Thiago Alcantara dan 4 Gelandang Top Dunia yang Dipandang Sebelah Mata
Richard Andreas | 28 Agustus 2020 14:30
Bola.net - Sepak bola memang soal gol, karena itulah para striker biasanya lebih disorot. Namun, bagaimanapun otak permainan sepak bola ada di lini tengah, dipimpin oleh gelandang-gelandang nomor wahid.
Ada beberapa pemain di lini tengah dan pertahanan yang membuat Anda terkagum-kagum. Kemenangan Ballon d'Or buat Luka Modric sebuah terobosan baru yang mastinya dilakukan sejak lama, meskipun dapat dikatakan bahwa ada bias tertentu dalam keputusan itu.
Xavi dan Andres Iniesta, yang bermain di lini tengah untuk Barcelona dan Spanyol, dianggap sebagai yang terbaik di dunia selama masa jayanya.
Lini tengah adalah sektor vital yang menghidupkan permainan. Gol-gol tidak akan tercipta jika barisan gelandang tidak bisa menggerakkan mesin permainan secara baik.
Jangan remehkan pemain model Sergio Busquets yang berperan besar sebagai tembok kukuh di lini kedua Barcelona. Demikian pula dengan Toni Kroos. Saat ia tampil buruk, Real Madrid permainannya ikutan loyo. Kehadirannya amat vital, sepenting para penyerang yang jadi sosok pencetak gol.
Namun, beberapa gelandang cenderung kurang mendapat perhatian dari yang seharusnya. Mari kita lihat 5 gelandang kelas dunia yang tidak mendapatkan pujian yang pantas mereka dapatkan. Sejatinya mereka adalah pemain yang punya daya ledak tinggi buat timnya.
Simak uraiannya di bawah ini ya, Bolaneters!
Leon Goretzka
Leon Goretzka diam-diam telah menjadi pemain penting bagi Bayern Munchen Pemain internasional Jerman itu bergabung dengan Bayern dengan status bebas transfer dari Schalke pada 2018 dan segera menjadi sosok penting di lini tengah Bayern.
Secara teknis berbakat dengan fisik yang menjulang, Goretzka membentuk kemitraan yang baik dengan Thiago saat Bayern Munchen memenangkan treble musim 2019-2020 ini.
Pemain berusia 25 tahun itu juga mengincar gol dan mampu bermain di berbagai posisi lini tengah. Sempat menolak tawaran dari Barcelona untuk bergabung dengan Bayern Munchen, Goretzka tampaknya akan menikmati masa depan yang cerah di sana.
Mikel Merino
Tampil memesona selama masa mudanya di Osasuna, Mikel Merino bergabung dengan Borussia Dortmund pada 2016. Apesnya iagagal membuat pengaruh di Jerman.
Kepindahan ke Newcastle United terjadi tetapi itu hanya berlangsung selama satu musim. Real Sociedad membayar 12 juta euro untuk jasanya pada 2018, dan dia bersinar di klub barunya sejak itu.
Gelandang yang kuat dengan atribut pertahanan yang bagus, Merino memberikan basis yang baik musim lalu sehingga pemain seperti Martin Odegaard dan Mikel Oyarzabal dapat maju ke lini pertahanan lawan tanpa ragu-ragu.
Dia baru-baru ini dipanggil ke tim senior Spanyol oleh manajer Luis Enrique, dan klub-klub besar dilaporkan mengawasi perkembangannya.
Luis Alberto
Lazio telah membentuk skuad yang memesona di bawah kendali Simone Inzaghi, dan Luis Alberto telah menjadi salah satu aset terbaik mereka.
Pemain internasional Spanyol itu bergabung dengan klub Italia dari Liverpool pada 2016 dengan banderol murah meriah 4 juta euro dan tidak menikmati awal yang terbaik di klub. Setelah musim pertama yang biasa-biasa saja, Alberto menjadi bagian integral dari lini tengah, dengan kreativitasnya dan mengoper senjata kunci untuk menyerang Lazio.
