Review: Rooney Kubur Asa Milan
Editor Bolanet | 11 Maret 2010 05:00
Laga yang sudah banyak dinanti tersebut diwarnai protes Anti-Glazer dari pendukung United serta kembalinya David Beckham ke Old Trafford untuk kali pertama sejak meninggalkan klub tersebut 2003 silam, saat ia masuk menggantikan Ignazio Abate di babak kedua.
Berusaha membalik ketinggalan 3-2 di pertemuan pertama, Rossoneri berusaha tampil percaya diri dengan memainkan ball possession keahlian mereka, namun United yang tampil dengan permainan cepat satu sentuhan berhasil merusak ritme Milan.
Tuan rumah mengancam pertahanan Milan sejak menit awal di antaranya lewat tendangan dan Gary Neville yang gagal menemui sasaran, juga tendangan keras yang bisa diamankan kiper Milan, Christian Abbiati. Sementara tim tamu mendapat peluang lewat sundulan yang sedikit menyamping dari gawang Edwin Van Der Sar.
Namun Milan kembali mengulang kesalahan mereka di leg pertama saat mereka lengah menjaga sundulan Wayne Rooney. Di menit 13, menerima umpan dari Gary Neville yang menusuk di sisi kanan tanpa penjagaan, mengalahkan bek Milan, Daniele Bonera dan menyundul bola dengan keras dan akurat ke sudut jauh tanpa bisa dijangkau .
Permainan Milan pun langsung menjadi kacau, apalagi absennya Alexandre Pato di lini depan sangat terasa saat tak mampu menembus ketatnya penjagaan United hingga harus sering menjemput bola ke lini tengah.
Satu peluang terbaik mereka di babak pertama tercipta di menit 20 ketika tendangan keras Andrea Pirlo bisa dimentahkan Van Der Sar.
Harapan Milan untuk lolos ke babak berikutnya langsung sirna ketika kembali mencetak gol cepat di awal babak kedua. Menerima umpan dari sisi kiri, menusuk ke kotak penalti dan menaklukkan yang terlanjur maju untuk menutup pergerakannya.
Park Ji-Sung menambah keunggulan tuan rumah di menit 59 saat ia menerima umpan terobosan Paul Scholes dan dari dalam kotak penalti ia melepaskan bola ke sudut jauh gawang .
yang masuk di babak kedua memang sedikit menghidupkan serangan Milan, dan satu peluang emas didapat mantan pemain United itu ketika tendangan voli kerasnya mampu diblok Van Der Sar.
Milan kembali melancarkan serangan sporadis di antaranya ketika tendangan keras Mathieu Flamini dari luar kotak penalti mengarah tepat ke gawang beruntung Van Der Sar bereaksi cepat dengan kakinya, dan selanjutnya United pun lebih santai serta mampu meredam serangan Milan.
Mental pemain Milan yang sudah jatuh membuat mereka bermain tanpa kreativitas di sisa waktu pertandingan, bahkan meninggalkan celah di lini tengah dan belakang sehingga leluasa mendobrak pertahanan mereka, beruntung beberapa usaha winger Portugal itu gagal menemui sasaran.
Duka Milan semakin bertambah ketika di menit 88 Park Ji-Sung menyapu bola langsung ke jantung pertahanan Milan di mana Darren Fletcher yang menerobos maju menaklukkan perangkap offside Milan menyambut bola dengan sundulannya, mendahului yang gagal menutup usaha tersebut.
Beberapa menit kemudian wasit pun meniup peluit panjang dan Milan pun harus angkat kaki dari persaingan Liga Champions, sementara United melenggang ke babak perempat final.
Simak Berita Terkait Lainnya:
Malam Kelabu David Beckham
Ferguson Menantang Rooney Untuk Mencetak 42 Gol
Galliani: Kami Terlalu Menderita di Pertahanan
Fergie: Kami Bisa Mengalahkan Siapapun
Theatre of Nightmare (bola/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kapan Brasil vs Maroko Main, Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:10
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:01
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 18:00
-
Hasil Race 1 WorldWCR Emilia Romagna 2026: Maria Herrera Bekuk Beatriz Neila
Otomotif 13 Juni 2026, 17:37
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao 15 Juni 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28












