Van Persie: Kartu Merah Itu Sebuah Lelucon

Editor Bolanet | 9 Maret 2011 06:55
Van Persie: Kartu Merah Itu Sebuah Lelucon
Van Persie, Ketika dikartu merah Busacca (c) AFP
- Striker , Robin Van Persie menyerang wasit Massimo Busacca yang menghadiahinya kartu merah. Penyerang asal Belanda itu menyebut kartu merah dari Busacca sebagai sebuah lelucon yang disebutnya telah membunuh peluang Arsenal untuk lolos ke babak perempat final Liga Champions.

akhirnya bisa mengatasi perlawanan Arsenal dan menyudahi laga dengan skor 3-1 lewat dua gol Lionel Messi dan satu gol dari . Namun keputusan kontroversial dibuat oleh wasit di menit ke-55 dengan mengusir Van Persie di saat laga masih berkedudukan sama kuat 1-1. Akibatnya jalannya laga menjadi timpang dan Barca yang unggul jumlah pemain mudah saja mendominasi pertandingan.

"Saya rasa, kartu merah itu memberikan dampak besar bagi jalannya pertandingan," keluh Van Persie kepada SkySports.

"Menurut pendapat saya, keputusan wasit itu adalah sebuah lelucon besar. Bagaimana bisa saya mendengar dia meniup peluit di tengah gemuruh 95.000 penonton, bagaimana bisa saya mendengarnya?," ucap Van Persie dengan nada meninggi.

Van Persie berlari mengejar bola dan berusaha menyarangkannya ke gawang Barcelona. Ketika itu dirinya sudah terlebih dahulu berada dalam posisi offside, namun karena tidak mendengar suara peluit wasit, Van Persie meneruskan aksinya dan menendang bola ke arah gawang Barca.

Wasit menganggap tindakan Van Persie sebagai usaha membuang bola dalam upaya mengulur waktu pertandingan. Namun jeda waktu yang singkat antara ditiupnya peluit oleh wasit dengan keputusannya memberikan kartu kuning kedua tidak bisa diterima oleh Van Persie.

"Saya mungkin bisa mengerti keputusan wasit jika saya tetap menendang bola dalam selang waktu lima atau enam detik setelah peluit ditiup. Tetapi ini hanya berselang satu detik, ini adalah sebuah lelucon," tambahnya.

"Tetapi hal itu terjadi di sepanjang laga, wasit banyak melakukan kesalahan di pertandingan ini, keputusannya merugikan kami, saya tidak mengerti arti keberadaan dirinya di pertandingan ini, saya rasa dia adalah sebuah lelucon."

"Kami merasa telah dikhianati, karena setiap pemain telah berjuang dengan keras. Di saat kedudukan 1-1 peluang kami kembali hidup dan menurut saya, wasitlah yang telah membunuh peluang itu," tutupnya dengan perasaan kecewa.     (goal/mac)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE