Pertama Kali Tanpa Medali di Asian Games, Ada Apa dengan Bulu Tangkis Indonesia?
Anindhya Danartikanya | 11 Oktober 2023 11:35
Bola.net - Indonesia yang dikenal mengandalkan cabang olahraga bulu tangkis bikin banyak orang bertanya-tanya karena pulang tanpa membawa satu pun medali dari Asian Games 2023 Hangzhou, China. Sepanjang sejarah, ini pertama kalinya bagi Skuad Merah Putih gagal meraih medali.
Baik di nomor beregu maupun perorangan, Indonesia hanya mentok di perempat final. Dalam nomor perorangan, hanya tiga wakil yang menembus babak ini, yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Ketiganya pun kompak kalah di babak tersebut, sehingga Indonesia otomatis untuk pertama kalinya dalam sejarah tak bisa menyabet satu pun medali dalam cabor bulu tangkis nomor perorangan di Asian Games.
Indonesia Koleksi 69 Medali

Sejak bulu tangkis dipertandingkan di Asian Games pada 1962, Indonesia selalu meraih medali pada tiap penyelenggaraannya. Secara total, Indonesia mengumpulkan 69 medali, yakni 22 emas, 17 perak, dan 30 perunggu.
Sektor ganda putra pun menjadi sektor yang menyumbangkan medali terbanyak bagi indonesia dengan 21 medali, yakni 8 emas, 5 perak, dan 8 perunggu. Alhasil, sektor ini selalu jadi sorotan.
Nyatanya, Indonesia kalah di perempat final dalam Asian Games 2023 dan untuk pertama kalinya dalam sejarah puasa raihan medali.
Padahal Tunggal Putra Raih Emas pada 2018

Sektor tunggal putra juga tampil loyo. Mentok di perempat final di edisi kali ini, dulangan emas Jonatan Christie pada 2018 tak mampu diulang. Tunggal putri juga sayangnya gagal meraih medali. Mereka terakhir kali meraih emas pada 1962, dan terakhir kali meraih medali apa pun pada 1994.
Ganda putri dan ganda campuran juga gagal membawa pulang medali. Pada Asian Games 2018, kedua sektor masih berhasil menggenggam perunggu, tetapi ganda putri belum meraih emas lagi sejak 2014, dan ganda campuran belum pernah dapat emas lagi sejak 1982.
Semoga keterpurukan bulu tangkis Indonesia bisa membaik menjelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, mendatang ya, Bolaneters! Berikut raihan medali Indonesia di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran sepanjang sejarah Asian Games.
Koleksi Medali Tunggal Putra Indonesia di Asian Games
1962: Emas (Tan Joe Hok) dan Perunggu (Ferry Sonneville)
1966: Emas (Ang Tjin Siang) dan Perak (Wong Pek Sen)
1970: Perak (Muljadi)
1974: Perunggu (Liem Swie King)
1978: Emas (Liem Swie King) dan Perunggu (Iie Sumirat)
1982: Perak (Liem Swie King)
1986: -
1990: Perunggu (Alan Budikusuma)
1994: Emas (Hariyanto Arbi) dan Perak (Joko Suprianto)
1998: Perak (Hendrawan)
2002: Emas (Taufik Hidayat) dan Perunggu (Hendrawan)
2006: Emas (Taufik Hidayat)
2010: -
2014: -
2018: Emas (Jonatan Christie)
2022: -
Koleksi Medali Tunggal Putri Indonesia di Asian Games
1962: Emas (Minarni), Perak (Corry Kawilarang), dan Perunggu (Happy Herowati)
1966: Perunggu (Minarni)
1970: Perunggu (Minarni)
1974: -
1978: -
1982: -
1986: -
1990: Perunggu (Susi Susanti)
1994: Perunggu (Susi Susanti)
1998: -
2002: -
2006: -
2010: -
2014: -
2018: -
2022: -
Koleksi Medali Ganda Putra Indonesia di Asian Games
1962: Perak (Tan Joe Hok/Liem Tjeng Kiang) dan Perunggu (Tutang Djamaluddin/Abdul Patah Unang)
1966: Perak (Ang Tjin Siang/Tjoa Tjong Boan) dan Perunggu (Tan King Gwan/Abdul Patah Unang)
1970: Perunggu (Rudy Hartono/Indra Gunawan)
