Keanehan Statistik Kiprah Ganda Putra Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Endo/Watanabe
Anindhya Danartikanya | 17 Desember 2019 14:55
Bola.net - Tiga ganda putra bulu tangkis dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, menciptakan cerita unik pada 2019. Ketiganya membentuk siklus saling mengalahkan di antara mereka.
Ganda putra nomor satu dunia, Kevin/Marcus, sangat perkasa sepanjang tahun ini, tapi selalu mati kutu jika bertemu Endo/Watanabe. Endo/Watanabe pun disebut sebagai 'kryptonite' Kevin/Marcus karena selalu bisa meredam keperkasaan ganda putra Indonesia tersebut.
Bukti terbaru dari keunikan statistik Kevin/Marcus kontra Endo/Watanabe tersaji di BWF World Tour Finals 2019. Dua kali bertemu Endo/Watanabe (di fase grup dan semifinal), dua kali pula The Minions takluk.
Anehnya, keperkasaan Endo/Watanabe seperti memudar jika bertemu ganda Indonesia lainnya, Ahsan/Hendra. Musim ini, Endo/Watanabe selalu kalah jika bertemu The Daddies. Statistik ini tersaji di final BWF World Tour Finals 2019, Minggu (15/12/2019). Ahsan/Hendra menang dua gim langsung.
Keanehan berlanjut pada rekor Kevin/Marcus kontra Ahsan/Hendra. Tahun ini, Ahsan/Hendra belum pernah membekuk The Minions. Seluruh duel mereka tersaji di babak final. Seperti apa keunikan statistik di antara tiga pemain ganda kuat dunia tersebut?
Head-to-Head Kevin/Marcus vs Endo/Watanabe pada 2019: 0-5
Final Kejuaraan Asia Bulu Tangkis 2019
Pertemuan pertama Kevin/Marcus melawan Endo/Watanabe pada tahun ini tersaji di final Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019, pada 28 April. Dalam pertandingan itu, Kevin/Marcus menyerah dua gim langsung 8-21, 15-21.
Perempat final Thailand Terbuka 2019
Kevin/Marcus kembali bertemu Endo/Watanabe di perempat final Thailand Terbuka 2019, pada 2 Agustus 2019. Pertarungan berlangsung ketat tapi Endo/Watanabe berhasil membekuk Kevin/Marcus dalam tiga gim 17-21,21-19,21-14.
Perempat final Hong Kong Terbuka 2019
Kekalahan ketiga Kevin/Marcus dari Endo/Watanabe tersaji di perempat final Hong Kong Terbuka 2019. Kali ini, Kevin/Marcus juga takluk melalui duel tiga gim 21-16, 14-21, 20-22.
Fase Grup BWF World Tour Finals 2019
Kevin/Marcus bertemu Endo/Watanabe pada laga kedua penyisihan grup BWF World Tour Finals, Kamis (12/11/2019). Lagi-lagi duel berlangsung dalam rubber game. Kevin/Marcus keok dengan skor 11-21, 21-14, 11-21.
Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Setelah bertemu di fase grup, hasil undian kembali membuat Kevin/Marcus berjibaku dengan Endo/Watanabe di partai final. Hasilnya kembali negatif.
Bertanding di Tianhe Gymnasium, China, Sabtu (14/12/2019), Kevin/Marcus kalah dari Endo/Watanabe lewat rubber game 21-11 15-21 21-10.
Head-to-Head Ahsan/Hendra vs Endo/Watanabe pada 2019: 5-0
Final Selandia Baru Terbuka 2019
Ahsan/Hendra kali pertama bertemu Endo/Watanabe di final Selandia Baru Terbuka 2019, pada 5 Mei 2019. Pada laga tersebut Daddies menang rubber game 20-22, 21-15, 21-17.
Perempat Final Indonesia Open 2019
Pertemuan kedua Ahsan/Hendra dengan pasangan Jepang tersebut tersaji di perempat final Indonesia Open 2019, pada 19 Juli 2019. Kali ini, pertandingan juga berlangsung hingga tiga gim. Daddies menang 21-15, 9-21, 22-20.
Perempat Final China Terbuka 2019
Pada 20 September 2019, Ahsan/Hendra berjibaku melawan Endo/Watanabe pada perempat final China Terbuka 2019. Hasilnya, Endo/Watanabe keok straight game 15-21, 12-21
Perempat Final Denmark Terbuka 2019
Pada 18 Oktober 2019, Endo/Watanabe lagi-lagi harus berduel dengan Ahsan/Hendra di perempat final Denmark Terbuka 2019. Mereka belum juga menemukan resep jitu untuk meredam The Daddies. Ahsan/Hendra berjaya dengan kemenangan 21-15, 21-14
Final BWF World Tour Finals 2019
Seperti sudah dibahas sebelumnya, final BWF World Tour Finals 2019 tersebut menjadi kemenangan kelima Ahsan/Hendra atas Endo/Watanabe. Duel tersebut dimenangi Ahsan/Hendra dengan skor 24-22, 21-19.
