Cubarsi, Doue, dan Generasi Baru Eropa: Membaca Peta Persaingan Golden Boy 2025
Richard Andreas | 16 Oktober 2025 09:40
Bola.net - Daftar nominasi Golden Boy 2025 resmi dirilis, menampilkan 25 talenta muda terbaik dari berbagai klub besar Eropa. Nama-nama seperti Pau Cubarsi (Barcelona) dan Desire Doue (PSG) menempati posisi teratas dalam bursa favorit. Namun di balik keduanya, ada barisan pesaing muda yang siap mengguncang peta kekuatan sepak bola benua biru.
Golden Boy adalah penghargaan bergengsi yang diberikan setiap tahun oleh media Italia Tuttosport kepada pemain U-21 terbaik di Eropa. Trofi ini telah melahirkan bintang-bintang besar, mulai dari Lionel Messi hingga Jude Bellingham. Tahun ini, pertarungan terasa lebih menarik karena banyak pemain muda sudah menjadi tulang punggung tim utama klub-klub elite.
Pau Cubarsi dan Desire Doue sama-sama menunjukkan kedewasaan luar biasa di usia yang masih sangat muda. Mereka menjadi representasi dua wajah berbeda sepak bola modern: Cubarsi sebagai bek yang tenang dan efisien, sementara Doue menonjol dengan flair dan kreativitas di lini tengah PSG.
Persaingan keduanya mencerminkan transisi generasi sepak bola Eropa, dari era superstar senior ke gelombang pemain muda yang bukan hanya menjanjikan, tapi sudah menentukan hasil pertandingan besar.
Pau Cubarsi: Keteguhan dan Kedewasaan di Lini Belakang Barcelona

Sebagai satu-satunya perwakilan Barcelona di daftar final Golden Boy 2025, Pau Cubarsi muncul sebagai simbol kestabilan dan kematangan. Di usia 18 tahun, ia sudah menjadi starter reguler di bawah asuhan Hansi Flick. Kemampuan membaca permainan dan ketenangannya menghadapi tekanan membuatnya berbeda dari kebanyakan bek muda.
Menurut laporan Marca dan The Guardian, Cubarsi menjadi pilar utama dalam pertahanan Barcelona sepanjang musim. Ia bukan hanya disiplin secara taktis, tetapi juga menunjukkan kemampuan distribusi bola yang khas bek modern. Ia jarang membuat kesalahan fatal, sebuah atribut langka di usia belasan tahun.
Namun sejarah tidak banyak berpihak kepada pemain bertahan. Sejak penghargaan Golden Boy digelar pada 2003, hanya Matthijs de Ligt yang pernah memenangkannya sebagai bek, pada 2018. Jika Cubarsi mampu mematahkan tren tersebut, ia akan menulis sejarah baru, bukan hanya bagi Barcelona, tetapi juga bagi posisi bek tengah di dunia sepak bola.
Desire Doue: Kreativitas dan Pengaruh Besar di Paris

Desire Doue mungkin menjadi lawan terberat Cubarsi dalam perebutan trofi. Gelandang muda asal Prancis itu tampil luar biasa sepanjang musim bersama PSG. Ia bukan hanya pelengkap lini tengah, tetapi juga motor serangan yang menentukan di banyak laga besar.
Sejumlah media Inggris seperti TalkSport dan Sky Sports menilai Doue sebagai “complete midfielder” yang punya keseimbangan antara kreativitas, intensitas, dan kemampuan menekan lawan. Ia telah mencatatkan kontribusi gol dan assist yang signifikan, bahkan di kompetisi Eropa, sesuatu yang jarang dicapai pemain seusianya.
Selain faktor statistik, narasi juga berpihak kepadanya. Doue tampil menonjol di tim yang tengah bertransisi, dan menjadi wajah baru dari proyek jangka panjang PSG yang lebih bertumpu pada talenta lokal. Dalam konteks Golden Boy, pengaruh semacam itu sangat berharga karena penghargaan ini juga mempertimbangkan “impact” terhadap tim.
Pesaing Serius dari Madrid dan London

