Pahitnya Kegagalan Tottenham di Final Piala Super Eropa: Unggul Dua Gol Malah Kalah Adu Penalti dari PSG
Richard Andreas | 14 Agustus 2025 06:29
Bola.net - Tottenham Hotspur mengalami kekalahan menyakitkan setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol melawan Paris Saint-Germain. Laga final UEFA Super Cup yang berlangsung dramatis ini berakhir dengan kemenangan PSG 4-3 melalui babak adu penalti.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi debut Thomas Frank sebagai manajer baru Spurs. Pelatih asal Denmark ini menggantikan Ange Postecoglou yang sebelumnya berhasil membawa klub meraih trofi Liga Europa hanya tiga bulan lalu.
Gol dari Micky van de Ven dan Cristian Romero sempat membawa Tottenham berada di ambang kemenangan bergengsi. Namun, comeback spektakuler PSG melalui Lee Kang-in dan Goncalo Ramos di menit-menit akhir menggagalkan rencana sempurna tersebut.
PSG yang baru memulai pramusim pekan lalu setelah tampil di Piala Dunia Antarklub menunjukkan karakter juara. Mental baja mereka terbukti ketika berhasil memaksakan laga berlanjut ke babak adu penalti meski sempat tertinggal jauh.
Babak adu penalti memberikan harapan semu bagi Tottenham yang sempat memimpin lebih dulu. Kegagalan Vitinha mengeksekusi tendangan pertama PSG memberikan keuntungan psikologis yang signifikan.
Namun, momentum berbalik setelah Van de Ven dan Mathys Tel gagal mengeksekusi dengan sempurna. Luis Enrique dan anak asuhnya akhirnya keluar sebagai pemenang dan merebut trofi pertama musim ini.
Keunggulan Awal Spurs dari Bola Mati
Cristian Romero tampil sebagai kapten untuk pertama kalinya setelah resmi menggantikan Son Heung-min. Formasi tiga bek yang diterapkan langsung mencerminkan filosofi permainan Thomas Frank yang baru.
Tottenham berhasil menguasai tempo permainan di awal laga dengan pressing tinggi yang efektif. PSG hanya mendapat satu peluang melalui Khvicha Kvaratskhelia yang masih melenceng dari sasaran.
Peluang emas pertama Spurs datang melalui tendangan jarak jauh Richarlison yang keras. Lucas Chevalier yang menjalani debut untuk PSG berhasil melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan upaya tersebut.
Mohammed Kudus hampir memberikan kejutan di laga perdananya sejak pindah dari West Ham United. Sayangnya, aksi bertahan cerdas dari Marquinhos berhasil menggagalkan peluang emas striker Ghana tersebut.
Gol pembuka akhirnya tercipta melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna. Umpan diagonal akurat dari Guglielmo Vicario disambut sundulan Romero yang mengarah ke kotak penalti.
Joao Palhinha melepaskan tembakan keras yang membentur mistar gawang PSG. Van de Ven dengan sigap menyambar bola liar tersebut dan mengubahnya menjadi gol yang memecah kebuntuan.
PSG Bangkit di Menit Akhir

Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Tottenham kembali memanfaatkan kelemahan PSG dari situasi bola mati. Pedro Porro mengirim umpan silang yang sempurna ke arah Romero yang tidak terkawal ketat.
Sundulan bek Argentina tersebut berhasil melewati Lucas Chevalier yang melakukan kesalahan positioning fatal. Gol kedua ini semakin memperkuat posisi Spurs dan membuat mereka semakin percaya diri.
PSG mulai meningkatkan intensitas serangan mereka untuk mengejar ketertinggalan. Namun, barisan pertahanan solid Tottenham berhasil menggagalkan sebagian besar upaya comeback tersebut.
Bradley Barcola sempat berhasil membobol gawang Vicario dengan finishing yang apik. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena pemain Prancis tersebut berada dalam posisi offside.
Fabian Ruiz hampir memanfaatkan bola pantul dari penyelamatan gemilang Vicario. Untungnya bagi Spurs, Danso melakukan antisipasi cerdas dengan blok krusial yang menyelamatkan timnya.
Kebangkitan PSG akhirnya dimulai lima menit sebelum waktu normal berakhir. Lee Kang-in melepaskan tembakan akurat yang mengarah ke pojok bawah gawang Tottenham.
Tekanan bertubi-tubi berlanjut hingga menit ke-94 ketika Achraf Hakimi memberikan umpan matang. Ousmane Dembele menerima bola dan langsung mengirim crossing sempurna untuk dituntaskan Goncalo Ramos menjadi gol penyeimbang.
Adu Penalti Penentu Trofi
Keputusan cerdas Cristian Romero memilih titik adu penalti di depan suporter Tottenham memberikan keuntungan psikologis tambahan. Dukungan penuh dari tribun diharapkan dapat memberikan energi positif bagi para eksekutor.
Tottenham bahkan sempat unggul 2-0 di awal babak adu penalti setelah drama yang tak terduga. Vitinha gagal mengeksekusi tendangan pertama PSG, sementara Rodrigo Bentancur sukses memberikan keunggulan bagi timnya.
Namun, keunggulan yang terlihat aman tersebut perlahan mulai terkikis seiring berjalannya waktu. Van de Ven gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik setelah tendangannya berhasil ditepis Lucas Chevalier.
Mathys Tel kemudian memperburuk situasi dengan menembak melenceng jauh dari sasaran. Kegagalan beruntun ini memberikan momentum berharga bagi PSG untuk bangkit kembali.
PSG memanfaatkan momentum dengan sempurna dan mulai menyamakan kedudukan secara bertahap. Nuno Mendes tampil sebagai hero dengan memastikan kemenangan melalui tendangan penalti penutup yang sempurna.
Kekalahan ini membuat Tottenham harus pulang dengan tangan kosong di debut Thomas Frank. Mimpi meraih trofi pertama di awal musim pun harus kandas dengan cara yang sangat menyakitkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apa yang Dibutuhkan Timnas Italia untuk Lolos ke Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 25 Maret 2026, 17:11
-
Achraf Hakimi Setia di PSG, Rumor ke Real Madrid Ditepis
Liga Eropa Lain 25 Maret 2026, 13:57
-
Teori Konspirasi Transfer Manuel Ugarte: Manchester United Dibodohi Agen?
Liga Inggris 24 Maret 2026, 23:21
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Siapkan Perombakan Besar, Enam Pemain Baru Direncanakan
Liga Spanyol 30 Maret 2026, 14:13
-
Panduan Mengalahkan Bosnia & Herzegovina dari San Marino untuk Timnas Italia
Piala Dunia 30 Maret 2026, 14:00
-
Jens Raven, Mesin Gol Junior yang Siap Uji Diri di Timnas Indonesia Senior
Tim Nasional 30 Maret 2026, 13:54
-
Francesco Totti Bicara Peluang Inter Raih Scudetto
Liga Italia 30 Maret 2026, 13:22
-
Charles De Ketelaere Tak Menyesal Gabung AC Milan, Akui Kurang Percaya Diri
Liga Italia 30 Maret 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56











