Memori di Galatasaray Buat Giggs Ngeri
Editor Bolanet | 18 September 2012 18:30
- Pada November 1993 Manchester United menjalani laga knock-out putaran kedua ke . Seperti yang diungkapkan oleh Ryan Giggs, United layaknya disambut dengan kata kata 'Welcome to Hell!'
Giggs saat itu berusia 19 tahun. Winger Wales ini dibawa Sir Alex Ferguson menjalani pertandingan leg kedua Liga Champions itu. Sebagai pemain muda minim pengalaman, mental Giggs terguncang dengan sambutan fans Gala.
Pendukung asal Turki yang memang dikenal militan melempari bus tim United dengan berbagai benda. Hotel tempat menginap skuad United juga dikerubungi ratusan fans yang terus bernyanyi sepanjang malam. Sebagian fans lain menelepon kamar-kamar pemain United untuk memastikan bahwa penggawa Setan Merah sulit tidur.
Situasi tak menjadi lebih baik ketika United mencoba lapangan. Fans Gala rupanya sudah menunggu di dalam stadion untuk mengintimidasi pemain United. United akhirnya kalah agregat dan tersingkir musim itu.
Pengalaman itu rupanya sangat membekas dalam benak Giggs. Kini kenangan itu muncul kembali ketika United akan menghadapi Galatasaray dalam ajang yang sama.
Ketika pertandingan usai, semua menjadi tak terkendali. Eric Cantona yang mendapat kartu merah sudah berada di ruang ganti. Ada polisi dengan senjata lengkap yang tampak waspada. Saat itu kami hanya ingin mencapai ruang ganti secepatnya, kenang Giggs. (fox/hsw)
Giggs saat itu berusia 19 tahun. Winger Wales ini dibawa Sir Alex Ferguson menjalani pertandingan leg kedua Liga Champions itu. Sebagai pemain muda minim pengalaman, mental Giggs terguncang dengan sambutan fans Gala.
Pendukung asal Turki yang memang dikenal militan melempari bus tim United dengan berbagai benda. Hotel tempat menginap skuad United juga dikerubungi ratusan fans yang terus bernyanyi sepanjang malam. Sebagian fans lain menelepon kamar-kamar pemain United untuk memastikan bahwa penggawa Setan Merah sulit tidur.
Situasi tak menjadi lebih baik ketika United mencoba lapangan. Fans Gala rupanya sudah menunggu di dalam stadion untuk mengintimidasi pemain United. United akhirnya kalah agregat dan tersingkir musim itu.
Pengalaman itu rupanya sangat membekas dalam benak Giggs. Kini kenangan itu muncul kembali ketika United akan menghadapi Galatasaray dalam ajang yang sama.
Ketika pertandingan usai, semua menjadi tak terkendali. Eric Cantona yang mendapat kartu merah sudah berada di ruang ganti. Ada polisi dengan senjata lengkap yang tampak waspada. Saat itu kami hanya ingin mencapai ruang ganti secepatnya, kenang Giggs. (fox/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Diklaim Mau Bawa Pulang Eks Anak Akademi Man United
Liga Inggris 8 Juni 2026, 06:36
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19