Pemain berusia 27 tahun itu telah dikaitkan dengan beberapa nama besar dalam beberapa bulan terakhir. Setelah membentuk kemitraan lini tengah yang baik dengan Sergei Milinkovic-Savic. Kini, Alberto dikaitkan dengan kepindahan ke Everton dan Barcelona.
Thiago Alcantara
Kecemerlangan Thiago Alcantara telah menguasai lini tengah Bayern Munchen selama tujuh musim terakhir, menghasilkan 16 trofi selama itu.
Pemain internasional Spanyol itu bergabung dengan Bayern Munich dari Barcelona pada 2013 dengan bayaran 25 juta euro, sebuah bayaran yang terlihat sangat murah di masa lalu.
Secara estetika menyenangkan dan sangat efektif, kemampuan dribbling dan passing Thiago sering kali menonjol. Penampilannya di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain dipuji oleh banyak orang. Barcelona jelas menyesal membuangnya. Ia pemain ideal sebagai suksesor Xavi atau Andres Iniesta.
Pemain berusia 29 tahun itu memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya di Bayern Munchen dan tampaknya akan meninggalkan klub, dengan Liverpool memimpin lini depan untuk mendapatkan tanda tangannya.
Georginio Wijnaldum
Alis terangkat ketika Liverpool menghabiskan 23 juta poundsterling untuk membeli Georginio Wijnaldum dari Newcastle United yang terdegradasi. Bisa apa pemain kelas semenjana model Georginio?
Wijnaldum telah menjadi pemain terbaik Newcastle United musim sebelumnya, tetapi mengejutkan melihat Liverpool berani membayarnya dengan mahar transfer lumayan mahal.
Dan yang terjadi kemudian...Empat berlalu, pemain internasional Belanda itu selalu hadir saat Liverpool meraih kesuksesan di Liga Champions dan Premier League.
Pemain 29 tahun, seperti Thiago, hanya memiliki sisa satu tahun dalam kontraknya. Ia hebat dalam pergerakan tanpa bola serta dinamismenya. Sekarang mantan gelandang PSV Eindhoven itu dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona. Ronald Koeman, yang pernah menanganinya di Timnas Belanda, amat yakin Georginio Wijnaldum akan kembali menghidupkan lini tengah Tim Catalan.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia), published on 28 Agustus 2020
Baca ini juga ya!
- 5 Alasan Liverpool Bakal Bantai Arsenal di Community Shield: Beknya Beda Kualitas
- Mengenang Gol Pertama dan 'Terakhir' Lionel Messi di Barcelona
- 6 Alasan Mengapa Manchester City Tidak Memerlukan Lionel Messi
- 3 Kali Lionel Messi Menjilat Ludah Sendiri, Mundur dan Kembali: Mungkinkah yang ke-4?
- Lionel Messi Memang Menggiurkan, Tapi Ini 5 Alasan untuk Tidak Merekrutnya dari Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari Pengganti Lewandowski, Capres Barcelona Sarankan Nama Bomber Maut Bayern
Liga Spanyol 22 Februari 2026, 09:15
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Kualitas Pemain Lokal Timnas Indonesia Bikin Kagum Shayne Pattynama: Sangat Bagus!
Tim Nasional 21 Februari 2026, 05:50
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
-
Krisis Cedera yang Menggerogoti Liverpool: Tumbangnya Pemain-Pemain Kunci
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:59
-
PSG Susah Payah ke 16 Besar Liga Champions: Magis Sudah Habis?
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:28
-
Real Madrid Tindak Tegas Suporter yang Lakukan Salam Nazi Saat Lawan Benfica
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:18
-
2 Calon Lawan Menanti Real Madrid di 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 26 Februari 2026, 21:06
-
Jalan Terjal Chelsea Menuju Liga Champions: Rentetan Laga Berat yang Jadi Ancaman
Liga Inggris 26 Februari 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58







