Gagal di UCL, Fergie Ogah Disamakan City & Chelsea
Editor Bolanet | 19 Maret 2013 16:12
- Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson tak merasa kegagalan timnya di Liga Champions pantas disejajarkan dengan wakil Inggris lainnya.
Setan Merah tersingkir secara kontroversial di babak 16 besar oleh Real Madrid. Itu membuat Inggris tak mengirim satu pun wakil di babak delapan besar setelah Manchester City dan kandas di fase grup. Sementara kendati tampil berani, pun terhenti di babak 16 besar.
Namun melihat penampilan berani anak asuhnya, Ferguson masih merasa mereka tak pantas mengepak koper lebih dini. Oleh karenanya, ia tak mau kegagalan mereka disamakan dengan para rivalnya - terutama City dan Chelsea yang tersingkir dengan cara lebih memalukan.
Anda tak bisa menempatkan kami semua dalam satu keranjang dalam masalah kemunduran. Performa kami lawan Madrid begitu luar biasa dan kami harusnya ada di delapan besar, tapi sayangnya tak begitu, ujar pria Skotlandia itu.
Dan Ferguson hanya merasa terhentinya tren Inggris yang mengirim setidaknya satu finalis dalam tujuh dari delapan musim terakhir, hanyalah sebuah siklus buruk yang bakal segera berlalu. Selama beberapa tahun, tim Inggris rutin masuk semifinal dan final. Saat ini tim Jerman yang melaju dan Spanyol sudah seperti itu beberapa tahun belakangan, pungkasnya. (fox/row)
Setan Merah tersingkir secara kontroversial di babak 16 besar oleh Real Madrid. Itu membuat Inggris tak mengirim satu pun wakil di babak delapan besar setelah Manchester City dan kandas di fase grup. Sementara kendati tampil berani, pun terhenti di babak 16 besar.
Namun melihat penampilan berani anak asuhnya, Ferguson masih merasa mereka tak pantas mengepak koper lebih dini. Oleh karenanya, ia tak mau kegagalan mereka disamakan dengan para rivalnya - terutama City dan Chelsea yang tersingkir dengan cara lebih memalukan.
Anda tak bisa menempatkan kami semua dalam satu keranjang dalam masalah kemunduran. Performa kami lawan Madrid begitu luar biasa dan kami harusnya ada di delapan besar, tapi sayangnya tak begitu, ujar pria Skotlandia itu.
Dan Ferguson hanya merasa terhentinya tren Inggris yang mengirim setidaknya satu finalis dalam tujuh dari delapan musim terakhir, hanyalah sebuah siklus buruk yang bakal segera berlalu. Selama beberapa tahun, tim Inggris rutin masuk semifinal dan final. Saat ini tim Jerman yang melaju dan Spanyol sudah seperti itu beberapa tahun belakangan, pungkasnya. (fox/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo: Fakta-fakta Menarik sang Ikon Sepak Bola Dunia
Asia 8 Juni 2026, 08:52
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















