'Bayern Akan Dihantui Kekalahan Dari Chelsea'
Editor Bolanet | 28 Mei 2012 02:00
- Chairman Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge rupanya masih dihantui kekalahan Bayern dari di final Liga Champions. Rummenigge bahkan mengklaim bahwa rasa sakit Bayern kali ini lebih parah dari tahun 1999.
Laga final yang dihelat di stadion mereka sendiri Allianz Arena membuat Bayern diunggulkan jauh di atas . Namun pertahanan The Blues yang tangguh membuat pertandingan berakhir imbang. Chelsea akhirnya merebut trofi setelah unggul di babak adu penalti.
Pertandingan itu sedikit banyak mirip dengan tahun 1999. Waktu itu, Bayern melawan wakil Inggris lainnya yaitu Manchester United. Bayern juga tampil dominan di laga itu namun akhirnya kalah oleh dua gol United di tambahan waktu babak kedua.
Rummenigge membandingkan dua kekalahan itu dan menyimpulkan bahwa kekalahan kali ini jauh lebih menyakitkan.
Saat bangun tidur, pikiran pertama yang ada di kepala saya adalah tentang pertandingan itu, keluh Rummenigge. Rasa sakit yang dialami klub kami begitu besar, lebih besar dari kekalahan saat melawan Manchester United di final 1999.
Rasa-rasanya kekalahan ini akan menghantui kami untuk waktu yang lama. Namun saya kalah di dua final piala dunia pada 1982 serta 1986. Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa waktu akan menyembuhkan luka kami. (espn/hsw)
Laga final yang dihelat di stadion mereka sendiri Allianz Arena membuat Bayern diunggulkan jauh di atas . Namun pertahanan The Blues yang tangguh membuat pertandingan berakhir imbang. Chelsea akhirnya merebut trofi setelah unggul di babak adu penalti.
Pertandingan itu sedikit banyak mirip dengan tahun 1999. Waktu itu, Bayern melawan wakil Inggris lainnya yaitu Manchester United. Bayern juga tampil dominan di laga itu namun akhirnya kalah oleh dua gol United di tambahan waktu babak kedua.
Rummenigge membandingkan dua kekalahan itu dan menyimpulkan bahwa kekalahan kali ini jauh lebih menyakitkan.
Saat bangun tidur, pikiran pertama yang ada di kepala saya adalah tentang pertandingan itu, keluh Rummenigge. Rasa sakit yang dialami klub kami begitu besar, lebih besar dari kekalahan saat melawan Manchester United di final 1999.
Rasa-rasanya kekalahan ini akan menghantui kami untuk waktu yang lama. Namun saya kalah di dua final piala dunia pada 1982 serta 1986. Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa waktu akan menyembuhkan luka kami. (espn/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setelah Anderson, MU Juga Incar Bintang Nottingham Forest Ini
Liga Inggris 8 Juni 2026, 11:49
-
Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
Asia 8 Juni 2026, 08:52
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















