Review: Menangi Adu Penalti, APOEL Torehkan Sejarah
Editor Bolanet | 8 Maret 2012 08:27
- menjadi tim Siprus pertama yang berhasil mencapai perempat final Liga Champions, setelah pada Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari WIB (08/03), mereka mengalahkan klub Prancis, , 4-3, melalui adu penalti, setelah pada pertandingan babak 16 besar mereka berbagi angka agregat 1-1 setelah tambahan waktu.
Kiper Dionisis Chiotis menjadi pahlawan pada malam itu setelah menggagalkan eksekusi penalti Alexandre Lacazette dan Michel Bastos; sementara eksekutor-eksekutor APOEL tidak ada yang gagal menunaikan tugasnya.
Meski klub Siprus ini mengandalkan keberuntungan mereka, namun ini bukan pertandingan yang tidak patut mereka menangi, ketika APOEL berhasil mendominasi serta lebih menekan Lyon.
Babak tambahan waktu selama 30 menit membuat APOEL harus bermain dengan sepuluh pemain, dan tembakan pemain pengganti, Ivan Trickovski , dari tepi kotak penalti masih melambung dan melebar.
Tertinggal 0-1 dari pertandingan pertama di Prancis, APOEL melakukan awal sempurna ketika gelandang Brazil, Gustavo Manduca, melesakkan gol untuk tuan rumah, melalui sepakan jarak dekat pada menit kesembilan.
Namun malam Manduca harus diakhiri dengan kartu merah, ketika dirinya menerima kartu kuning kedua pada babak tambahan waktu. Walau demikian, ia meninggalkan lapangan dengan disertai tepuk tangan membahana dari pendukung tuan rumah.
Stadion GSP yang disesaki 23.000 penonton, diliputi oleh suara-suara yang memekakkan, dan lautan warna jingga ketika pendukung fanatik APOEL membakar semangat timnya, yang sedang memainkan pertandingan terbesarnya sepanjang 85 tahun sejarah APOEL.
Spanduk besar yang diletakkan di tribun penonton bertuliskan 'Rasakan teror Nicosia' ketika para pendukung APOEL memberi sambutan bermusuhan terhadap lawannya yang berasal dari Prancis tersebut.
Sejak undian babak 16 besar dilakukan, APOEL berharap pertandingan penentuan akan dilakukan di kandang, dan jadwalnya sangat sempurna, dengan klub Siprus tersebut hanya perlu mengejar ketinggalan 0-1 dari pertandingan pertama.
Lyon memulai pertandingan dengan gugup, namun segera mampu bangkit setelah sempat tampil agak buruk selama beberapa saat.
Mereka tahu bahwa gol tandang akan mengeluarkan mereka dari 'penjara' dan Bastos seharusnya dapat melakukan lebih baik, ketika tandukannya pada menit ke-30 masih melambung di atas mistar.
Kemudian Ederson datang dengan sundulan serupa di jarak yang sama, namun tandukannya masih melebar ke arah tiang jauh.
Tim tuan rumah selalu tgerlihat berbahaya saat melakukan serangan balik, ketika mereka memainkan permainan operan dengan sabar, sambil mengintip celah untuk menembus barisan pertahanan Lyon.
Penyerang bintang, Ailton, kerap menghadirkan ancaman untuk tim lawan, dan menjadi sosok yang cerdk, sedangkan Helder Sousa tidak pernah lelah dalam mengorganisir permainan di lapangan tengah.
APOEL memulai babak kedua dengan kepercayaan bahwa mereka masih mampu membunuh tim-tim raksasa Dewi fortuna akhirnya tersenyum pada klub Nicosia ini, ketika tendangan bebas Helder Sousa, yang melebar ke sisi kiri, ditanduk ke gawangnya sendiri oleh Aly Cissokho.
Penyerang Argentina, Estaban Solari, nyaris memaksimalkan umpan silang Constantinos Charalambides, dan hanya mampu melihat bola melintasi depan gawang.
Dan dua menit kemudian, Lisandro yang tidak terkawal, seharusnya menggandakan kedudukan dengan sundulan, ketika Chiotis menepis bola ke sudut lapangan.
Dengan kemenangan ini, APOEL melanjutkan petualangan hebatnya, setelah memukul beberapa lawan 'kelas beratnya,' seperti, Porto, Zenit St Peterseburg, dan sekarang, Lyon.
Untuk masalah dana dan status, APOEL adalah klub terkecil yang tersisa di kompetisi musim ini.
APOEL merupakan klub paling berprestasi pada sepak bola Siprus. Merupakan salah satu pendiri Asosiasi Sepak bola Siprus, di mana mereka terbentuk di toko permen pada 85 tahun silam. (bola/lex)
Kiper Dionisis Chiotis menjadi pahlawan pada malam itu setelah menggagalkan eksekusi penalti Alexandre Lacazette dan Michel Bastos; sementara eksekutor-eksekutor APOEL tidak ada yang gagal menunaikan tugasnya.
