Tragedi Final Liga Champions Hantui Ribery
Editor Bolanet | 27 Juli 2012 08:00
- Franck Ribery masih dihantui oleh kekalahan dari di final Liga Champions musim lalu. Menurut bintang Bayern Munich itu, tidak seharusnya mereka gagal.
Kekalahan itu menjadi pelengkap derita Bayern, yang juga kalah dari Borussia Dortmund di ajang Bundesliga dan DFB-Pokal. Sang raksasa Bavaria 'sukses' mengakhiri musim 2011/12 tanpa gelar, catatan negatif yang serupa dengan perjalanan mereka musim sebelumnya.
Jelang pertemuan kembali dengan Dortmund di Super Cup pada 12 Agustus mendatang, Ribery pun mengungkapkan kegusaran tentang momen menyakitkan yang dialaminya di pentas Eropa musim lalu itu.
(Final Liga Champions) itu sungguh brutal. Mengingatnya membuat kepala serasa pecah. Tidak seharusnya kami kalah dalam pertandingan itu, papar Ribery.
Bayern memang tampil luar biasa kala itu. Mereka menguasai permainan dan bahkan memimpin 1-0 hingga beberapa menit sebelum peluit panjang.
Akan tetapi, mereka lalu kebobolan gol penyama kedudukan. Di babak perpanjangan, peluang untuk unggul terbuka lebar, tapi eksekusi penalti bisa dimentahkan kiper Chelsea Petr Cech. Puncaknya, mereka kalah lewat adu penalti.
Saya takkan pernah bisa melupakannya, imbuh Ribery.
Ribery juga mengakui bahwa timnya kemungkinan bermain di bawah tekanan saat melawan Dortmund nanti, tapi dia menegaskan satu hal. Kami tidak boleh kalah lagi dari mereka, ujarnya. (espn/gia)
Kekalahan itu menjadi pelengkap derita Bayern, yang juga kalah dari Borussia Dortmund di ajang Bundesliga dan DFB-Pokal. Sang raksasa Bavaria 'sukses' mengakhiri musim 2011/12 tanpa gelar, catatan negatif yang serupa dengan perjalanan mereka musim sebelumnya.
Jelang pertemuan kembali dengan Dortmund di Super Cup pada 12 Agustus mendatang, Ribery pun mengungkapkan kegusaran tentang momen menyakitkan yang dialaminya di pentas Eropa musim lalu itu.
(Final Liga Champions) itu sungguh brutal. Mengingatnya membuat kepala serasa pecah. Tidak seharusnya kami kalah dalam pertandingan itu, papar Ribery.
Bayern memang tampil luar biasa kala itu. Mereka menguasai permainan dan bahkan memimpin 1-0 hingga beberapa menit sebelum peluit panjang.
Akan tetapi, mereka lalu kebobolan gol penyama kedudukan. Di babak perpanjangan, peluang untuk unggul terbuka lebar, tapi eksekusi penalti bisa dimentahkan kiper Chelsea Petr Cech. Puncaknya, mereka kalah lewat adu penalti.
Saya takkan pernah bisa melupakannya, imbuh Ribery.
Ribery juga mengakui bahwa timnya kemungkinan bermain di bawah tekanan saat melawan Dortmund nanti, tapi dia menegaskan satu hal. Kami tidak boleh kalah lagi dari mereka, ujarnya. (espn/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lini Tengah Impian Chelsea dengan Paket Transfer Rp4 Triliun
Liga Inggris 4 Juni 2026, 11:27
-
Chelsea Tutup Pintu Keluar untuk 4 Pemain 'Tak Tersentuh' Ini
Liga Inggris 3 Juni 2026, 23:27
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19