1974: Emas (Tjun Tjun/Johan Wahjudi) dan Perak (Christian Hadinata/Ade Chandra)
1978: Emas (Christian Hadinata/Ade Chandra)
1982: Emas (Icuk Sugiarto/Christian Hadinata)
1986: Perunggu (Liem Swie King/Bobby Ertanto)
1990: Perunggu (Eddy Hartono/Rudy Gunawan)
1994: Emas (Rexy Mainaky/Ricky Subagja)
1998: Emas (Rexy Mainaky/Ricky Subagja)
2002: Perunggu (Halim Haryanto/Tri Kusharjanto)
2006: Perak (Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto) dan Perunggu (Markis Kido/Hendra Setiawan)
2010: Emas (Markis Kido/Hendra Setiawan) dan Perunggu (Mohammad Ahsan/Alvent Yulianto)
2014: Emas (Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan)
2018: Emas (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo) dan Perak (Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto)
2022: -
Koleksi Medali Ganda Putri Indonesia di Asian Games
1962: Emas (Minarni/Retno Kustijah), Perak (Corry Kawilarang/Happy Herowati)
1966: Emas (Minarni/Retno Kustijah)
1970: Perak (Retno Kustijah/Nurhaena)
1974: Perunggu (Theresia Widiastuti/Imelda Wiguno)
1978: Emas (Verawaty Wiharjo/Imelda Wiguno) dan Perunggu (Theresia Widiastuti/Ruth Damayanti)
1982: -
1986: Perunggu (Rosiana Tendean/Imelda Wiguno)
1990: Perunggu (Verawaty Fadjrin/Lili Tampi)
1994: -
1998: Perak (Eliza Nathanael/Deyana Lomban)
2002: -
2006: -
2010: -
2014: Emas (Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii)
2018: Perunggu (Greysia Polii/Apriyani Rahayu)
2022: -
Koleksi Medali Ganda Campuran Indonesia di Asian Games
1962: Nomor belum dipertandingkan
1966: Perunggu (Wong Pek Sen/Minarni dan Tjoa Tjong Boan/Retno Kustijah)
1970: Perunggu (Rudy Hartono/Minarmi)
1974: Emas (Christian Hadinata/Regina Masli) dan Perak (Tjun Tjun/Sri Wiyanti)
1978: Perak (Hariamanto Kartono/Theresia Widiastuti) dan Perunggu (Christian Hadinata/Imelda Wiguno)
1982: Emas (Christian Hadinata/Ivana Lie) dan Perak (Icuk Sugiarto/Ruth Damayanti)
1986: -
1990: Perak (Eddy Hartono/Verawaty Fadjrin) dan Perunggu (Rudy Gunawan/Rosiana Tendean)
1994: Perunggu (Rudy Gunawan/Eliza Nathanael)
1998: Perunggu (Tri Kusharjanto/Minarti Timur)
2002: Perunggu (Nova Widianto/Vita Marissa)
2006: -
2010: -
2014: Perak (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir) dan Perunggu (Praveen Jordan/Debby Susanto)
2018: Perunggu (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir)
2022: -
Baca juga:
- Miguel Oliveira Bisa Tinggalkan RNF Aprilia demi Repsol Honda: Pengganti Marc Marquez yang Tepat?
- Pepet Maverick Vinales, Repsol Honda Gerilya Cari Pengganti Marc Marquez
- Profil Sirkuit Mandalika: Marco Bezzecchi dan Ducati Masih Pegang Rekor Top Speed
- Konvoi Lagi, Para Rider MotoGP Bakal Keliling Mataram Sebelum Balapan di Mandalika
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
LATEST UPDATE
-
Mandul Sejak Pergantian Tahun, Apa yang Terjadi dengan Christian Pulisic?
Liga Italia 24 Februari 2026, 03:04
-
Link Nonton Live Streaming Everton vs Man United di Vidio, 24 Februari 2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 01:15
-
Tempat Menonton Everton vs Man Utd: Live Streaming Premier League di Vidio
Liga Inggris 23 Februari 2026, 22:15
-
Permainan Mental Guardiola Bisa Jadi Petaka untuk Arsenal!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 21:58
-
Shayne Pattynama Siap Hadapi Laga Emosional Persija vs Malut United
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09