Meski klub Siprus ini mengandalkan keberuntungan mereka, namun ini bukan pertandingan yang tidak patut mereka menangi, ketika APOEL berhasil mendominasi serta lebih menekan Lyon.
Babak tambahan waktu selama 30 menit membuat APOEL harus bermain dengan sepuluh pemain, dan tembakan pemain pengganti, Ivan Trickovski , dari tepi kotak penalti masih melambung dan melebar.
Tertinggal 0-1 dari pertandingan pertama di Prancis, APOEL melakukan awal sempurna ketika gelandang Brazil, Gustavo Manduca, melesakkan gol untuk tuan rumah, melalui sepakan jarak dekat pada menit kesembilan.
Namun malam Manduca harus diakhiri dengan kartu merah, ketika dirinya menerima kartu kuning kedua pada babak tambahan waktu. Walau demikian, ia meninggalkan lapangan dengan disertai tepuk tangan membahana dari pendukung tuan rumah.
Stadion GSP yang disesaki 23.000 penonton, diliputi oleh suara-suara yang memekakkan, dan lautan warna jingga ketika pendukung fanatik APOEL membakar semangat timnya, yang sedang memainkan pertandingan terbesarnya sepanjang 85 tahun sejarah APOEL.
Spanduk besar yang diletakkan di tribun penonton bertuliskan 'Rasakan teror Nicosia' ketika para pendukung APOEL memberi sambutan bermusuhan terhadap lawannya yang berasal dari Prancis tersebut.
Sejak undian babak 16 besar dilakukan, APOEL berharap pertandingan penentuan akan dilakukan di kandang, dan jadwalnya sangat sempurna, dengan klub Siprus tersebut hanya perlu mengejar ketinggalan 0-1 dari pertandingan pertama.
Lyon memulai pertandingan dengan gugup, namun segera mampu bangkit setelah sempat tampil agak buruk selama beberapa saat.
Mereka tahu bahwa gol tandang akan mengeluarkan mereka dari 'penjara' dan Bastos seharusnya dapat melakukan lebih baik, ketika tandukannya pada menit ke-30 masih melambung di atas mistar.
Kemudian Ederson datang dengan sundulan serupa di jarak yang sama, namun tandukannya masih melebar ke arah tiang jauh.
Tim tuan rumah selalu tgerlihat berbahaya saat melakukan serangan balik, ketika mereka memainkan permainan operan dengan sabar, sambil mengintip celah untuk menembus barisan pertahanan Lyon.
Penyerang bintang, Ailton, kerap menghadirkan ancaman untuk tim lawan, dan menjadi sosok yang cerdk, sedangkan Helder Sousa tidak pernah lelah dalam mengorganisir permainan di lapangan tengah.
APOEL memulai babak kedua dengan kepercayaan bahwa mereka masih mampu membunuh tim-tim raksasa Dewi fortuna akhirnya tersenyum pada klub Nicosia ini, ketika tendangan bebas Helder Sousa, yang melebar ke sisi kiri, ditanduk ke gawangnya sendiri oleh Aly Cissokho.
Penyerang Argentina, Estaban Solari, nyaris memaksimalkan umpan silang Constantinos Charalambides, dan hanya mampu melihat bola melintasi depan gawang.
Dan dua menit kemudian, Lisandro yang tidak terkawal, seharusnya menggandakan kedudukan dengan sundulan, ketika Chiotis menepis bola ke sudut lapangan.
Dengan kemenangan ini, APOEL melanjutkan petualangan hebatnya, setelah memukul beberapa lawan 'kelas beratnya,' seperti, Porto, Zenit St Peterseburg, dan sekarang, Lyon.
Untuk masalah dana dan status, APOEL adalah klub terkecil yang tersisa di kompetisi musim ini.
APOEL merupakan klub paling berprestasi pada sepak bola Siprus. Merupakan salah satu pendiri Asosiasi Sepak bola Siprus, di mana mereka terbentuk di toko permen pada 85 tahun silam. (bola/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Liga Spanyol 17 April 2026, 09:45
-
Sudah Tersingkir dari UCL, Barcelona Masih Ajukan Protes ke UEFA
Liga Champions 17 April 2026, 09:15
-
Prediksi Inter vs Cagliari 18 April 2026
Liga Italia 17 April 2026, 09:08
-
Saran untuk Liverpool: Pecat Arne Slot dan Pilih Xabi Alonso
Liga Inggris 17 April 2026, 09:07
-
Man City vs Arsenal: Demi Juara, Arteta Diminta Cadangkan Viktor Gyokeres
Liga Inggris 17 April 2026, 08:45
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 17 April 2026, 08:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00




