10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?

Aga Deta | 14 April 2026 18:00
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Pemain Arsenal, Declan Rice, tampak kecewa setelah kebobolan gol dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Persaingan gelar Premier League selalu menghadirkan drama yang sulit dilupakan. Tidak sedikit tim yang sudah di ambang juara justru terpeleset di momen krusial.

Ketika memimpin klasemen dalam waktu lama, ekspektasi akan semakin tinggi. Namun, tekanan tersebut kerap menjadi bumerang yang menghancurkan segalanya.

Advertisement

Arsenal kini menghadapi situasi serupa dalam perburuan gelar musim 2025/2026. Bayang-bayang kegagalan masa lalu kembali menghantui perjalanan mereka.

Meski demikian, mereka bukan satu-satunya tim yang pernah mengalami hal tersebut. Sejarah Premier League dipenuhi kisah tim yang gagal mengunci gelar meski sudah unggul.

Berikut adalah sepuluh kegagalan juara paling tragis sepanjang sejarah Premier League. Daftar ini menunjukkan betapa kejamnya persaingan di kasta tertinggi Inggris.

1 dari 10 halaman

1. Tottenham Hotspur 2015-16

Tottenham sebenarnya tidak pernah benar-benar memimpin klasemen dalam perburuan gelar. Namun, mereka sempat berada dalam posisi ideal untuk memanfaatkan situasi.

Tim muda asuhan Mauricio Pochettino tampil impresif sepanjang musim. Harapan untuk meraih gelar pertama sejak 1961 pun mulai menguat.

Mereka sempat mencatat enam kemenangan beruntun yang membuka peluang besar. Namun, Leicester City justru tampil konsisten tanpa memberi celah.

Hasil imbang panas di laga Battle of the Bridge mengakhiri harapan Tottenham. Mereka bahkan harus puas finis di posisi ketiga setelah kalah di dua laga terakhir.

2 dari 10 halaman

2. Norwich City 1992-93

Norwich City menjadi kejutan besar di musim perdana Premier League. Mereka memimpin klasemen selama 129 hari meski bukan tim unggulan.

Penjualan Robert Fleck tidak menghambat performa tim. Justru, kombinasi pemain baru dan talenta muda memberi energi segar.

Namun, konsistensi mereka mulai goyah memasuki paruh kedua musim. Manchester United yang dipimpin Eric Cantona perlahan mengambil alih.

Norwich akhirnya harus puas finis di posisi ketiga. Kesempatan emas untuk mencatat sejarah pun sirna.

3 dari 10 halaman

3. Liverpool 2018-19

Liverpool menjalani salah satu musim terbaik dalam sejarah mereka. Mereka mengumpulkan 97 poin, jumlah yang biasanya cukup untuk menjadi juara.

Sayangnya, Manchester City tampil lebih sempurna dengan selisih satu poin. Persaingan ketat berlangsung hingga pekan terakhir.

Kekalahan dari City menjadi momen krusial yang menentukan. Beberapa hasil imbang setelahnya juga berdampak besar.

Meski menutup musim dengan sembilan kemenangan beruntun, Liverpool tetap gagal juara. Ini menjadi salah satu kegagalan paling menyakitkan dalam sejarah klub.

4 dari 10 halaman

4. Arsenal 2002-03

Arsenal sempat berada di puncak klasemen selama berbulan-bulan. Mereka datang sebagai juara bertahan dengan kepercayaan diri tinggi.

Tim asuhan Arsene Wenger tampil dominan di awal musim. Prediksi tentang dominasi jangka panjang pun mulai bermunculan.

Namun, Manchester United bangkit di momen penting. Arsenal kehilangan poin di beberapa laga krusial.

Hasil imbang melawan United menjadi titik balik persaingan. Setelah itu, Arsenal gagal menjaga konsistensi hingga kehilangan gelar.

5 dari 10 halaman

5. Arsenal 2007-08

Arsenal kembali mengalami kegagalan menyakitkan di era Emirates. Mereka memimpin klasemen selama 156 hari dengan performa solid.

Tim muda yang segar memberikan harapan besar. Mereka hanya kalah sekali hingga bulan Maret.

Cedera parah Eduardo menjadi titik balik musim tersebut. Setelah itu, Arsenal kehilangan momentum secara drastis.

Serangkaian hasil buruk membuat mereka terlempar ke posisi ketiga. Gelar yang sudah di depan mata pun menghilang.

6 dari 10 halaman

6. Arsenal 2022-23

Arsenal mencatat rekor sebagai tim dengan hari terbanyak di puncak tanpa juara. Mereka memimpin selama 248 hari sepanjang musim.

Dominasi mereka hampir tidak tergoyahkan hingga akhir musim. Namun, tekanan mulai terasa di fase penentuan.

Hasil imbang beruntun menjadi awal kemunduran. Kekalahan telak dari Manchester City semakin memperparah situasi.

City akhirnya mengambil alih puncak klasemen. Arsenal kembali harus menerima kenyataan pahit dalam perburuan gelar.

7 dari 10 halaman

7. Manchester United 1997-98

Manchester United sempat unggul jauh dalam perburuan gelar. Bahkan, beberapa pihak sudah menganggap mereka pasti juara.

Namun, Arsenal melakukan comeback luar biasa di paruh kedua musim. Selisih poin yang besar perlahan terpangkas.

United kehilangan poin di beberapa laga penting. Momentum pun berbalik arah.

Arsenal menutup musim dengan performa luar biasa. United harus puas finis sebagai runner-up dengan selisih tipis.

8 dari 10 halaman

8. Liverpool 2013-14

Liverpool hampir mengakhiri penantian panjang mereka. Mereka berada di jalur juara setelah serangkaian kemenangan impresif.

Steven Gerrard bahkan menyerukan semangat dengan kata-kata penuh emosi. Namun, momen tragis justru terjadi setelahnya.

Kesalahan fatal saat melawan Chelsea menjadi titik balik. Kekalahan itu membuka peluang bagi Manchester City.

Hasil imbang dramatis melawan Crystal Palace semakin memperburuk situasi. Liverpool akhirnya gagal meraih gelar yang sudah di depan mata.

9 dari 10 halaman

9. Manchester United 2011-12

Manchester United sempat memimpin delapan poin dengan beberapa laga tersisa. Situasi terlihat sangat menguntungkan bagi mereka.

Namun, serangkaian hasil buruk membuat keunggulan itu menghilang. Manchester City terus menekan hingga akhir musim.

Pada pekan terakhir, United sudah menyelesaikan tugas mereka. Namun, drama terjadi di pertandingan lain.

Gol Sergio Aguero di menit akhir memastikan gelar untuk City. United harus menerima salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah liga.

10 dari 10 halaman

10. Newcastle United 1995-96

Newcastle United mengalami salah satu kolaps terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Mereka sempat unggul 12 poin di puncak klasemen.

Tim asuhan Kevin Keegan tampil atraktif dan menghibur sepanjang musim. Namun, tekanan mulai terasa saat kompetisi memasuki fase akhir.

Manchester United perlahan mengejar ketertinggalan. Selisih poin terus menipis hingga akhirnya tersusul.

Hasil imbang di laga-laga krusial mengubur harapan Newcastle. Gelar akhirnya jatuh ke tangan Manchester United dalam akhir yang dramatis.

Sumber: BBC

LATEST UPDATE