Kasus Bendera Indonesia Gagal Berkibar di Piala Thomas 2020, Menpora Bentuk Tim untuk Lobi WADA
Serafin Unus Pasi | 18 Oktober 2021 15:45
Bola.net - Bendera Indonesia yang tidak boleh dikibarkan dalam ajang internasional membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali membentuk tim untuk melobi Badan Anti Doping Dunia (WADA). Tim Thomas Cup Indonesia yang berhasil menjadi juara, Minggu (17/10/2021), hanya diiring bendera PBSI, ketika naik podium.
Posisi saat ini, Indonesia sedang mendapatkan sanksi dari WADA. Penyebabnya karena dianggap tidak melakukan pengujian doping, ditambah ada pending matters dari kepengurusan lama Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).
Dalam jumpa pers virtual pada Senin (18/10), Menpora mengungkapkan baru tahu ada pending matters yang juga dipersoalkan WADA. Sebelumnya, ia hanya tahu teguran dari WADA karena ketidaktaatan terhadap Tes Doping Plan.
"Tidak menganggap remeh, ini hal serius, waktu saya sampaikan beberapa waktu lalu berdasarkan laporan yang saya terima hanya masalah TDP. Setelah kami klarifikasi seharusnya sudah tidak ada masalah," ujar Menpora.
"Ternyata hari ini, Senin (18/10) pukul 10.00 WIB, saya melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan internal Kemenpora bersama NOC Indonesia dan LADI, baru diketahui ada pending matters sehubungan kepengurusan yang lama yang harus diselesaikan. Jadi ada transisi yang tidak cepat," katanya menambahkan.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Tim Akselerasi dan Investigasi
Dalam rakor tersebut, Menpora membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi. Tim itu dipimpin oleh Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.
Anggotanya adalah Sekjen NOC, perwakilan LADI dua orang, lalu ditambah perwakilan dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang punya banyak agenda internasional. Unsur dari Kemenpora juga akan dilibatkan.
"Dalam rakor internal pagi ini saya bentuk tim yang diketuai Pak Okto, dengan dua tugas yakni akselerasi, percepatan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama WADA guna mempercepat pencabutan sanksi," ucap Menpora.
"Yang kedua investigasi, untuk mencari apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebabnya, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan," tambahnya.
Komunikasi dengan Mensesneg
Karena masalah ini menyangkut negara, Menpora mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno. Ia melaporkan berbagai langkah yang diambil dalam usaha menyelesaikan persoalan ini secepat-cepatnya.
"Selanjutnya tim segera bekerja untuk dua tugas tersebut dan bertanggung jawab langsung kepada saya selaku Menpora. Serta saya sudah berkomunikasi dengan Mensesneg menyampaikan langkah-langkah yang kami ambil," tutur Menpora.
"Saya sudah sampaikan bila diperlukan butuh kehadiran saya, saya akan dampingi tim ini. Tapi kalau dengan tim ini saja sudah cukup kerjanya, maka saya tidak perlu untuk ke WADA dan ke tempat-tempat lain itu," imbuh politisi partai Golkar ini.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
- Kritik Terbuka, Taufik Hidayat: LADI, Menpora, KONI, KOI, Kerjamu Ngapain Aja?
- Ramai Kritik untuk Menpora: Dari Kasus LADI hingga Tidak Mengenal Ganda Fajar/Rian
- Jokowi Bikin Ucapan Indonesia Juara Piala Thomas, Netizen: Yang Juara PBSI, Lihat Benderanya
- Bendera Indonesia Absen Saat Juara Piala Thomas 2020, LADI: Kami Minta Maaf
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