Persaingan tidak hanya berhenti di dua nama utama. Dean Huijsen, Warren Zaire-Emery, dan Myles Lewis-Skelly juga punya argumen kuat untuk bersaing di papan atas nominasi.
Dean Huijsen, yang kini memperkuat Real Madrid, tengah menikmati lonjakan performa setelah masa peminjaman sukses di Bournemouth. Bek berpostur tinggi ini memadukan kekuatan fisik dan kemampuan membangun serangan dari belakang. Jika ia mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim, peluangnya menyalip Cubarsi bisa terbuka lebar.
Dari kubu PSG, Warren Zaire-Emery tak kalah menonjol. Ia tampil matang dan serba bisa di lini tengah, menjadi tandem ideal bagi Doue. Statistik menit bermainnya bahkan lebih tinggi daripada beberapa pemain senior di tim utama. Sementara itu, Arsenal punya wakil muda dalam diri Myles Lewis-Skelly, gelandang energik yang menunjukkan kematangan luar biasa untuk pemain berusia 18 tahun.
Ketiganya menjadi wajah baru dari generasi pemain muda yang tidak hanya menunggu giliran, tetapi sudah menantang hierarki lama di klub masing-masing.
Wild Card: Nama-Nama yang Bisa Jadi Kejutan

Selain nama-nama besar tadi, ada pula deretan finalis yang berpotensi mencuri perhatian. Kenan Yildiz (Juventus) terus berkembang menjadi ujung tombak Turki di Serie A. Ethan Nwaneri dan Leny Yoro juga mendapat eksposur besar setelah menembus skuad utama Arsenal dan Manchester United.
Real Madrid bahkan memiliki dua kandidat tambahan selain Huijsen, yaitu Arda Guler dan Franco Mastantuono. Keduanya masih belia, tapi sudah menunjukkan bakat yang jelas di level top. Dari Inggris, Chelsea menaruh harapan pada Estevao, pemain sayap muda Brasil yang diproyeksikan menjadi penerus Neymar.
Mereka mungkin belum masuk radar teratas, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa momen besar, satu gol penting di laga Eropa atau performa brilian di turnamen internasional, dapat mengubah persepsi juri dalam waktu singkat.
Daftar Lengkap Nominasi Golden Boy 2025
Berikut daftar 25 pemain calon peraih Golden Boy 2025 selengkapnya:
- Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
- Rodrigo Mora (Porto)
- Giovanni Leoni (Liverpool)
- Francesco Pio Esposito (Inter Milan)
- Aleksandar Stankovic (Club Brugge)
- Pau Cubarsi (Barcelona)
- Desire Doue (PSG)
- Dean Huijsen (Real Madrid)
- Kenan Yildiz (Juventus)
- Myles Lewis-Skelly (Arsenal)
- Warren Zaire-Emery (PSG)
- Arda Guler (Real Madrid)
- Franco Mastantuono (Real Madrid)
- Ethan Nwaneri (Arsenal)
- Jorrel Hato (Chelsea)
- Geovany Quenda (Sporting)
- Estevao (Chelsea)
- Leny Yoro (Manchester United)
- Senny Mayulu (PSG)
- Nico O’Reilly (Manchester City)
- Eliesse Ben Seghir (Bayer Leverkusen)
- Victor Froholdt (Porto)
- Lucas Bergvall (Tottenham)
- Archie Gray (Tottenham)
- Mamadou Sarr (Strasbourg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Man of the Match PSG vs Lyon: Mika Godts
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:05
-
Hasil PSG vs Lyon: 2 Gol Babak Kedua Bawa Les Parisiens ke Puncak Klasemen
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:00
-
Hansi Flick Beri Pemain Barcelona Libur Dua Hari setelah Kalah dari Real Madrid
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 23:09
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