Head-to-Head Ahsan/Hendra vs Kevin/Marcus pada 2019: 0-5
Final Indonesia Masters 2019
Kedua pemain andalan Indonesia, Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra, berjibaku pada final Indonesia Masters 2019, pada 27 Januari. Hasilnya, Kevin/Marcus menang dua gim langsung 21-17, 21-11.
Final Indonesia Open 2019
Lagi-lagi Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra berjumpa di final. Kali ini, di final Indonesia Open pada 21 Juli 2019. Hasilnya, Minions masih terlalu tangguh dan menang 21-19, 21-16.
Final Jepang Terbuka 2019
Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus benar-benar mendominasi persaingan ganda putra tahun ini. Mereka lagi-lagi bertemu di final, kali ini Jepang Terbuka 2019, pada 28 Juli. Pertarungan berjalan lebih ketat, tapi Minions kembali menang straight games 21-18, 23-21.
Final China Terbuka 2019
Pada 22 September, Minions versus The Daddies berjibaku di final China Terbuka 2019. Minions kembali menjadi pemenang, tapi kali ini melalui tiga gim 21-18, 17-21, 21-15.
Final Denmark Terbuka 2019
Ini final kelima pada 2019 antara Kevin/Marcus versus Ahsan/Hendra, yaitu pada Denmark Terbuka, 20 Oktober 2019. Hasilnya tak jauh berbeda. Minions menang 21-14, 21-13.
Komentar untuk Lawan
Setelah kalah di semifinal BWF World Tour Finals, Kevin/Marcus mengakui Endo/Watanabe mampu bermain lebih baik. "Mereka tampil lebih konsisten dari awal sampai akhir. Mereka juga selalu bisa mempertahankan ritme permainannya. Sebaliknya, kami malah masih banyak berubah-ubah," jelas Kevin, melalui rilis dari PBSI.
"Kami sudah berusaha menyerang, tapi lawan memang tidak gampang dimatikan hari ini. Saya pribadi jadi tidak begitu percaya diri mainnya. Mau main seperti apa pun jadi tidak enak, tidak bisa lepas juga tadi karena kepikiran terus," lanjut Marcus.
Sementara itu, pasangan Endo/Watanabe mengatakan Kevin/Marcus tetap dan masih menjadi ganda putra terbaik di dunia saat ini. "Walau kami bisa menang dari mereka, tapi tetap saja rasanya sedikit berbeda. Mereka seperti kurang bermain maksimal hari ini. Kami juga akan berusaha terus menjadi yang terbaik seperti mereka, terus belajar untuk menemukan sesuatu yang baru," beber Endo .
Sementara itu, Ahsan/Hendra sempat membuka resep jitu cara meredam Endo/Watanabe. "Kami harus menyerang di bagian lapangan depan mereka, karena pertahanan mereka sangat bagus. Mereka muda dan sangat sulit dikalahkan. Kami cukup fokus hari ini," kata Ahsan, seperti dilansir situs BWF.
Bagaimana Persaingan Tahun Depan?
Persaingan unik antara Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Endo/Watanabe dipastikan akan berlanjut pada tahun depan. Apalagi, para pemain elite dunia akan semakin ngotot meraup sebanyak mungkin poin untuk mengamankan tiket Olimpiade 2020.
Ketiga pemain sudah melaju di jalur yang cepat untuk tampil di Olimpiade Tokyo, Jepang, tersebut. Endo/Watanabe bisa menjegal ambisi Kevin/Marcus memburu medali emas Olimpiade pertama mereka. Mau tak mau The Minions harus mencari cara untuk meredam kryptonite mereka itu.
Di sisi lain, Ahsan/Hendra juga berambisi meraih medali emas Olimpiade. Itu akan menjadi emas pertama bagi Ahsan, dan yang kedua untuk Hendra. Namun, mereka juga harus mencari cara untuk memperbaiki rekor buruk kontra Minions.
Seperti apa persaingan antara tiga pasangan ganda putra dunia tersebut pada 2020? Kita tunggu saja.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 17 Desember 2019
Baca Juga:
- Pelatih Evaluasi Kegagalan Ganda Campuran Indonesia di BWF World Tour Finals 2019
- Ahsan/Hendra Ungkap Rahasia Sukses Bekuk Endo/Watanabe
- Greysia Polii/Apriyani Rahayu Diminta Perbaiki Kebugaran Fisik
- Gagal Tembus Final BWF World Tour Finals, Kevin/Marcus Dievaluasi Pelatih
- Pelatih Puji Anthony Ginting, Jonatan Christie Dapat Catatan Penting
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League: Dilepas Arema FC, Yann Motta Percaya Rencana Tuhan
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:59
-
BRI Super League: Pemain Asing Baru Arema FC Adalah Teman Lama Vinicius Junior
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 18:54
-
Bocoran FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria
Tim Nasional 14 Januari 2026, 22:59
-
BRI Super League: Brasil Dominasi Daftar Pencetak Gol Putaran Pertama
Bola Indonesia 14 Januari 2026, 21:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







