembley Arena, tempat ia memastikan gelar dunia pada tahun lalu. Tentu saja memenangi medali emas adalah momentum menyenangkan, namun kejayaan mestinya bukan hanya dimiliki diriku sendiri namun tim, kata Li.
Bersama dengan rekan setimku, kami tampil brilian dan memberi pertandingan menarik kepada para penonton. Kesuksesan Li hanyalah salah satu dari serangkaian kejutan dari dirinya.
Perempuan dari Chongqiing ini adalah pilihan di 'menit-menit terakhir' di tim Olimpiade yang awalnya lebih memfavoritkan Wang Shixian, mantan pebulu tangkis peringkat satu dunia, yang sebelumnya telah ditaklukkannya pada All-England Terbuka Maret silam.
Dari awal final Olimpiade, terdapat tanda-tanda bahwa Li kemungkinan akan mengalahkan sang favorit juara. Ia unggul 12-17 dan 15-8, bergerak lebih baik daripada lawannya, dan bereaksi lebih cepat pada pertukaran pukulan di lapangan tengah. Saat ia unggul 17-9, dengan serangkaian pukulan bersih menyusul pertarungan ketat di dekat net, kelihatannya Li akan mengalahkan sang juara dunia.
Namun Wang memberi perlawanan keras, mengejar sampai skor menjadi 19-15, sebelum kalah di game pertama - meski ia mendapat keuntungan karena baru mengeluarkan banyak energi di akhir game.
Wang juga mengeluarkan banyak energi potensial ketika mengamankan satu match point saat skor menunjukkan 19-20 di game kedua, setelah reli-reli panjang dan melelahkan, dan kemudian match point lain pada 20-21, dengan pukulan mematikan setelah memaksa Li mengangkat kok dari tengah lapangan.
Keberhasilan 'lolos dari maut' memberi momentum pada Wang, dan ia melaju dengan skor 9-5 pada penentuan, namun ia terlalu lambat, dan ia lebih mengandalkan determinasinya, daripada kekuatan serangannya yang membuat ia mampu bertahan sejauh ini.
Li mendapatkan tujuh poin berturut-turut, dan membangun keunggulan empat poin sebelum Wang kembali melawan untuk mencapai skor 17-17. Ia hanya memiliki sedikit tenaga yang tersisa untuk menahan serangan yang diberikan lawannya yang lebih muda, dan pada kali ini ia gagal bangkit dari ketinggalan. (afp/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Deretan Bintang Cantik Lapangan Hijau Olimpiade 2012
Editorial 10 Agustus 2012, 13:17
-
Highlights Olimpiade Putri: Amerika Serikat 2-1 Jepang
Open Play 10 Agustus 2012, 10:08
-
Peraih Medali Olimpiade Peroleh Bonus Dari Pemerintah
Olahraga Lain-Lain 9 Agustus 2012, 19:00
-
Alex Morgan Incar Balas Dendam Pada Jepang
Bola Dunia Lainnya 9 Agustus 2012, 14:50
-
Usain Bolt Menuju Gelar Atlet Legendaris
Olahraga Lain-Lain 9 Agustus 2012, 13:29
LATEST UPDATE
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
-
Gelandang Juventus Ini Masuk Daftar Belanja Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37















