Wawancara Jude Bellingham: Dari Wayne Ronney hingga Der Klassiker
Asad Arifin | 15 Februari 2021 14:25
Bola.net - Jude Bellingham membuat langkah besar pada awal musim 2020/2021 lalu. Pada usia 17 tahun, dia keluar dari Inggris untuk bermain di Borussia Dortmund.
Bellingham menjadi perhatian banyak klub setelah tampil bagus di Birmingham City. Bersaing dengan Manchester United, Dortmund sukses membeli Bellingham dengan transfer 23 juta euro.
Pemain yang lahir pada 19 Juni 2003 ini langsung masuk tim utama Dortmund. Walau tidak bermain secara reguler, Bellingham mampu bersaing dengan nama top seperti Axel Witsel, Mahmou Dahoud, Emre Can, dan Thomas Delaney.
Seperti dikutip dari situs resmi Bundesliga, Bellingham berkisah tentang petualangan barunya di Dortmund. Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Tentang Dortmund
Reporter Bundesliga.com: Apa alasan anda bergabung dengan Dortmund?
Bellingham: Seperti yang saya katakan berkali-kali, saya pikir mereka menawarkan menit bermain, apa yang mereka tawarkan kepada pemain muda adalah tentang peluang berada di atas lapangan. Saya menikmati setiap detiknya bermain untuk para penggemar. Lalu, saya juga harus menunggu bahkan lebih lama lagi untuk bermain di depan 80,000 penonton, tapi itu salah satu sesuatu yang meyakinkan saya untuk datang ke Dortmund.
Reporter Bundesliga.com: Apakah anda merasa seperti di rumah sendiri saat di atas lapangan?
Bellingham: Saya merasa setiap kali pesepakbola berada di lapangan, di situlah mereka merasa tempat yang paling nyaman. Di atas lapangan, kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, kami digaji untuk dapat membuat perbedaan saat di lapangan dan tidak ada yang lebih baik bagi kami selain menginjakkan kaki di lapangan.
Reporter Bundesliga.com: Apa perbedaan antara sepak bola di Bundesliga dan pengalaman anda bermainbersama Birmingham City di Inggris?
Bellingham: Saya pikir di Bundesliga sangat berbeda. Dari segi kontak fisik, rasanya anda akan mendapatkan lebih sedikit ketimbang bermain di daratan Inggris. Namun, dari segi teknik, kualitas di Bundesliga jauh lebih baik dan itu amat membantu saya untuk menguji ketangkasan fisik dan teknik saya dalam mengolah bola. Semoga dengan banyaknya pemain muda bertalenta di Bundesliga, saya tetap akan menjadi salah satu yang bersinar.
Performa
Reporter Bundesliga.com: Bagaimana anda mendeskripsikan performa Dortmund saat ini?
Bellingham: Sederhana saja, kami kebobolan terlalu banyak gol saat ini. Dalam sepak bola, anda harus memiliki rasa menyesal atau menolak untuk kebobolan, agar dapat memberikan kesempatan pada diri anda untuk meraih kemenangan. Saya merasa dalam pertandingan, kami selalu memiliki kepercayaan diri untuk menciptakan sebuah gol. Saya pikir kami telah membuktikannya, tetapi menahan klub-klub di Bundesliga cukup sulit. Posisi pertama dan kedua cukup jauh, tetapi ketiga dan keempat hanya berbeda tiga poin dan enam poin. Ini bukan krisis, itu tergantung pada kami dalam mengubah situasi. Kita merupakan satu-satunya yang bisa mengubahnya, maka benar, tekanan pada kami sangat besar, tapi kami akan baik-baik saja.
Der Klassiker

Reporter Bundesliga.com: Der Klassiker melawan Bayern Munchen sebentar lagi. Apakah itu masih jadi pertandingan terbesar musim ini?
Bellingham: Saya mungkin lebih tahu tentang Klassiker daripada Revierderby. Saya selalu berasumsi itu yang terbesar karena itu adalah dua klub terbesar di Jerman. Jadi, saya lebih menyadarinya. Kami sangat menantikan pertandingan tersebut untuk mendapatkan kemenangan kembali.
Reporter Bundesliga.com: Apakah anda merasakan perhatian dunia tentang pertandingan tersebut?
Bellingham: Tentu saja, menurut saya ini adalah pertandingan yang tidak memedulikan dari negara mana anda berasal, jika anda menontonya di akhir pekan, anda tahu betapa pentingnya itu. Ini adalah derby, ini Klassiker dan pertandingan ini untuk para penggemar. Jadi, kami ingin bermain untuk itu dan mencoba mewakili diri kami sebaik mungkin.
Wayne Rooney

Reporter Bundesliga.com: Apakah anda memiliki idola dalam sepak bola?
Bellingham: Bagi saya, selalu Wayne Rooney dan Steven Gerrard. Ketika saya muda, yang saya inginkan adalah mengenakkan baju Birmingham City. Kemudian, semakin saya menonton Wayne Rooney, saya semakin menginginkan baju yang dikenakan oleh Wayne Rooney, begitupun dengan Steven Gerrard. Orang-orang seperti ini, yang akan membentuk cara anda bermain karena anda sangat menganggumi mereka. Jadi, ya, keduanya mungkin adalah pahlawan terbesar saya dalam sepak bola.
Sumber: Bundesliga
(Bola.net/Muhammad Afif Farhan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
-
Hasil Atalanta vs Dortmund: Comeback Spektakuler, La Dea Melaju ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:01
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
-
Prediksi Atalanta vs Dortmund 26 Februari 2026
Liga Champions 24 Februari 2026, 17:01
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48











